|
Depan
> Usia
Lanjut (Aging)
Ditemukan Cara Baru Untuk Mendeteksi Kanker Payudara
Tes cara baru yang mengukur
jumlah kandungan air, oksigen dan unsur-unsur yang ada pada jaringan
payudara lainnya akan lebih efektif dibandingkan mammogram dalam
mendiagnosa kanker payudara, para ilmuwan mengatakan.
Para peneliti di sekolah tinggi kedokteran di
Dartmouth menggunakan beberapa jenis gelombang elektro magnetik untuk
melihat jaringan payudsara yang normal menyerap ataupun mebiaskan cahaya.
Dengan mengukur jarinan payudara yang normal, tehnik
baru dapat menolong para peneliti untuk memiliki pengetahuan yang lebih
baik dan dapat mendeteksi semua perubahan yang dapat memberi petunjuk
adanya jaringan kanker kata ketua tim penelitian Steven Poplack.
"Sangat penting bagi peneliti untuk mengetahui
bagaiman bentuk dan sifat jaringan normal sebelum memulai mencirikan
apakah pada satu jaringan terjadi penyimpangan struktur dan sifatnya,"
kata Poplack seorang profesor ahli radiologi di Hanover, New Hampshire
yang berkantor pusat Dartmouth mengatakan dalam wawancara.
Tiga macam enerji gelombang yang dilakukan dalam tes
termasuk sinar infra merah, gelomabang mikro serta gelombang listrik
tingkat rendah demikian dikatakan didalam laporan hasil penelitian yang
ada didalam majalah Radiologi edisi Mei.
Mammograms adalah tes baku bagi pasien yang diduga
mempunyai kelainan jaringan payudara dengan menggunakan sinar X untuk
mengambil foto jaringan tersebut.
Para ahli mengatakan mammograms tidak menghasilkan
sebaik semestinya pada kasus jaringan yang rapat sehingga dapat membuat
para dokter tak dapat mendeteksi kelainan jaringan pada tahap dini yaitu
adanya sel kanker pada beberapa wanita .
Mammogram juga dapat luput mendeteksi perbedaan
tumur jinak dan ganas sehingga dapat mengakibatkan risiko salah diagnosa .
Cara baru yang mempelajari jaringan normal yang
memiliki oksigen, dan hemoglobin dengan tingkat yang normal yang membawa
oksigen dalam darah .
"Jaringan payudara yang terkena kanker bersifat
lebih aktif," kata Poplack dan menggunakan lebih banyak oksigen dan
darah untuk dapat bertahan.
Para ilmuwan juga mengukur struktur dinding sel dan
kemampuan jaringan untuk menyerap dan menyimpan gelombang listrik.
Tim Poplack menggunakan teknologi alternatif yang
diuji-cobakan kepada 23 wanita kulit putih usia antara 40 hingga 79 yang
mempunyai catatan sejarah memiliki jaringan yang normal.
"Penelitian yang berlangsung selama lima tahun
dan menghabiskan biaya 7 juta dolar AS yang didanai oleh Lembaga Kesehatan
Nasional (NIH) dan Pusat Penelitian kanker yang merupakan usaha yang besar
untuk mencari cara alternatif untuk dapat menangkap gambar jaringan
payudara," kata Keith Paulsen dari NIH.
Para peneliti yang mengupayakan dana sebesar 10 juta
yang diberikan dalam bentuk bantuan bagi Lembaga Penelitian Kanker saat
ini melakukan penelitian menggunakan cara baru terhadap sejumlah wanita
yang memiliki kelainan jaringan .
Poplack mengatakan penelitian selama 5 tahun tahap
kedua diperlukan sebelum penelitian yang lebih luas dilakukan yang
melibatkan lebih banyak pasien wanita yang berasal dari etnik dan ras yang
berbeda.
Hasil penelitian yang diterapkan untuk produk yang
dapat ditawarkan ke pasar kemungkinan baru dapat terlaksana pada kurun
waktu sepuluh tahun mendatang," katanya.
Barbara Croft Kepala Lembaga Kanker Bagian program
Pendeteksian lewat pemunculan di monitor mengatakan cara alternatif sangat
dibutuhkan untuk dapat melihat bagian dalam jaringan payudara.
Sejumlah kelompok peneliti kanker payudara lainnya
juga mengatakan keterbatasan teknologi mammograms dapat menyebabkan pasien
harus menjalani biopsi yang sebenarnya tak diperlukan dan luput dari
pemantauan kasus kanker.
"Kita selama ini cenderung melakukan diagnosa
yang berlebihan atau memberikan sejumlah tes yang sebenarnya tak
diperlukan kepada sejumlah pasien karena kita tidak mempunyai gambaran
yang jelas dan spesifik," kata Wakil Kepala Kelompok Asosiasi
Pengidap Kanker Payudara, Carolina Hinestrosa yang didiagnosa penyakit
yang amat ditakuti kaum hawa itu, pada 1996.
"Kita seharusnya dapat melakukannya dengan
lebih baik," katanya.
"Setiap tes yang dapat dilakukan dengan cara
yang jauh lebih mudah dan lebih nyaman dan menghasilkan diagnosa yang
lebih akurat akan selalu disambut hangat," kata Susan Braun Kepala
Pelaksana Yayasan Kanker Payudara Susan G Komen .
Tetapi sebelum cara yang paling
akurat, lebih mudah
serta lebih nyaman ditemukan, kaum wanita harus memeriksakan dirinya
setiap bulan dan tetap menjalakan tes mammogram setiap tahunnya. "Sejauh
ini cara itu (mammogram) adalah metoda yang terbaik yang kita miliki,"
kata Braun. (Rtr/Ant/O-1)
Sumber:
Media Indonesia Online
kembali
ke atas
kembali
ke index aging |