website informasi kesehatan reproduksi

OZZY

Fokus:

X


Halaman Depan
Informasi Buku
Situs Lain yang Berhubungan

Kirim Kritik dan Saran Anda

 

Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Informasi

ASAS-ASAS PENANGGULANGAN HIV/AIDS
Masukan dari Peserta Pertemuan Nasional 
Orang dengan HIV/AIDS II – 2001

HIV/AIDS telah ada dalam kehidupan masyarakat Indonesia sejak tahun 1987.  Karena stigma yang melekat dengan HIV/AIDS, masalah kesehatan ini selalu diliputi nuansa ketakutan dan rasa malu. Berakar dari sana, muncul berbagai persoalan lain yang harus dihadapi orang yang terinfeksi HIV selain urusan kesehatannya itu sendiri. Pandangan negatif dari masyarakat, penolakan oleh tenaga kesehatan dan penyedia layanan lainnya, peraturan yang diskriminatif, pemberitaan media massa yang sensasional, dan pembocoran status HIV seseorang adalah beberapa masalah yang dialami oleh cukup banyak orang yang terinfeksi HIV. Selain itu, keterbatasan informasi dan kesiapan tenaga kesehatan, serta kurangnya akses pada pengobatan dilihat sebagai kendala yang sangat membatasi orang HIV-positif untuk memperpanjang masa tanpa gejala atau masa produktifnya sebagai manusia.

Jumlah orang yang terinfeksi HIV di Indonesia terus bertambah. Bahkan pada The 6th International Congress on AIDS in Asia and the Pacific di Melbourne bulan Oktober 2001 lalu, Indonesia disebut oleh dr. Peter Piot, Executive Director UNAIDS, sebagai negara dengan epidemi yang meledak. Namun HIV/AIDS jangan sekadar dipresentasikan dan dilihat sebagai statistik semata. Setiap angka dalam statistik mewakili satu orang manusia yang mempunyai martabat, hak dan kewajiban seperti manusia lainnya.

 

Kami peserta Pertemuan Nasional Orang dengan HIV/AIDS II, yaitu orang-orang yang hidup dengan HIV beserta keluarga, teman dan pendampingnya, melihat diri kami sebagai bagian dari penyelesaian. Orang dengan HIV/AIDS bukan obyek atau sasaran semata, melainkan mempunyai peran dan tanggung jawab dalam upaya dukungan dan pencegahan AIDS. Sebagai orang yang hidupnya tersentuh langsung oleh HIV, kami juga adalah pihak yang merasakan dampak dari segala kebijakan dan program AIDS yang ada, atau kekosongan dari keduanya. Kami prihatin akan keterbatasan dukungan untuk orang HIV-positif di Indonesia saat ini dan sikap-sikap serta tindakan diskriminatif yang masih dialami orang HIV-positif sampai sekarang. Kami juga prihatin akan pihak-pihak yang mengambil manfaat dari orang HIV-positif dengan berbagai cara. Berdasarkan itu, kami mengusulkan kepada para pembuat kebijakan, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, penyedia layanan, dan lembaga donor untuk memperhatikan beberapa asas di bawah dalam segala upayanya menanggulangi HIV/AIDS di Indonesia:

  • Upaya penanggulangan HIV/AIDS nasional harus memperhatikan aspek dukungan dan perawatan, selain aspek pencegahan.

  • Pengembangan program untuk orang HIV-positif diminta untuk mengutamakan:

    • Penyebarluasan informasi yang lengkap dan benar untuk masyarakat supaya dapat menerima keberadaan orang HIV-positif dengan wajar dan tidak menghakimi.

    • Mendukung pembentukan kelompok dukungan (support group) di tingkat lokal dan wilayah.

    • Penyediaan Informasi lebih lanjut mengenai topik-topik terkait dengan hidup HIV.

    • Peningkatan ketersediaan layanan dan tenaga kesehatan yang bersahabat dengan orang HIV-positif.

    • Pemberdayaan dan kesempatan bagi orang HIV-positif untuk bisa bekerja dan berpenghidupan yang layak. Hak orang HIV-positif untuk memperoleh pekerjaan agar dilindungi.

    • Mendorong adanya keterlibatan orang HIV-positif secara bermakna dalam tiap tahapan pembuatan (perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi), serta memberikan keterampilan agar orang HIV-positif bisa memenuhi peran tersebut dengan nyata.

    • Tersedianya dukungan sebelum dan sesudah tes agar orang HIV-positif dapat menerima hasil tes dan menjalani hidup secara positif dan bermartabat.

    • Memberikan keterampilan pada orang HIV-positif yang berbicara di depan umum agar lebih percaya diri.

  • Upaya penanggulangan AIDS harus dilakukan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Perlindungan dan Penegakan hak asasi manusia untuk orang HIV-positif perlu ditingkatkan.

  • Pemerolehan obat-obatan antiretroviral dan obat-obatan untuk infeksi oportunistik dengan standar yang baik dengan harga terjangkau perlu segera ditingkatkan dan lebih merata.

  • Hak orang HIV-positif untuk mempunyai keturunan agar dilindungi dan segala upaya dilaksanakan agar bisa dilakukan dengan cara yang paling aman untuk ibu dan bayi.

Pertemuan Nasional Odha II dihadiri 34 orang dari 11 propinsi. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Pertemuan Nasional Odha dan Jaringan Odha Indonesia seilakan menghubungi secretariat: Yayasan Spiritia, Jl. Radio IV no. 10, Jakarta 12130. Tel 021-727 97007. Fax 021 – 726 9521. E-mail: dmarguari@yahoo.com

kembali ke atas

kembali ke index informasi

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan