OZZY

Fokus:

X







 

Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Usia Lanjut (Aging)  

Penuaan Otak Tidak Pengaruhi Proses Bicara

Penuaan usia, yang berakibat pada penurunan aktivitas otak, ternyata tidak berpengaruh terhadap proses atau kemampuan bicara. Ini terungkap melalui penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan para ahli syaraf di Orlando, AS, beberapa waktu lalu.

Para peneliti AS menggunakan functional magnetic imaging (fMRI) untuk mempelajari otak dari 50 orang yang berusia antara 23 hingga 78 tahun. Mereka menemukan bahwa kendati berlangsung proses kemunduran otak akibat penuaan, termasuk pada bagian otak yang berhubungan dengan proses bicara (otak bagian kiri depan), namun tidak terjadi penurunan terhadap proses (kecakapan) berbicara. Proses tersebut malah berlangsung lebih efisien pada orang tua.

Penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian sebelumnya yang mengatakan bahwa penuaan menyebabkan penurunan kecakapan dan efisiensi kinerja beberapa bagian otak, seperti bagian yang berhubungan dengan memori, perhatian, dan kecepatan reaksi.Penemuan baru ini sejalan dengan teori bahwa sejumlah fungsi dari bagian-bagian otak tertentu tidak mengalami penurunan seiring dengan penuaan.

Obyek pada penelitian ini menjalani sejumlah tes berbicara. Mereka diminta untuk membaca sejumlah pasangan kata dan harus memutuskan mana pasangan kata yang merupakan sinomim (persamaan), contohnya perahu dan kapal. Selagi menjalani tes, aktivitas otak mereka dimonitor dengan fMRI, lalu dibandingkan dengan hasil tes yang dilakukan sebelummnya.

Otak merupakan bagian tubuh paling vital. Otak bertanggung jawab terhadap seluruh aktivitas tubuh mulai gerakan penyokong hidup (live support) seperti detak jantung dan bernapas, hingga fungsi-fungsi yang sifatnya kepribadian (personality) serta memori. Otak terdiri dari 100 miliar sel lebih, termasuk neuron (sel khusus dari sistem syaraf yang bertanggung jawab terhadap transmisi gelombang listrik dari dan ke pusat susunan syaraf).

Hingga saat ini penuaan otak dianggap mempunyai hubungan dengan masalah-masalah seperti penurunan kemampuan memori hingga masalah yang lebih serius seperti alzheimer dan demensia. Namun pandangan tersebut mulai berubah.

''Sekarang telah menjadi jelas, jika kamu tidak mempunyai penyakit tertentu yang menyebabkan hilangnya sel-sel otak, maka sebagain besar neuron akan tetap sehat hingga kamu mati,'' ungkap Caleb Finch PhD, seorang ahli neurobiologi dari lembaga penelitian The ARCO/William F Kieschnick. Menurutnya, ini merupakan perubahan besar yang terjadi dalam kurun sepuluh tahun terakhir.

Salah satu yang menyebabkan terjadinya perubahan pandangan tersebut adalah ditemukannya teknologi canggih seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Positron Emission Tomography (PET). Kedua perangkat ini membantu para ahli menemukan bagian otak mana yang tetap berfungsi optimal dan mana yang mengalami penurunan seiring dengan penuaan. n arp


sumber: Republika Online

 

kembali ke atas

kembali ke index aging

 

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan