OZZY

Fokus:

X







 

Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Usia Lanjut (Aging)  

Tes Genetika Bantu Prediksi Kanker Payudara

Tes yang dilakukan berdasarkan tampilan sifat genetika dapat membantu meramalkan apakah seorang wanita mengidap kanker payudara yang telah menyebar ke ikatan jaringan limpa yang sangat penting untuk menentukan kemampuan bertahan hidup pasien.

Para ilmuwan di Pusat Kesehatan Universitas Carolina telah mengembangkan metode yang dapat menganalisa rangkaian ikatan sub-unit kromosom yang menentukan bagaimana tumbuhan tumor akan berperilaku dan bereaksi terhadap pengobatan yang akan menjadi panduan bagi terapi dan tindakan bagi setiap wanita.

Para dokter menggunakan ikatan jaringan limpa yang membengkak sebagai alat untuk mendiagnosa untuk mengetahui keganasan satu tumor dan mengetahui jenis terapi dan tindakan yang diperlukan pasien.

"Sampel yang kami ambil adalah sampel yang paling jelas memperlihatkan sifat gen dengan keunikannya tersendiri untuk mendapatkan gambaran diagnosa lanjut dalam memberikan pengobatan yang tepat dan akurat yang bersifat orang-perorang," kata Dr. Erich Huang dalam memberikan keterangannya.

"Kita tak dapat mengatakan kepada seorang wanita bahwa ia mengidap tumor A atau B tetapi kita dapat mengatakan perkiraan tingkat risiko yang akan ia hadapi berdasarkan sifat dan faktor gen yang khas ia miliki dan tentu berdasarkan parameter klinis."

Wanita yang penyebaran sel kankernya belum mencapai ke ikatan sub-unit kromosom memiliki peluang untuk bertahan hidup lebih tinggi dan kemampuan untuk mengalahkan penyakitnya itu ketimbang mereka yang sel kankernya telah menyebar.

Namun hal ini bukanlah hanya metode yang sekedarnya karena wanita yang tidak memiliki sel-sel kanker yang mencapai hingga sub-unit kromosom akan mempunyai ketahanan tubuh yang lebih tinggi dan banyak yang dapat disembuhkan setelah diberikan tindakan dan terapi.

Tes itu juga mengukur aktifitas bagian yang disebut meta-gen yang mempunyai rangkaian ikatan 50 sampai 100 gen yang memiliki sifat yang sama.

Penelitian tersebut memperlihatkan beberapa meta-gen ikut berperan aktif dalam penyebaran sel kanker dan dapat memperkirakan berapa besar harapan hidup pasien kanker payudara dapat sembuh.

Dalam penelitian yang dilaporkan oleh balai penelitian Lancet, Huan dan rekan sejawatnya dari Lembaga Kanker Sun Yat Sen di Taiwan yang bekerja sama dalam melakukan penelitian menemukan dari total kasus prediksi, 90 persen akurat, yang dapat mengatakan wanita mana yang tidak mempunyai sel-sel kanker yang tidak atau hanya sedikit yang mencapai hingga sub-unit kromosom,dan apakah ia dapat sembuh dalam waktu tiga tahun.

Para peneliti akan mencoba mengembangkan tehnik uji yang dapat menghilangkan hasil yang memberi dua atau lebih kemungkinan diagnosa agar memperoleh diagnosa lebih akurat.

"Dalam masa mendatang penelitian kami akan lebih difokuskan untuk mengembangkan tehnik yang lebih maju untuk mempertajam hasil analisa yang dapat menghilangkan beberapa kemungkinan diagnosa yang dapat meragukan sehingga meningkatkan kemampuan kami dalam membuat prediksi dan diagnosa yang lebih tepat dan akurat," kata profesor Joseph Nevins of Duke, salah satu peneliti dan perangkum hasil penelitian tersebut. [Tma, Ant]

Sumber: Gatra.co.id

 

kembali ke atas

kembali ke index aging

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan