OZZY

Fokus:

X







 

Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Usia Lanjut (Aging)  

Pikiran bisa berumur panjang, tapi fisik sulit mengikuti

Hidup hingga usia lanjut memang kedengarnnya menarik. Tetapi masalahnya, apakah di usia lanjut seseorang akan memiliki kualitas hidup yang baik, yang meliputi kesehatan fisik dan mental. Apakah hal itu sesuai dengan keinginan hidup kita di usia lanjut itu. Yah, maunya memang demikian!

Namun sebuah laporan menyebutkan bahwa jika seseorang hidup sehat di usia 75 tahun, mungkin mereka akan menikmati hidup karena pikirannya masih tajam. Tampaknya memiliki pikiran tajam lebih baik dibandingkan kemampuan tubuh mereka secara fisik.

Tetapi sayangnya hal ini tidak berlangasung selamanya. Menurut para peneliti, kemampuan orang setelah berusia 75 tahun, bagi pria rata-rata masih bisa bertahan hingga 8,4 tahun, sedangkan wanita menikmati kemampuan pikiran yang tajam kira-kira hingga 10 tahun.

Meskipun pikiran masih tajam, tetapi kemampuan fisik kadang tidak adil. Pria yang mencapai usia 75 tahun rata-rata memiliki kesehatan yang baik hingga 4,6 tahun dibandingkan wanita yang kesehatan fisiknya baik hingga 3,1 tahun.

Yang dimaksud fisik yang sehat, oleh para peneliti, adalah kemampuan orang yang berusia 75 tahun ke atas itu untuk melakukan kegiatannya sehari-hari. Kegiatannya antara lain: bisa berjalan dari tempat tidur ke kursi; bisa melakukan mobilitas, termasuk pergi mandi, makan dan berpakaian serta ke WC tanpa bantuan orang lain.

Penemuan para peneliti ini diterbitkan dalam jurnal Age and Ageing. Dalam penelitian, Dr Catherine Sauvaget dari Yayasan Penelitian Efek Radiasi di Hiroshima, Jepang dam rekan-rekannya di Inggris yang mengamati 1.557 pria dan wanita Inggris berusia 75 tahun ke atas.

Proporsi kehidupan aktif menurun secara dramatis sesuai usia di kedua jenis kelamin setelah usia 87 tahun, hampir semua sisa kehidupan dihabiskan dengan terbatasnya aktivitas, kata penulis.

"Proporsi dari kehidupan bebas dari ketidaksesuaian mental, sebagai perbandingannya, menurun secara perlahan pada pria dan relatif lebih konstan pada wanita," kata mereka.

Suavaget dan rekan-rekannya mencatat bahwa mengamati kemapuan fisik dan mental pada usia lanjut bisa membantu menentukan apakah kita ingin memiliki kehidupan usia panjang tetapi dengan kondsi kesehatan yang buruk. Terserah Anda!

 

Sumber: SatuMed

 

kembali ke atas

kembali ke index aging

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan