Informasi Buku
Buku-buku baru terbitan Pusat
Studi Kependudukan
dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada
|


Order
here |
Citra
Perempuan dalam Iklan Stimulan Seksual.
Yogyakarta: Kerjasama Ford Foundation dengan
Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas
Gadjah Mada, 2004.
ISBN 979-3969-01-6
Buku
ini merupakan laporan hasil penelitian tentang isi iklan
stimulan seksual yang termuat di empat media massa cetak
Surabaya. Ada
beberapa cetak yang sengaja menampilkan informasi ini
kepada pembacanya dan membidik pembaca laki-laki secara
khusus. Karena
targetnya adalah laki-laki, iklan stimulan seksual yang
diketengahkan menampilkan kelemahan dan kekurangan
perempuan, seperti bagaimana harus merawat tubuhnya
supaya lebih disayang suami.
Isi iklan yang seperti ini menjadi sangat bias
gender dan membutuhkan kedewasaan, baik laki-laki maupun
perempuan, sebagai pembaca untuk menyikapinya.
|
|
|


Order
here |
Utang
Selilit Pinggang: Sistem Ijon dalam Perdagangan Anak
Perempuan. Yogyakarta:
Kerjasama Ford Foundation dengan Pusat Studi
Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada,
2004.
ISBN 979-8386-98-3
Tulisan
ini menyajikan gambaran bagaimana sistem ijon yang biasa
ditemui dalam sistem penjualan produk pertanian juga
dapat ditemui dalam mekanisme perdagangan anak. Dijual pada usia muda tanpa mendapatkan keuntungan, anak-anak
perempuan yang berjualan teh botol di Jakarta ini
dijerat dalam lilitan utang yang membuat mereka semakin
sulit untuk meninggalkan industri seks ini.
Berbagai bentuk eksploitasi dilakukan oleh
aktor-aktor yang terlibat dalam jaringan perdagangan
anak dengan sistem ijon ini, tanpa anak-anak perempuan
itu menyadarinya. |
|
|


Order
here |
Penegakan
Hukum, Pelacuran, dan HIV/AIDS.
Yogyakarta: Kerjasama Ford Foundation dengan
Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas
Gadjah Mada, 2004.
ISBN 979-3969-00-8
Buku
ini merupakan hasil penelitian yang mengambil latar
belakang Kota Makassar yang diketahui ada inkonsistensi
dalam penegakan hukum yang berkaitan dengan bisnis
pelacuran. Sebagai
salah satu jalan penularan HIV/AIDS, pelacuran belum
ditanggapi secara serius oleh aparat pemerintah daerah,
setidaknya untuk menyosialisasikan praktik seks aman.
Berbagai upaya penanggulangan yang ada justru
masih menempatkan posisi perempuan sebagai yang
terpinggirkan dan termarginalkan. |
|
|


Order
here
|
Utang
Budaya Perempuan Tana Toraja.
Yogyakarta: Kerjasama Ford Foundation dengan
Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas
Gadjah Mada, 2004.
ISBN 979-3969-02-4
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme perdagangan
perempuan yang terjadi.
Tidak jarang calon TKW ini terjerumus ke dalam
sindikat perdagangan perempuan karena mereka terjerat
utang dengan para perekrut.
Dalam kasus Tana Toraja, kaum perempuan menjadi
TKW karena mereka membutuhkan banyak uang, sementara
faktor tempat asal tidak mendukung.
Di samping itu, tradisi mengadakan upacara adat
yang memakan biaya tidak sedikit turut memaksa mereka
merantau demi mendapatkan uang yang lebih banyak.
Kenyataan ini sangat disadari oleh para perekrut
sehingga mereka dapat dengan mudah menjerat para
perempuan itu untuk menjadi calon TKW walaupun akhirnya
mereka hanya diperdagangkan untuk tujuan seksual. |
|
|


Order
here
|
Infeksi
Menular Seksual, Terkendalikah?
Yogyakarta: Kerjasama Ford Foundation dengan
Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas
Gadjah Mada, 2004.
ISBN 979-3969-03-2
Meskipun
telah banyak tulisan mengenai implementasi
desentralisasi, buku ini tidak hanya berhenti pada
deskripsi implementasi kebijakan desentralisasi di
daerah. Studi ini mengkaji persoalan desentralisasi secara lebih
mendalam dengan menggali efek desentralisasi terhadap
kebijakan di bidang kesehatan, terutama program-program
penanggulangan dan pencegahan IMS (Infeksi Menular
Seksual) serta reaksi masyarakat yang termajinalkan
(seperti PSK dan waria) terhadap berbagai program
tersebut. Dengan
menganalisa kebijakan desentralisasi di sektor kesehatan
serta berbagai program pencegahan dan penanggulangan IMS
di Yogyakarta, buku ini mengajak pembaca untuk lebih
memahami bahaya penyebaran IMS di Yogyakarta, terutama
dengan sikap Pemda Kota Yogyakarta yang masih ambiguous
dalam menghadapi persoalan ini. |
|
|

Order
here
|
Respons
LSM terhadap Perdagangan Anak Perempuan.
Yogyakarta: Kerjasama Ford Foundation dengan
Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas
Gadjah Mada, 2004.
ISBN 979-8368-94-0
Buku
ini membahas lebih jauh tentang respons LSM terhadap
anak perempuan yang diperdagangkan di Surabaya.
Sebagai pusat perekonomian terbesar kedua di
Indonesia setelah Jakarta, Surabaya sangat berpotensi
menjadi daerah transit dan tujuan perdagangan anak
perempuan. Data
yang ada mengindikasikan bahwa jumlah anak perempuan
yang diperdagangkan di Surabaya bertambah dari waktu ke
waktu. Sebagian
besar dari mereka terjerumus ke dunia pelacuran.
Namun kenyataan ini tampaknya belum direspons
secara serius oleh lembaga-lembaga yang terkait langsung
dengan penanganan masalah perdagangan anak perempuan
tidak terkecuali LSM.
Dengan menguraikan faktor-faktor penyebab
ketidakefektifan penanganan kasus-kasus perdagangan anak
perempuan, buku ini sampai pada kesimpulan bahwa LSM
bersama dengan lembaga-lembaga terkait lainnya masih
perlu berbenah diri jika benar-benar ingin mengeliminasi
tindak perdagangan anak perempuan di Surabaya. |
|
|


Order
here |
Menggagas
Model Penanganan Perdagangan Anak: Kasus Sumatra Utara.
Yogyakarta: Kerjasama Ford Foundation dengan
Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas
Gadjah Mada, 2004.
ISBN 979-8368-99-1
Buku
ini merupakan hasil penelitian yang mengungkapkan
fenomena perdagangan anak untuk pelacuran dengan
mengambil kasus di Sumatra Utara.
Bertujuan untuk mengetahui persepsi dan respons
institusi, baik pemerintah maupun non pemerintah,
terhadap masalah perdagangan anak serta mengkaji model
kebijakan untuk menanggulangi masalah tersebut. |
|
|


Order
here |
Tragedi
Perdagangan Amoi Singkawang.
Yogyakarta: Kerjasama Ford Foundation dengan
Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas
Gadjah Mada, 2004.
ISBN 979-8368-95-9
Buku
ini mencoba mengupas fenomena “mengapa perdagangan
amoi Singkawang terjadi, berlangsung hingga kini, dan
sulit untuk dihapuskan?”
Memang, di satu sisi, perdagangan amoi mampu
mengembangkan perekonomian Kota Singkawang.
Namun di sisi lain, perkembangan tersebut
menyaratkan amoi sebagai tumbalnya.
Banyak di antara amoi yang diperdagangkan
mengalami penipuan, pemaksaan untuk menjadi pelacur,
bahkan penyiksaan fisik dari para calo dan laki-laki
Taiwan/Hongkong yang mengawininya.
|
|
|


Order
here
|
Melacur
Demi Hidup: Fenomena Perdagangan Anak Perempuan di Palembang.
Yogyakarta: Kerjasama Ford Foundation dengan Pusat
Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada,
2004.
ISBN 979-8368-92-4
Buku
ini berguna untuk menambah informasi tentang keberadaan
praktik perdagangan anak perempuan untuk pelacuran yang
terjadi di Palembang. Melalui
buku ini, ditemukan bahwa sebagai sebuah masalah publik,
kasus-kasus perdagangan perempuan kurang diperhatikan dan
ditangani secara serius.
Kenyataan ini dilatarbelakangi oleh adanya persepsi
masyarakat yang cenderung menyempitkan masalah perdagangan
anak perempuan dalam kaitannya dengan pelacuran dan lokalisasi
semata. Sebagai
akibatnya, penanganan terhadap kasus-kasus yang ada kurang
berpihak kepada anak perempuan sebagai korbannya. Dalam buku ini didiskripsikan mengenai profil, karakteristik,
dan mekanisme perdagangan anak perempuan untuk pelacuran di
wilayah penelitian dalam rangka merekomendasikan kebijakan
publik tentang masalah perdagangan anak perempuan untuk
pelacuran yang lebih adil gender.
|
|