|
Depan
> Usia
Lanjut (Aging)
Makan
Buah, Kurangi Resiko Kanker
Orang dewasa yang semasa kanak-kanaknya banyak
mengonsumsi buah-buahan mempunyai resiko menderita
kanker yang jauh lebih kecil dibanding yang tidak rajin
mengonsumsi buah-buahan. Demikian dinyatakan ilmuwan
Inggris, Rabu.
Studi ilmiah dengan responden 4.000 orang tersebut
menunjukkan, mereka yang banyak mengonsumsi buah-buahan
semasa kanak-kanak mempunyai resiko jauh lebih kecil
terhadap kanker.
Semakin banyak buah-buahan yang dimakan pada usia dini
semakin kecil pula resiko untuk mengidap kanker
paru-paru, usus besar dan payudara.
"Penelitian ini menunjukkan konsumsi buah-buahan
semasa usia sangat muda mempunyai efek melindungi tubuh
yang lama terhadap kanker di masa dewasa," kata Dr.
Maria Maynard dari Lembaga Penelitian Kedokteran di
London, yang dituangkan kedalam laporan hasil penelitian
yang diterbitkan dalam jurnal Epidemiologi dan Kesehatan
Masyarakat.
Semua orang dewasa yang ikut dalam proyek penelitian itu
telah mengisi daftar isi pola makan keluarga semasa
responden masih kecil dan tinggal di daerah luar kota di
Inggris maupun Skotlandia.
Maynard dan sejawatnya mempelajari catatan kesehatan
dari keseluruhan para peserta program penelitian,
tercatat 483 mengidap kanker.
Selain kaitan dengan penyakit kanker agaknya konsumsi
buah-buahan yang tinggi semasa kanak-kanak juga
berpengaruh cukup besar dengan penyakit lainnya, yang
dapat terlihat dari rendahnya angka kematian akibat
jenis penyakit lainnya, seperti hipertensi dan jantung.
Maynard menjelaskan, buah-buahan dipenuhi dengan
antioksidan, vitamin dan berbagai bahan makanan lain
yang dapat mencegah kerusakan genetika, yang bisa
berkembang menjadi kanker.
Antioksidan adalah senyawa yang ditambahkan kepada
senyawa lain yang bersifat memperlambat proses oksidasi,
sehingga memperlambat proses pembusukan dan banyak
digunakan dalam industri makanan, terutama yang memiliki
kandungan lemak yang tinggi.
Para ilmuwan itu juga mempelajari pengaruh vitamin C, E
dan beta karotin pada penyakit kanker, tetapi mereka tak
dapat menemukan bukti yang cukup kuat untuk menunjukkan
penyerapan antioksidan, yang bersifat perorangan
mempunyai kemampuan sebagai senyawa yang memproteksi
sama, seperti buah-buahan.
Selain itu, mereka juga belum menemukan kaitan antara
mengonsumsi sayur-sayuran dengan rendahnya resiko
penyakit kanker. Namun mereka menemukan, cara memasak
sayuran dalam suhu didih yang biasa dilakukan zaman
sebelum Perang Dunia II, dapat menghilangkan zat-zat
makanan dalam bentuk mikro dari sayuran itu.
"Penelitian ini adalah penelitian pertama yang
mengaitkan antara konsumsi buah-buahan, sayuran dan
antioksidan semasa kecil dan resikonya terhadap kanker,"
ungkap Maynard. [Tma, Ant]
sumber: ttp://www.gatra.com/versi_cetak.php?id=25658
kembali
ke atas
kembali
ke index aging
|