|
Harapan
Hidup Penduduk Indonesia 2025 Mencapai 73,7 Tahun
Angka harapan hidup sekitar 273,65
juta jiwa penduduk Indonesia pada 2025 diperkirakan dapat mencapai
73,7 tahun, meningkat 4,7 tahun dari angka harapan hidup saat ini
yang hanya 69,0 tahun.
Pada periode 20 tahun yang akan
datang, Indonesia diperkirakan dapat menekan angka kelahiran total
atau total fertility rate dan angka kematian bayi atau infant
mortality rate serta meningkatkan jumlah penduduk usia lanjut (65
tahun ke atas).
Data tersebut tertuang dalam buku Proyeksi
Penduduk Indoensia 2005 yang disusun oleh Menteri Negara
Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas dan Badan Pusat
Statistik yang bekerja sama dengan lembaga dana Kepedudukan
PBB/UNFPA, yang diluncurkan di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa.
Menurut perkiraan BPS, angka
kelahiran total yang saat ini mencapai 2,23 bayi per wanita akan
turun menjadi 2,07 bayi per wanita pada 2025. Selain itu, angka
kematian bayi juga dapat ditekan dari 32 bayi per 1000 kelahiran
hidup menjadi 15 bayi per 1000 kelahiran hidup.
Sementara itu, proporsi penduduk usia
lanjut akan meningkat dari 5 persen saat ini menjadi 8,5 persen pada
2025.
Menurut Kepala BPS, Dr Choiril Maksum
pembuatan proyeksi penduduk dengan kurun waktu yang panjang
dimaksudkan agar hasilnya dapat dipergunakan terutama untuk
perencanaan jangka panjang.
Proses penyusunan proyeksi penduduk
itu dimulai pada pertengahan November 2004 dengan kerjasama beberapa
lembaga terkait antara lain, Departemen Kesehatan (Depkes), Badan
Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Departemen Tenaga
Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) dan Ikatan Peminat dan ahli
Demografi Indonesia (IPADI) serta tim konsultan yang terdiri dari
para pakar demografi dan statistik.
Proyeksi penduduk itu oleh pemerintah
akan dijadikan acuan penyusunan kebijakan publik khususnya kebijakan
yang membutuhkan dukungan data kependudukan.
Harapan yang sama juga diungkapkan
perwakilan UNFPA untuk Indonesia, Benard Coquelin.
"Buku proyeksi penduduk ini,
dapat digunakan untuk mengantisipasi perubahan demografi masa depan
dan memungkinkan pemerintah untuk membuat kebijakan dan peraturan
yang tepat," kata Coquelin.
Dalam sambutannya dia juga
mengingatkan tentang peningkatan proporsi penduduk usia lanjut.
Coquelin mengatakan bahwa pemerintah
perlu memberikan perhatian lebih mengenaik kebijakan nasional
terkait penduduk usia lanjut dan penerapannya serta merencanakan
program-program khusus untuk memastikan pemberdayaan dan
kesejahteraan penduduk usia lanjut. (Ant/OL-03)
sumber: Media
Indonesia online, Selasa, 2 Agustus 2005
kembali
ke atas
kembali
ke index informasi |