OZZY

Fokus:

X







 

Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Usia Lanjut (Aging)  

Pola Makan dan Usia Harapan Hidup

Melewati kehidupan di dunia hingga usia 100 tahun mungkin menjadi harapan sebagian manusia. Mereka berpendapat bahwa dengan semakin panjang umur semakin banyak hal-hal yang dapat dilakukan, terlepas itu perbuatan yang baik maupun buruk.

Penyebab panjangnya umur manusia, diluar soal takdir tentunya, tergantung dari beberapa faktor. Tapi yang paling berpengaruh adalah pola makan. “Walaupun pola makan berpengaruh besar, tetapi jenis penyakit bawaan dari lahir, lingkungan tempat tinggal, stress atau tekanan juga berpengaruh penting pada kelangsungan hidup yang lebih lama,” Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, ahli gizi Institut Pertanian Bogor, kepada Tempo News Room, Jumat (18/7).

Seperti diketahui, banyak orang yang mampu melewati kehidupannya hingga lebih dari umur 100 tahun. Menurut Ali, mereka yang diberi berkah oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menjalani hidup lebih panjang adalah orang-orang yang terkait dengan rendahnya penyakit degeneratif. Yaitu penyakit-penyakit yang mengancam kehidupan manusia, seperti penyakit kanker, jantung koroner, diabetes dan stroke.

Mereka yang mempunyai kesempatan untuk menikmati hidup lebih lama ini adalah orang-orang yang sangat memperhatikan pola makannya. “Mereka mengurangi konsumsi kalori ke dalam tubuhnya,“ ujar Ali.

Orang-orang lanjut usia ini, mulai mengurangi konsumsi kalori dengan hanya memakan kacang-kacangan (kedelai), makan ikan dan minum teh hijau maupun teh hitam. Selain itu, mereka juga melakukan puasa seperti yang dilakukan umat Islam pada bulan Ramadhan. Juga melakukan diet terhadap jenis makanan goreng-gorengan, selain juga mengurangi porsi makan sehari-hari.

Mereka melakukannya pada awal usia 50 tahunan, disaat proses metabolisme tubuh sudah mulai lambat. “Intinya, mereka banyak makan makanan yang mengandung zat anti oksidan yang bermanfaat bagi tubuh,” kata Ali.

Ikan mengandung zat omega 3 yang sangat tinggi, yang dapat mengurangi kolesterol dalam tubuh. “Makanya yang berumur panjang itu biasanya orang Jepang, karena mereka banyak makan ikan yang mengandung omega 3,” jelasnya. Mereka juga memangkas konsumsi protein dan lemak dalam tubuh, dengan cara mengurangi makanan yang mengandung lemak dan protein hewani, seperti telor, susu, daging, keju, dsb.

Ali juga menyarankan agar para manula tersebut mulai kembali ke makanan 'back to nature' atau kembali ke alam. Diantaranya dnegan cara mengkonsumsi makanan tanpa dimasak atau menjadi seorang vegetarian. (D.A Candraningrum – TNR)

sumber: Klinik.net

 

kembali ke atas

kembali ke index aging

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan