OZZY

Fokus:

X







 

Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Usia Lanjut (Aging)  

Makan Buah, Kurangi Resiko Kanker

Orang dewasa yang semasa kanak-kanaknya banyak mengonsumsi buah-buahan mempunyai resiko menderita kanker yang jauh lebih kecil dibanding yang tidak rajin mengonsumsi buah-buahan. Demikian dinyatakan ilmuwan Inggris, Rabu.

Studi ilmiah dengan responden 4.000 orang tersebut menunjukkan, mereka yang banyak mengonsumsi buah-buahan semasa kanak-kanak mempunyai resiko jauh lebih kecil terhadap kanker.

Semakin banyak buah-buahan yang dimakan pada usia dini semakin kecil pula resiko untuk mengidap kanker paru-paru, usus besar dan payudara.

"Penelitian ini menunjukkan konsumsi buah-buahan semasa usia sangat muda mempunyai efek melindungi tubuh yang lama terhadap kanker di masa dewasa," kata Dr. Maria Maynard dari Lembaga Penelitian Kedokteran di London, yang dituangkan kedalam laporan hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat.

Semua orang dewasa yang ikut dalam proyek penelitian itu telah mengisi daftar isi pola makan keluarga semasa responden masih kecil dan tinggal di daerah luar kota di Inggris maupun Skotlandia.

Maynard dan sejawatnya mempelajari catatan kesehatan dari keseluruhan para peserta program penelitian, tercatat 483 mengidap kanker.

Selain kaitan dengan penyakit kanker agaknya konsumsi buah-buahan yang tinggi semasa kanak-kanak juga berpengaruh cukup besar dengan penyakit lainnya, yang dapat terlihat dari rendahnya angka kematian akibat jenis penyakit lainnya, seperti hipertensi dan jantung.

Maynard menjelaskan, buah-buahan dipenuhi dengan antioksidan, vitamin dan berbagai bahan makanan lain yang dapat mencegah kerusakan genetika, yang bisa berkembang menjadi kanker.

Antioksidan adalah senyawa yang ditambahkan kepada senyawa lain yang bersifat memperlambat proses oksidasi, sehingga memperlambat proses pembusukan dan banyak digunakan dalam industri makanan, terutama yang memiliki kandungan lemak yang tinggi.

Para ilmuwan itu juga mempelajari pengaruh vitamin C, E dan beta karotin pada penyakit kanker, tetapi mereka tak dapat menemukan bukti yang cukup kuat untuk menunjukkan penyerapan antioksidan, yang bersifat perorangan mempunyai kemampuan sebagai senyawa yang memproteksi sama, seperti buah-buahan.

Selain itu, mereka juga belum menemukan kaitan antara mengonsumsi sayur-sayuran dengan rendahnya resiko penyakit kanker. Namun mereka menemukan, cara memasak sayuran dalam suhu didih yang biasa dilakukan zaman sebelum Perang Dunia II, dapat menghilangkan zat-zat makanan dalam bentuk mikro dari sayuran itu.

"Penelitian ini adalah penelitian pertama yang mengaitkan antara konsumsi buah-buahan, sayuran dan antioksidan semasa kecil dan resikonya terhadap kanker," ungkap Maynard. [Tma, Ant]

sumber: ttp://www.gatra.com/versi_cetak.php?id=25658

 

kembali ke atas

kembali ke index aging

 

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan