|
Depan
> Usia
Lanjut (Aging) > Referensi
Sehat
pada Usia Lanjut
Usia lanjut adalah suatu kejadian yang pasti akan dialami oleh semua
orang yang dikaruniai usia panjang, terjadinya tidak bisa dihindari oleh
siapapun, namun manusia dapat berupaya untuk menghambat kejadiannya.
Istilah untuk manusia yang usianya sudah lanjut belum ada yang baku.
Orang sering menyebutnya berbeda-beda. Ada yang menyebutnya manusia usia
lanjut (Manula), manusia lanjut usia (Lansia), ada yang menyebut
golongan lanjut umur (Glamur), usia lanjut (Usila), bahkan kalau di
Inggris orang biasa menyebutnya dengan istilah warna negara senior.
Sebenarnya, pada umur berapa orang baru bisa disebut berusia lanjut?
Jawabannya, belum ada ketentuan yang pasti. Beberapa ahli biasanya
membedakannya menurut 2 macam umur, yaitu umur kronologis dan umur
biologis.
Umur kronologis adalah umur yang dicapai seseorang dalam kehidupannya
dihitung dengan tahun almanak atau kalender. Di Indonesia batasan tadi
belum ada, tetapi dengan usia pensiun 55 tahun, berarti usia di atas 55
tahun barangkali termasuk dalam golongan usia lanjut. Namun, ada orang
lain yang menyebutnya 60 tahun ke atas atau 65 tahun ke atas yang
termasuk kelompok usia lanjut.
Umur biologis adalah usia yang sebenarnya. Pematangan jaringan yang
biasanya dipakai sebagai indeks umur biologis. Hal ini dapat menerangkan,
mengapa orang-orang berumur kronologis sama mempunyai penampilan fisik
dan mental berbeda. Untuk tampak awet muda, proses biologis ini yang
dicegah.
Biasanya bila suatu negara semakin maju, akan terjadi pergeseran
struktur penduduk. Proporsi orang berusia lanjut semakin meningkat,
sedangkan proporsi golongan orang berusia muda semakin turun. Hal ini
terjadi diperkirakan karena adanya tingkat kemakmuran, kesejahteraan,
dan angka harapan hidup semakin tinggi, sedangkan angka kematian bayi
dan anak rendah serta angka kelahiran pun turun (Kartari, 1990)
KEMUNDURAN ORGAN TUBUH
Jika proses menua mulai berlangsung, di dalam tubuh juga mulai terjadi
perubahan-perubahan struktural yang merupakan proses degeneratif.
Misalnya sel-sel mengecil atau komposisi sel pembentukan jaringan ikat
baru menggantikan sel-sel yang menghilang dengan akibat timbulnya
kemunduran fungsi organ-organ tubuh.
Beberapa kemunduran organ tubuh seperti yang disebutkan oleh Kartari
(1990), di antaranya adalah sebagai berikut :
- Kulit : Kulit berubah menjadi
tipis, kering, keriput dan
tidak elastis lagi. Dengan demikian fungsi kulit sebagai penyekat
suhu lingkungan dan perisai terhadap masuknya kuman terganggu.
- Rambut :
Rontok, warna menjadi putih, kering dan tidak mengkilat. Ini berkaitan dengan perubahan degeneratif
kulit.
- Otot : Jumlah sel otot
berkurang, ukurannya antrofi,
sementara jumlah jaringan ikat bertambah, volume otot secara
keseluruhan menyusut, fungsinya menurun dan kekuatannya berkurang.
- Jantung dan pembuluh darah : Pada manusia usia lanjut
kekuatan mesin pompa jantung berkurang. Bebagai pembuluh darah
penting khusus yang di jantung dan otak mengalami kekakuan. Lapisan
intim menjadi kasar akibat merokok, hipertensi, diabetes mellitus,
kadar kolesterol tinggi dan lain-lain yang memudahkan timbulnya
penggumpalan darah dan trombosis.
- Tulang : Pada proses menua kadar kapur
(kalsium) dalam
tulang menurun, akibatnya tulang menjadi kropos (osteoporosis) dan
mudah patah.
- Seks : Produksi hormon seks pada pria dan wanita menurun
dengan bertambahnya umur.
UPAYA HIDUP SEHAT
Seperti telah disebutkan sebelumnya, pada usia lanjut telah terjadi
berbagai kemunduran pada organ tubuh. Namun, kita tidak perlu berkecil
hati, harus selalu optimistis, ceria dan berusaha agar selalu tetap
sehat di usia lanjut. Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tetap
sehat di usia lanjut adalah yang berikut :
Faktor Gizi
Pendidikan gizi bagi kaum usia lanjut, kelompok pra pensiun dan mereka
yang akan merawat manula merupakan pencegahan yang amat penting. (Hartono,
1991). Direktorat Bina Gizi Masyarakat – Depkes RI (1991) telah
membuat buku Petunjuk Menyusun Menu bagi Usia Lanjut, yang isinya
dapat disaring sebagai berikut :
- Menu hendaknya mengandung zat gizi dari beraneka ragam
bahan makanan yang terdiri dari zat tenaga, zat pembangun dan zat
pengatur.`
- Jumlah kalori yang baik untuk dikonsumsi oleh usia lanjut
adalah 50% dari Hidrat Arang yang bersumber dari Hidrat Arang
kompleks (sayur-sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian).
- Jumlah lemak dalam makanan
dibatasi, yang 25-30% dari
total kalori.
- Jumlah protein yang dikonsumsi sebaiknya 8-10% dari total
kalori.
- Makanan sebaiknya mengandung serat dalam jumlah besar
yang bersumber pada buah, sayur dan beraneka pati, yang dikonsumsi
dengan jumlah yang bertahap.
- Menggunakan bahan makanan yang tinggi kalsium, seperti
susu nonfat, yoghurt, ikan.
- Makanan mengandung zat besi (Fe dalam jumlah
besar,
seperti kacang-kacangan, hati,daging, bayam atau sayuran hijau.
- Membatasi penggunaan garam. Perhatikan label makanan yang
mengandung garam, seperti adanya monosodium glutamat, sodium
bikarbonat, sodium citrat.
- Bahan makanan sebagai sumber zat gizi sebaiknya dari
bahan makanan yang segar dan mudah dicerna.
- Hindari bahan makanan yang mengandung alkohol dalam
jumlah besar.
- Makanan sebaiknya yang mudah dikunyah, seperti bahan
makanan lembek.
- Olahraga
Usia bertambah tingkat kesegaran jasmani akan turun. Penurunan
kemampuan akan semakin terlihat setelah umur 40 tahun, sehingga saat
usia lanjut kemampuan akan turun antara 30-50%. (Kusmana, 1992).
Oleh karena itu, bila para usia lanjut ingin berolahraga harus
memilih sesuai dengan umur kelompoknya, dan kemungkinan adanya
penyakit. Olahraga usia lanjut perlu diberikan dengan berbagai
patokan, antara lain beban ringan atau sedang, waktu relatif lama,
bersifat aerobik dan atau kalistenik, tidak kompetitif/bertanding.
Beberapa contoh olahraga yang sesuai dengan batasan di atas, yaitu
jalan kaki, dengan segala bentuk permainan yang ada unsur jalan
kaki, misalnya golf, lintas alam, mendaki bukit, senam dengan faktor
kesulitan kecil, dan olahraga yang bersifat rekreatif dapat
diberikan. Dengan latihan otot manusia usia lanjut dapat menghambat
laju perubahan degeneratif.
- Lain-lain
Hal-hal lain yang tak kalah pentingnya untuk diperhatikan dalam
menjaga kesehatan seseorang, yaitu yang sebagai berikut :
- Kerja ringan : tidak boleh
bermalas-malasan, tanpa
mengurangi tidur dan istirahat yang cukup;
- Sebaiknya tidak merokok, karena orang merokok sangat
berisiko mudah terkena serangan berbagai penyakit, seperti
mempercepat menderita serangan jantung, kanker, paru-paru, TBC,
tekanan darah tinggi.
- Memeriksakan kesehatan secara teratur biarpun tidak
sakit, dan cepat berobat bila sakit. (Kartari, 1990).
DAFTAR PUSTAKA
1. Direktorat Bina Gizi Masyarakat Depkes RI, 1991. Petunjuk Menyusun
Menu bagi Usia Lanjut. Departemen Kesehatan, Jakarta.
2. Hartono, Andry. 1991. “Gizi bagi Manula”, Kompas, 18 Agustus.
3. Kartari DS, 1990. “Manusia usia lanjut”. Disampaikan dalam
Diskusi Ilmiah Badan Litbangkes Depkes RI, Jakarta, 30 Januari.
4. Kusmana, Dede. 1992. Olahraga pada usia Lanjut. Simposium Menuju
Hidup Sehat pada Usia Lanjut. Bogor, 7 November.
sumber: infokes.com
Materi lainnya:
|