OZZY

Fokus:

X







 

Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Usia Lanjut (Aging)  

Tetap Bercahaya Sampai Tua!

Kemudaan biasa diidentikkan dengan kulit halus, cantik, berseri.

Ketika usia menua, secara alami kulit pun akan kehilangan cahaya, menjadi kusam dan keriput. Jangan biarkan hal itu terlalu cepat menyapa Anda!

Tentu dengan membiasakan pola hidup sehat sejak muda, dan tak lupa asupan antioksidan. Bagian terluar tubuh, yakni kulit, seringkali menjadi cermin yang paling jelas atas usia seseorang. Namun, terkadang sulit sekali menduga usia bila tampilan kulit tampak lebih tua atau sebaliknya, jauh lebih muda.

Tentulah kebanyakan dari kita mendambakan kondisi yang terakhir. Masalahnya sekarang, apakah kita selama ini sudah sedemikian penuh perhatian terhadap kulit?

Kulit merupakan organ yang sungguh hebat dan menempati bagian terbesar dari tubuh. Sayangnya, organ ini justru seringkati terabaikan.

Orang baru akan menaruh perhatian lebih bila kulit mengalami masalah, misalnya menjadi kering, berminyak, berbintik hitam atau berbercak kemerahan, berjerawat, serta berkerut.

Mulai Kering

  • Sejalan dengan merambatnya usia, kulit akan kehilangan elastisitasnya. Itu karena kadar kolagen dalam kulit secara alami memang berkurang secara bertahap dari tahun ke tahun.

Kolagen adalah molekul protein yang menjadi bahan penunjang utama kulit, ligamen, tulang, dan tulang rawan.

Seperti halnya karet, kolagen itu lembut dan kenyal, serta mudah dibuat bermacam-macam bentuk. Berkat kolagen bentuk kulit bisa tampak indah sebab halus tak berkerut. Oleh karena itulah, faktor terpenting dalam memelihara kehalusan kulit adalah dengan menjaga keberadaan kolagen.

Serat-serat kolagen mulai mengalami kerusakan ketika usia manusia sekitar 25 tahun karena kulit hanya mampu menyimpan sedikit air. Ini yang menyebabkan kulit mulai tampak kering.

Proses penuaan sendiri bisa berjalan secara alami dan bisa juga berlangsung dini. Salah satu biang keladi penuaan yang datang lebih cepat adalah radikal bebas. Seperti diketahui, radikal bebas yang sangat reaktif dan dapat menimbulkan kerusakan sel-sel tubuh, bisa datang dari dalam maupun luar tubuh.

Polusi, asap rokok, alkohol, limbah kendaraan bermotor, paparan sinar ultraviolet dari matahari adalah radikal bebas dari luar tubuh. Yang datang dari dalam tubuh misalnya sisa metabolisme atau efek dari kerja sistem kekebalan tubuh yang memerangi serangan infeksi yang begitu hebat.

Sebetulnya tubuh sudah dipersenjatai dengan mekanisme untuk menangkal radikat bebas. Namun, sejalan bertambahnya usia, timbunan radikal bebas itu juga sudah menggunung, sehingga tak lagi mempan diatasi sendiri. Untuk itu tubuh harus mendapat bantuan armada dari luar, dalam bentuk makanan yang bersifat antioksidan. Makanan itu intinya mengandung vitamin C, E, A atau betakaroten, ditambah zinc dan selenium.

Suplemen Antioksidan

  • Kurangnya asupan vitamin E dan C yang memiliki fungsi antioksidan sangat kuat, menurut penelitian di Edinburgh University, berhubungan dengan kelebihan berat badan, kadar kolesterol, serta tekanan darah tinggi.

Semua itu merupakan faktor yang juga sangat erat kaitannya dengan proses penuaan.

Selain mencegah penyakit degeneratif, seperti kolesterol tinggi dan hipertensi yang dapat berujung pada kejadian stroke dan penyakit jantung, konsumsi antioksidan juga sangat menunjang terpeliharanya kecantikan kulit.

Vitamin C misalnya, sangat membantu dalam pembentukan kolagen, sehingga elastisitasnya tetap terjaga. Kulit pun akan tampak bercahaya, meski usia sudah di ambang senja.
 
Mendapatkan bahan makanan sumber antioksidan alami, tidaklah sulit. Kita bisa memperolehnya dari wortel, bayam, brokoli, ubi merah, kubis brussel, asparagus, bawang, jamur, kembang kol, tomat, dan sebagainya. Juga terdapat dalam buah kiwi, pisang, stroberi, mangga, pepaya, alpukat, kacang kedelai, almond, ikan, kerang, dan lain-lain. 

Selama pola makan kita mengikuti aturan gizi seimbang dan beragam, kebutuhan antioksidan alami itu akan terpenuhi dengan baik. Namun, bagi Anda yang tidak bisa rutin menerapkan pola tersebut, dapat memenuhinya dari suplemen yang diperkaya dengan berbagai vitamin dan mineral antioksidan.

Mudah, kan?

sumber: Kompas Online, Selasa, 11 Januari 2005

 

kembali ke atas

kembali ke index aging

 

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan