OZZY

Fokus:

X







 

Depan > Usia Lanjut (Aging)  

Pasien Lansia Berisiko Kekurangan Gizi

Pasien lanjut usia yang dirawat di rumah sakit berisiko tinggi untuk mengalami malnutrisi (kekurangan gizi) karena para perawat tidak mempunyai waktu yang cukup untuk menyuapi para pasien lansia, demikian disampaikan Age Concern, kelompok sosial Sabtu.

Age Concern mencanang kampanye untuk meningkatkan kesadaran akan masalah tersebut, dan kelompok itu mengatakan enam dari 10 pasien usia lanjut menderita kekurangan gizi atau mengalami kemunduran kesehatan saat mereka dirawat di rumah sakit.

Selanjutnya dikatakan kondisi kekurangan gizi menelan biaya sebesar 7,3 milyar pound setiap tahunnya karena pasien kekurangan gizi dirawat dirumah sakit lebih lama dan tiga kali kemungkinannya lebih besar untuk mengalami komplikasi selama operasi dan memiliki rata-rata angka kematian yang jauh lebih tinggi.

"Rumah sakit menjadi tempat yang berbahaya bagi kesehatan para lanjut usia ," kata presiden direktur Age Concern, Gordon Lishman.

"Sebagian besar para lanjut usia ditolak untuk permintaan pelayanan perawatan dasar kesehatan, dan menyebabkan ribuan pasien lanjut usia mengalami kekurangan gizi."

Sungguh sangat mengejutkan karena harga diri seseorang diremehkan begitu saja dan Age Concern kini melakukan kampanye untuk menentang praktek-praktek semacam itu ."

Age Concern melakukan survei terhadap 500 orang perawat dan menemukan sembilan dari 10 orang perawat tidak memiliki waktu yang cukup bagi pasien yang membutuhkan bantuan dalam urusan masalah makan makanan mereka dan mengatakan sebagai hasilnya pasien diatas usia 80 tahun memiliki risiko lima kali lipat kekurangan gizi dari pada mereka yang berusia dibawah 50 tahun.

Pauline Ford dari Akademi Ilmu Perawat di Inggris mengatakan hasil survei tersebut memperlihatkan telah terjadi masalah yang cukup serius, kekurangan tenaga kerja perawat di hampir setiap rumah sakit dan "waktu menjadi hal yang paling mewah" bagi para perawat.

"Satu hal yang paling tak dapat diterima adalah para pasien tidak menerima bantuan yang mereka butuhkan," kata Ford.

"Para perawat sesungguhnya sangat menginginkan untuk dapat memenuhi standard pelayanan seperti yang telah mereka pelajari se masa pendidikan namun dukungan dan sumber daya manusia yang cukup jumlahnya diperlukan untuk memenuhi kondisi pelayanan sesuai standar."

"Hal yang utama adalah mereka memerlukan waktu yang cukup untuk melakukannya." kata Ford lagi.

Menteri Kesehatan kerajaan Inggris Caroline Flint mengatakan kepada Radio BBC ia saddar betul akan adanya sejumlah masalah di sejumlah rumah sakit namun menekankan usaha peningkatan disertai perbaikan dalam pelayanan kesehatan telah dilakukan.

"Sudah jelas bagi kita bahwa ada sejumlah orang tidak menerima pelayanan yang sepatutnya mereka terima," kata Flint.

"Kami telah menargetkan hal ini jauh sebelum laporan mengenai pelayanan kesehatan ini keluar, dan pada pertemuan mendatang akan dibahas bagaimana kebijakan ini akan dilaksanakan."

"Salah satu tuntutan adalah agar pemerintah mengembalikan wewenang kepada para staf medis, karena itu kami memiliki 3000 tenaga tambahan yang salah satu tugasnya adalah menangani soal makan para lansia, yang dapat memastikan para pasien lanjut usia kebutuhan gizinya terpenuhi, kebersihan makanannya terjaga, tetapi juga harga dirinya tetap dijunjung tinggi.

"Makanan, perawatan dengan kasih, sensitifitas serta memperlakukan seorang pasien dengan penuh rasa hormat adalah hal-hal yang penting dalam pelayanan kesehatan yang sepantasnya mereka (pasien terutama para lansia) terima ."

Age Concern mengusung kampanye dengan tema "harapan untuk didengar" maka organisasi sosial itu menyeru kepada pihak rumah sakit untuk memperkenalkan "program makan yang terjamin" dimana para perawat memberikan perhatian penuh dalam hal bantuan memberikan makanan pada pasien terutama mereka yang lanjut usia. (Reuters/Ant/OL-01).

sumber: Media Indonesia Online

 

kembali ke atas

kembali ke index aging

 

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan