|
Pemilihan
Putra-Putri Bali Peduli AIDS: Membentengi Diri Sejak Dini
|
 |
Pada
hari Sabtu tanggal 10 Agustus 2002 yang lalu, Bali + menggelar
acara Pemilihan Putra & Putri Bali Peduli AIDS 2002. Acara
ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta remaja dalam
menaggulangi bahaya IMS (Infeksi Menular Seksual), Narkoba dan
HIV/AIDS serta memberikan dukungan bagi Odha (orang dengan
HIV/AIDS).
|
Kegiatan
ini diikuti oleh 29 peserta yang terdaftar. Tetapi sebelumnya banyak
juga yang mengundurkan diri setelah mengetahui aturan main yang akan
dilombakan,seperti adanya test wawancara di panggung.
Akhirnya
pasangan Gede Agus Hendra Sujana dan Ratih Novianthy terpilih
sebagai pemenang I Putra
dan Putri Bali Peduli AIDS 2002 di Gedung Natya Mandala, STSI
Denpasar. Dengan demikian keduanya ditetapkan menjadi duta Bali
dalam mengemban tugas terjun ke lapangan, secara sukarela dalam
memberi informasi yang benar tentang HIV/AIDS dan penularannya, juga
masalah narkoba dan ohida.
Pemenang
II dan III untuk putra dan putri masing-masing: Yen Fatahilla, I.A
Indira Mandini Manuaba dan Trisna Adijaya, Agung Putu Suryatini.
Pasangan putra putri peduli AIDS terpilih ketika diminta komentarnya
mengaku siap terjun ke masyarakat baik di kota sampai ke pelosok
tanpa merasa terbebani. Keduanya mengakui tingkat penularan virus
HIV AIDS terutama di kalangan remaja sudah pada tingkat sangat
meresahkan. Sementara itu, perilaku remaja sulit dikontrol dan
informasi yang beredar di masyarakat tak semuanya benar.
"Saat
ini masih banyak mitos salah yang berlaku di masyarakat,"
ungkap Ratih. Keduanya mengaku bangga dan mendukung kegiatan
positif tersebut dan berjanji akan bekerja semaksimal mungkin.
Langkah pertama yang akan dilakukan adalah menyebarkan informasi
dari lingkungan terdekat keluarga, sekolah dan masyarakat.
Sementara
itu, Baby Jim Aditya, aktivis LSM yang sudah sepuluh tahun bergelut
meneliti penyebaran AIDS mengaku salut dengan keberanian Bali
menggelar ajang pemilihan putra putri Bali peduli AIDS dan berharap
langkah tersebut diikuti oleh daerah lainnya. Ia berharap kedua duta
Bali siap dan secara sadar melakukan penelitian dan menyebarkan
informasi meski terkadang harus dilecehkan di masyarakat.
Hal
mencengangkan diungkapkan Baby, berdasarkan survai terakhir yang
dilakukan di Kampung Bali, Jakarta akhir Juli tahun ini, dari 57
orang yang diteliti, tercatat 54 orang positif mengidap HIV AIDS.
"Itulah kenyataan, kita jangan munafik mari bentengi diri
dengan iman dan kewaspadaan," ungkap ibu dua putra ini prihatin.
Sementara
ketua panitia Utami Dewi, S.E. mengakui dalam ajang pertama kali ini
masih banyak hambatan yang dihadapi diantaranya, masalah dana,
sedikitnya minat peserta padahal sudah disosialisasikan di
lingkungan sekolah maupun universitas. Ia optimis kegiatan tersebut
akan berlanjut dan kalau tak bisa digelar setahun sekali mungkin dua
tahun sekali.
(Hatara
Bali+)
kembali
ke atas
kembali
ke index informasi |