|
Depan
> Usia
Lanjut (Aging)
Pola Makan dan
Usia Harapan Hidup
Melewati kehidupan
di dunia hingga usia 100 tahun mungkin menjadi harapan
sebagian manusia. Mereka berpendapat bahwa dengan
semakin panjang umur semakin banyak hal-hal yang dapat
dilakukan, terlepas itu perbuatan yang baik maupun buruk.
Penyebab panjangnya umur manusia, diluar soal takdir
tentunya, tergantung dari beberapa faktor. Tapi yang
paling berpengaruh adalah pola makan. “Walaupun pola
makan berpengaruh besar, tetapi jenis penyakit bawaan
dari lahir, lingkungan tempat tinggal, stress atau
tekanan juga berpengaruh penting pada kelangsungan hidup
yang lebih lama,” Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, ahli gizi
Institut Pertanian Bogor, kepada Tempo News Room, Jumat
(18/7).
Seperti diketahui, banyak orang yang mampu melewati
kehidupannya hingga lebih dari umur 100 tahun. Menurut
Ali, mereka yang diberi berkah oleh Tuhan Yang Maha
Kuasa untuk menjalani hidup lebih panjang adalah
orang-orang yang terkait dengan rendahnya penyakit
degeneratif. Yaitu penyakit-penyakit yang mengancam
kehidupan manusia, seperti penyakit kanker, jantung
koroner, diabetes dan stroke.
Mereka yang mempunyai kesempatan untuk menikmati
hidup lebih lama ini adalah orang-orang yang sangat
memperhatikan pola makannya. “Mereka mengurangi
konsumsi kalori ke dalam tubuhnya,“ ujar Ali.
Orang-orang lanjut usia ini, mulai mengurangi
konsumsi kalori dengan hanya memakan kacang-kacangan (kedelai),
makan ikan dan minum teh hijau maupun teh hitam. Selain
itu, mereka juga melakukan puasa seperti yang dilakukan
umat Islam pada bulan Ramadhan. Juga melakukan diet
terhadap jenis makanan goreng-gorengan, selain juga
mengurangi porsi makan sehari-hari.
Mereka melakukannya pada awal usia 50 tahunan, disaat
proses metabolisme tubuh sudah mulai lambat. “Intinya,
mereka banyak makan makanan yang mengandung zat anti
oksidan yang bermanfaat bagi tubuh,” kata Ali.
Ikan mengandung zat omega 3 yang sangat tinggi, yang
dapat mengurangi kolesterol dalam tubuh. “Makanya yang
berumur panjang itu biasanya orang Jepang, karena mereka
banyak makan ikan yang mengandung omega 3,” jelasnya.
Mereka juga memangkas konsumsi protein dan lemak dalam
tubuh, dengan cara mengurangi makanan yang mengandung
lemak dan protein hewani, seperti telor, susu, daging,
keju, dsb.
Ali juga menyarankan agar para manula tersebut mulai
kembali ke makanan 'back to nature' atau kembali ke alam.
Diantaranya dnegan cara mengkonsumsi makanan tanpa
dimasak atau menjadi seorang vegetarian. (D.A
Candraningrum – TNR)
sumber:
Klinik.net
kembali
ke atas
kembali
ke index aging |