website informasi kesehatan reproduksi

OZZY

Fokus:

X


Halaman Depan
Informasi Buku
Situs Lain yang Berhubungan

Kirim Kritik dan Saran Anda

 

Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Informasi

Pemilihan Putra-Putri Bali Peduli AIDS: Membentengi Diri Sejak Dini

Pada hari Sabtu tanggal 10 Agustus 2002 yang lalu, Bali + menggelar acara Pemilihan Putra & Putri Bali Peduli AIDS 2002. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta remaja dalam menaggulangi bahaya IMS (Infeksi Menular Seksual), Narkoba dan HIV/AIDS serta memberikan dukungan bagi Odha (orang dengan HIV/AIDS).  

Kegiatan ini diikuti oleh 29 peserta yang terdaftar. Tetapi sebelumnya banyak juga yang mengundurkan diri setelah mengetahui aturan main yang akan dilombakan,seperti adanya test wawancara di panggung.

Akhirnya pasangan Gede Agus Hendra Sujana dan Ratih Novianthy terpilih sebagai pemenang I  Putra dan Putri Bali Peduli AIDS 2002 di Gedung Natya Mandala, STSI Denpasar. Dengan demikian keduanya ditetapkan menjadi duta Bali dalam mengemban tugas terjun ke lapangan, secara sukarela dalam memberi informasi yang benar tentang HIV/AIDS dan penularannya, juga masalah narkoba dan ohida.

Pemenang II dan III untuk putra dan putri masing-masing: Yen Fatahilla, I.A Indira Mandini Manuaba dan Trisna Adijaya, Agung Putu Suryatini. Pasangan putra putri peduli AIDS terpilih ketika diminta komentarnya mengaku siap terjun ke masyarakat baik di kota sampai ke pelosok tanpa merasa terbebani. Keduanya mengakui tingkat penularan virus HIV AIDS terutama di kalangan remaja sudah pada tingkat sangat meresahkan. Sementara itu, perilaku remaja sulit dikontrol dan informasi yang beredar di masyarakat tak semuanya benar.

"Saat ini masih banyak mitos salah yang berlaku di masyarakat," ungkap Ratih.  Keduanya mengaku bangga dan mendukung kegiatan positif tersebut dan berjanji akan bekerja semaksimal mungkin. Langkah pertama yang akan dilakukan adalah menyebarkan informasi dari lingkungan terdekat keluarga, sekolah dan masyarakat.

Sementara itu, Baby Jim Aditya, aktivis LSM yang sudah sepuluh tahun bergelut meneliti penyebaran AIDS mengaku salut dengan keberanian Bali menggelar ajang pemilihan putra putri Bali peduli AIDS dan berharap langkah tersebut diikuti oleh daerah lainnya. Ia berharap kedua duta Bali siap dan secara sadar melakukan penelitian dan menyebarkan informasi meski terkadang harus dilecehkan di masyarakat.

Hal mencengangkan diungkapkan Baby, berdasarkan survai terakhir yang dilakukan di Kampung Bali, Jakarta akhir Juli tahun ini, dari 57 orang yang diteliti, tercatat 54 orang positif mengidap HIV AIDS. "Itulah kenyataan, kita jangan munafik mari bentengi diri dengan iman dan kewaspadaan," ungkap ibu dua putra ini prihatin.

Sementara ketua panitia Utami Dewi, S.E. mengakui dalam ajang pertama kali ini masih banyak hambatan yang dihadapi diantaranya, masalah dana, sedikitnya minat peserta padahal sudah disosialisasikan di lingkungan sekolah maupun universitas. Ia optimis kegiatan tersebut akan berlanjut dan kalau tak bisa digelar setahun sekali mungkin dua tahun sekali. (Hatara Bali+)

 

kembali ke atas

kembali ke index informasi

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan