website informasi kesehatan reproduksi

OZZY

Fokus:

X


Halaman Depan
Informasi Buku
Situs Lain yang Berhubungan

Kirim Kritik dan Saran Anda

 

Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Informasi

Follow up Pelatihan Konselor Tes HIV:  Perlunya Juklak Hitam di atas Putih

Institusi belum ada kasus atau belum mewajibkan konseling tes HIV, sehingga hampir semua konselor belum menangani konseling tes HIV. Itulah yang terlontar dari peserta diskusi dalam acara follow up pasca Pelatihan Konselor Tes HIV kerja sama PKBI DIY-Galang-LP3Y 13-15 Mei 2002 yang berlangsung hari Rabu, 28 Juni bertempat di LP3Y. Hadir pada kesempatan tersebut konselor dari institusi RS DKT, RSU PKU Muhammadiyah, RS Panti Rapih, RS Panti Nugroho, RS Morangan, Griya Lentera, Yayasan Hana, Klinik PKBI serta JOY. Acara dipandu oleh Henry Puteranto dari PKBI dan juga dihadiri Kusminari (PKBI DIY), Nasrun Hadi, S.Ked (PKBI DIY) dan Slamet Riyadi (LP3Y).

Diskusi ditekankan pada tiga aspek, aksi tindak lanjut pasca pelatihan, hambatan, serta solusi. Beberapa peserta mengungkapkan hambatan lebih pada alasan struktural, seperti kebijakan atasan yang belum mewajibkan konseling tes HIV, membuat peran konselor belum bisa diwujudkan. Institusi rumah sakit misalnya, konseling biasanya dilakukan oleh dokter yang menganjurkan untuk tes HIV yang mungkin belum memenuhi standar pre dan post konseling.

Sementara itu laboratorium swasta juga masih belum melakukan pre dan post konseling. Konseling juga dilakukan oleh dokter yang ditunjuk laboratorium yang bersangkutan dan hanya bila hasilnya positif. Solusi untuk masalah ini diusulkan agar dibuat edaran resmi dari Dinas Kesehatan DIY sebagai ‘penguat’ karena kebiasaan selama ini bila belum ada juklak (petunjuk pelaksanaan) yang tertulis maka dianggap bisa diabaikan.

Sedangkan institusi yang tidak menyelenggarakan tes HIV, Griya Lentera misalnya, mempertanyakan kewenangan konselor dari Griya Lentera untuk melakukan pre dan post konseling, karena sebelumnya bila ada kasus langsung dirujuk ke Klinik PKBI.

Wakil institusi RS DKT selain menyatakan belum ada kasus yang ditangani, juga menghimbau upaya preventif untuk ‘menembus’ institusi TNI, mengingat selama ini institusi tersebut masih jarang dijangkau dalam upaya pencegahan transmisi HIV/AIDS. Padahal fakta di lapangan anggota TNI juga rentan tertular mengingat mereka juga sering ditugaskan jauh dari keluarga.

Kusminari pada kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa Dinkes DIY pernah melontarkan rencana pelatihan konselor tes HIV dengan penyelenggara RS Sardjito. Namun sampai dengan saat pelatihan konselor tes HIV yang diselenggarakan oleh PKBI-Galang-LP3Y selesai, rencana itu belum terwujud. Patut dipertanyakan kelanjutan rencana tersebut agar tidak terjadi penghamburan dana. Rasanya lebih efektif mengoptimalkan konselor yang telah ada. Dana yang direncanakan untuk pelatihan konselor bisa dialokasikan untuk pelatihan lain, misalnya universal precaution seperti yang pernah diungkapkan oleh Yulia Irine dari Dinas Kesehatan DIY beberapa waktu yang lalu namun sampai sekarang belum terwujud.

Pada akhir acara disepakati bahwa pertemuan selanjutnya akan diselenggarakan pada bulan Agustus minggu ketiga. Untuk lebih memberdayakan konselor dan mengoptimalkan perannya. (Th. Puspitawati).

Sumber: Newsletter PMP AIDS Edisi 51 Juli 2002, hal. 3

 

kembali ke atas

kembali ke index informasi

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan