|
Depan
> Usia
Lanjut (Aging)
Lansia Bisa Jadi Masalah
Kalau...
Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat (Binkesmas)
Depkes Azrul Azwar mengatakan, peningkatan jumlah Lansia menimbulkan
permasalahan terutama bagi mereka yang miskin dan sakit-sakitan,
seperti jantung, kencing manis, stroke dan ginjal, sehingga
mengalami kesulitan membiayai pengobatan.
Sedangkan, bagi mereka yang bekerja di sektor formal seperti PNS dan
pekerja swasta telah mendapat jaminan sosial berupa pensiun dan
asuransi kesehatan (askes), sehingga saat memasuki Lansia tidak
menderita.
Pemerintah saat ini telah memberikan kemudahan kaum Lansia, seperti
pemberian potongan 20% untuk tiket transportasi, KTP seumur hidup,
dan pelayanan kesehatan secara gratis di Puskesmas.
"Setiap Puskesmas saat ini memiliki klub Posyandu Lansia yang
bertugas memberikan pemeriksaan, pengobatan dan melakukan olahraga
sehat setiap minggu agar tetap bugar," kata Azrul.
Pernyataan Azrul itu terkait dengan peringatan Hari Lanjut Usia (Lansia)
Sedunia yang jatuh tanggal 1 Oktober.
Sementara itu dalam rangka memperingati hari Lansia tersebut,
ratusan orang tua berusia 60 ke atas dari berbagai wilayah di
Jakarta, Selasa (1/10), merayakannya dengan berbagai kegiatan,
antara lain lomba senam poco-poco, menyanyi karaoke dan bazar (pasar
murah).
Peserta peringatan yang sebagian besar diikuti kaum wanita dari
berbagai klub Lansia di kelurahan Jakarta tampak bergembira, sehat
dan ceria saat merayakan Hari Lansia Sedunia yang diadakan Depsos
itu, yang kalau untuk nasional Hari Lansia Nasional jatuh pada
tanggal 29 Mei 2002.
Mensos H Bachtiar Chamsyah menyambut baik perayaan Hari Lansia
Sedunia karena diisi kegiatan positif guna memberdayakan kaum Lansia
agar mereka tetap sehat, tidak stres, mampu menyumbangkan pemikiran
dan ikut membimbing anak cucu dalam satu keluarga.
"Kebijakan pemerintah dalam penanganan lansia, agar mereka
tinggal dalam satu keluarga beserta anak dan cucu sesuai budaya
masyarakat Indonesia, sehingga terjamin perlindungannya dan tidak
terasing," katanya.
Kendati demikian, katanya, jika para Lansia sudah tidak memiliki
anak atau keluarga atau anak tinggal di daerah yang jauh, dapat
dititipkan ke panti wreda milik pemerintah atau swasta agar
terpelihara kesejahteraan dan kesehatannya.
Keberhasilan pembangunan kesehatan telah meningkatkan jumlah
penduduk usia lanjut (lansia) 60 tahun ke atas meningkat dari 6,6
juta jiwa (1980) menjadi 11,5 juta jiwa (1990) dan 22,5 juta jiwa
(2000). [***/Ant]
sumber: Astaga.com
kembali
ke atas
kembali
ke index aging
|