|
Depan
> Gender & Kekerasan terhadap Perempuan
DAFTAR ISI:
Sunat
dan Pelanggaran Hak
Rasanya semakin tidak mudah menjadi perempuan
muslimah di Indonesia. Berbagai kebijakan pemerintah di
daerah bernuansa agama dikeluarkan untuk mengontrol dan
mengekang ruang gerak mereka. Perempuan dicitrakan
(kembali) sebagai penggoda dan sumber maksiat sehingga
mereka harus ditutup rapat dan dilarang keluar rumah
pada malam hari.
Perjalanan
Mendobrak Mitos Kelaziman
Proses
advokasi penganggaran berbasis kinerja responsif jender
adalah sebuah perjalanan menemukan kembali harapan yang
telah begitu lama ditepiskan. Tentu saja itu bukan
perjalanan gampang
Mewujudkan Anggaran Berkeadilan Jender
Jalan untuk meretas hambatan sosial, politik, dan budaya di tingkat
eksekutif dan legislatif untuk melakukan reformasi di bidang tata kelola
penyusunan anggaran supaya lebih berkeadilan jender tampaknya masih
teramat panjang.
ARTIKEL
MEDIA MASSA
Mencubit
'Titipan Setan'
Sunat
dijalankan dengan cara berbeda-beda. Yang sama adalah
obyeknya, klitoris. Yang mengagetkan, "Tujuh puluh
dua persen dilakukan dengan cara-cara berbahaya dan 28
persen dilakukan secara simbolis," kata Sri
Hermianti, Direktur Bina Kesehatan Ibu dan Anak,
Departemen Kesehatan.
Yang Alami Kekerasan Harus Dilindungi
Ada perubahan pendekatan yang kini dilakukan
Departemen Sosial dalam menangani anak-anak yang mengalami kekerasan. Jika
dulu hanya dengan pendekatan rehabilitasi, kini ditambah proteksi.
Intinya, anak-anak yang mengalami kekerasan harus dilindungi.
Jangan Reduksi Amandemen UU Kesehatan
Yth Bapak Presiden, satu dari sembilan perempuan meninggal karena aborsi
tidak aman oleh dukun pijat, jamu peluntur dan praktik-praktik yang tidak
bertanggungjawab lainnya. Saya mendukung Amandemen UU No 23/1992 yang bukan
melegalisasi aborsi, tetapi merujuk pada pentingnya aturan standar prosedur aman
yang menjamin keselamatan jiwa perempuan. Tolong kirim sms ini ke Presiden.
Perempuan,
Aborsi dan Patriarki
Benarkah persoalan yang dihadapi perempuan yang
hendak melakukan aborsi begitu sederhana seperti yang
tercermin dalam berbagai argumentasi kelompok pro-life
dan pro-choice?
|