OZZY

Fokus:

X







 

Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Depan > Usia Lanjut (Aging)  

Mencermati Beberapa Mitos Gizi

Memang untuk masalah pola makan dan gizi, selalu saja diwarnai berbagai pertanyaan yang sering bertentang dan tak jarang membuat bingung. Mana yang benar dan mana yang hanya sekedar mitos? Setiap orang mendambakan badan yang sehat, oleh karena itu berbagai cara dilakukan untuk mencapai kesehatan yang optimal. Salah satunya dengan mengkonsumsi makanan yang benar menurut ilmu gizi. Berikut ada beberapa diantara banyak mitos tentang gizi yang menjerumuskan, yang disebarluaskan setiap hari. seperti mitos susu merupakan sumber kalsium terbaik hal ini tidak benar, memang pada dasarnya kalsium sangat penting untuk mempertahankan kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis.

Namun, untuk mencapai tujuan tersebut tidak perlu hanya mengandalkan susu. karena banyak ilmuwan percaya bahwa keropos tulang dapat dicegah dengan menjaga kemampuan tubuh menahan simpanan kalsium, bukan dengan memperbanyak asupan kalsium. Penelitian kesehatan perawatan yang dilakukan secara besar - besaran di Harvard, bahwa protein hewani dalam susus dapat mengurangi kepadatan tulang. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa wanita - wanita yang lebih banyak makan protein hewani berisiko lebih besar menderita tulang lengan bahwa, oleh karen itu daripada hanya mengandalkan susu, lebih baik disarankan mengkonsumsi berbagai bahan pangan nabati. Tanaman sumber kalsium terbaik adalah sayuran daun hijau serperti sawi, bayam, brokoli juga biji - bijian seperti kenari, wijen, almond dan kacang - kacangan serta hasil olahannya seperti kacang tolo, kacang merah, tahu , tempe dll.

Benarkah makanan tertentu seperti jeruk nipis, asam jawa, atau seledri dapat membakar lemak dan melangsingkan tubuh, hal ini tidak benar. Karena pada kenyataannya, tidak ada makanan yang bisa membakar lemak. Beberapa minuman berkafein memang bisa mempercepat metabolisme tubuh menguraikan lemak untuk sementara, tetapi tidak dapat menurunkan berat badan. Cara terbaik untuk melangsingkan adalah mengurangi jumlah kalori yang dimakan dan lebih aktif secara fisik. Atau beranggapan kalau suplemen dapat menggantikan makanan bergizi hal ini juga tidak benar. Seperti namanya, suplemen hanya berfungsi sebagai tambahan makanan dan tidak dapat menggantikan makanan aslinya. Pil suplemen tidak dapat menggantikan buah dan sayuran yang mengandung nutrisi lengkap, serat zat fitoimia, apalagi menyamainya. Dengan dosis tepat mengkonsumsi vitamin sintetis baru - baru ini telah ditemukan oleh National Institute of health. Sayangnya menurut NIH, dosis asupan suplemen ini tidak mampu menggulangi ancaman kanker. untuk itulah dengan memberi suplemen gizi yang diektra dari bahan makanan sebagai pengganti campuran makanan alami, bukanlah cara yang paling baik.[her].

Selengkapnya Majalah Nirmala No.3 / IV / Maret 2003.

 

kembali ke atas

kembali ke index aging

 

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan