OZZY

Fokus:

X







 

Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Usia Lanjut (Aging)  

Testosterone Tinggi Rentan Prostate

Pria yang berusia diatas 50 tahun dan memiliki tingkat hormon testosterone yang tinggi akan memiliki resiko terkena penyakit kanker. Demikian disampaikan oleh Dr. Kellogg Parsons seorang ahli urologist dari Johns Hopkins University AS dalam pertemuan tahunan di San Francisco, AS.

Hasil penelitian itu juga sekaligus menyarankan agar pria berusia 50 tahun yang memiliki tingkat hormon testosterone yang tinggi untuk melakukan terapi yang disebut dengan `testosterone replacement` yang bisa menguji apakah pria lanjut usia bisa dikatakan sehat atau tidak.

Studi dilakukan oleh Dr Kellogg atas 750 pria berusia diatas 50 tahun yang memliki tingkat testosterone yang tinggi dalam aliran darah merah dan kemungkinan mereka memiliki kanker prostate.

"Sejak dilakukan terapi testosterone replacement banyak jumlah testosterone dalam darah yang berhasil lepas,' ujar Dr Kellogg Parsons didepan peserta pertemuan tahunan the American Urological Association yang digelar di San Franciscoin.

'Pria usia lanjut dipertimbangkan mendapatkan teraoiu ini sampai ada upaya klinik yang mungkin bisa mengobatai kanker prostate.'

Sejauh ini tidak ada hubungan yang mempengaruhi pelepasan testosterone dan tingginya resiko kanker prostate dengan berat badan, tinggi badan dan perkembangan otot.

Dipertemuan itu juga ikut dipresentasikan mengenai kemungkinan pria obesitas yang mungkin mengalami obesitas setelah melakukan operasi kanker prostate.

Hasil penelitian Dr Stephen Freedlan dari Johns Hopkins juga mengayakan bahwa pria manula yang memiliki berat badan normalpun akan beresiko atas `prrostate specific antigen` atau PSA. 

PSA merupakan bagian yang memproduksi sel prostate dan kelebihan produk PSA itu akan menjadi sebuah kanker prostate.

"Hasil penelitian kami menunjukkan rata-rata pria manula obesitas beresiko atas tingkat PSA ini setelah menjalani operasi," ujar Dr. Stephen Freedland. 

Tim pimpinan Dr Stephen itu melakukan penelitian atas 1,106 pasien yang mengalami terapi di rumah sakit Veteran Militer di sejumlah negara bagian di AS.

Perlu dicatat obesitas juga mempengaruhi prankreas, payudara dan kanker usus sama dengan ancaman serangan jantung dan diabetes.

Sumber: JAKNEWS.COM-

 

kembali ke atas

kembali ke index aging

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan