|
Depan
> Usia
Lanjut (Aging)
Penuaan
Otak Tidak Pengaruhi Proses Bicara
Penuaan usia,
yang berakibat pada penurunan aktivitas otak, ternyata
tidak berpengaruh terhadap proses atau kemampuan bicara.
Ini terungkap melalui penelitian yang dipresentasikan
pada pertemuan para ahli syaraf di Orlando, AS, beberapa
waktu lalu.
Para peneliti AS menggunakan functional magnetic
imaging (fMRI) untuk mempelajari otak dari 50 orang
yang berusia antara 23 hingga 78 tahun. Mereka menemukan
bahwa kendati berlangsung proses kemunduran otak akibat
penuaan, termasuk pada bagian otak yang berhubungan
dengan proses bicara (otak bagian kiri depan), namun
tidak terjadi penurunan terhadap proses (kecakapan)
berbicara. Proses tersebut malah berlangsung lebih
efisien pada orang tua.
Penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian
sebelumnya yang mengatakan bahwa penuaan menyebabkan
penurunan kecakapan dan efisiensi kinerja beberapa
bagian otak, seperti bagian yang berhubungan dengan
memori, perhatian, dan kecepatan reaksi.Penemuan baru
ini sejalan dengan teori bahwa sejumlah fungsi dari
bagian-bagian otak tertentu tidak mengalami penurunan
seiring dengan penuaan.
Obyek pada penelitian ini menjalani sejumlah tes
berbicara. Mereka diminta untuk membaca sejumlah
pasangan kata dan harus memutuskan mana pasangan kata
yang merupakan sinomim (persamaan), contohnya perahu dan
kapal. Selagi menjalani tes, aktivitas otak mereka
dimonitor dengan fMRI, lalu dibandingkan dengan hasil
tes yang dilakukan sebelummnya.
Otak merupakan bagian tubuh paling vital. Otak
bertanggung jawab terhadap seluruh aktivitas tubuh mulai
gerakan penyokong hidup (live support) seperti
detak jantung dan bernapas, hingga fungsi-fungsi yang
sifatnya kepribadian (personality) serta memori.
Otak terdiri dari 100 miliar sel lebih, termasuk neuron
(sel khusus dari sistem syaraf yang bertanggung jawab
terhadap transmisi gelombang listrik dari dan ke pusat
susunan syaraf).
Hingga saat ini penuaan otak dianggap mempunyai hubungan
dengan masalah-masalah seperti penurunan kemampuan
memori hingga masalah yang lebih serius seperti
alzheimer dan demensia. Namun pandangan tersebut mulai
berubah.
''Sekarang telah menjadi jelas, jika kamu tidak
mempunyai penyakit tertentu yang menyebabkan hilangnya
sel-sel otak, maka sebagain besar neuron akan tetap
sehat hingga kamu mati,'' ungkap Caleb Finch PhD,
seorang ahli neurobiologi dari lembaga penelitian The
ARCO/William F Kieschnick. Menurutnya, ini merupakan
perubahan besar yang terjadi dalam kurun sepuluh tahun
terakhir.
Salah satu yang menyebabkan terjadinya perubahan
pandangan tersebut adalah ditemukannya teknologi canggih
seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Positron
Emission Tomography (PET). Kedua perangkat ini
membantu para ahli menemukan bagian otak mana yang tetap
berfungsi optimal dan mana yang mengalami penurunan
seiring dengan penuaan. n arp
sumber: Republika
Online
kembali
ke atas
kembali
ke index aging
|