OZZY

Fokus:

X







 

Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Usia Lanjut (Aging)  

Lansia Bisa Jadi Masalah Kalau...

Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat (Binkesmas) Depkes Azrul Azwar mengatakan, peningkatan jumlah Lansia menimbulkan permasalahan terutama bagi mereka yang miskin dan sakit-sakitan, seperti jantung, kencing manis, stroke dan ginjal, sehingga mengalami kesulitan membiayai pengobatan.

Sedangkan, bagi mereka yang bekerja di sektor formal seperti PNS dan pekerja swasta telah mendapat jaminan sosial berupa pensiun dan asuransi kesehatan (askes), sehingga saat memasuki Lansia tidak menderita.

Pemerintah saat ini telah memberikan kemudahan kaum Lansia, seperti pemberian potongan 20% untuk tiket transportasi, KTP seumur hidup, dan pelayanan kesehatan secara gratis di Puskesmas.

"Setiap Puskesmas saat ini memiliki klub Posyandu Lansia yang bertugas memberikan pemeriksaan, pengobatan dan melakukan olahraga sehat setiap minggu agar tetap bugar," kata Azrul.

Pernyataan Azrul itu terkait dengan peringatan Hari Lanjut Usia (Lansia) Sedunia yang jatuh tanggal 1 Oktober.

Sementara itu dalam rangka memperingati hari Lansia tersebut, ratusan orang tua berusia 60 ke atas dari berbagai wilayah di Jakarta, Selasa (1/10), merayakannya dengan berbagai kegiatan, antara lain lomba senam poco-poco, menyanyi karaoke dan bazar (pasar murah).

Peserta peringatan yang sebagian besar diikuti kaum wanita dari berbagai klub Lansia di kelurahan Jakarta tampak bergembira, sehat dan ceria saat merayakan Hari Lansia Sedunia yang diadakan Depsos itu, yang kalau untuk nasional Hari Lansia Nasional jatuh pada tanggal 29 Mei 2002.

Mensos H Bachtiar Chamsyah menyambut baik perayaan Hari Lansia Sedunia karena diisi kegiatan positif guna memberdayakan kaum Lansia agar mereka tetap sehat, tidak stres, mampu menyumbangkan pemikiran dan ikut membimbing anak cucu dalam satu keluarga.

"Kebijakan pemerintah dalam penanganan lansia, agar mereka tinggal dalam satu keluarga beserta anak dan cucu sesuai budaya masyarakat Indonesia, sehingga terjamin perlindungannya dan tidak terasing," katanya.

Kendati demikian, katanya, jika para Lansia sudah tidak memiliki anak atau keluarga atau anak tinggal di daerah yang jauh, dapat dititipkan ke panti wreda milik pemerintah atau swasta agar terpelihara kesejahteraan dan kesehatannya.

Keberhasilan pembangunan kesehatan telah meningkatkan jumlah penduduk usia lanjut (lansia) 60 tahun ke atas meningkat dari 6,6 juta jiwa (1980) menjadi 11,5 juta jiwa (1990) dan 22,5 juta jiwa (2000). [***/Ant]

sumber: Astaga.com

 

kembali ke atas

kembali ke index aging

 

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan