|
Sosialisasi Bahaya AIDS
Lewat Panggung Hiburan INDRAMAYU
Untuk memberikan pemahaman tentang
bahaya HIV/AIDS di kalangan generasi muda Indramayu, Yayasan Pelita
Ilmu Jl. Letjen Sutejo Indramayu, Sabtu (24/5) malam menggelar
Festival Band Peduli AIDS.
Kegiatan yang digelar di halaman
parkir Stadion Tridaya ini, cukup mendapat perhatian kalangan muda
maupun pelajar. Ribuan pelajar yang nongkrong malam "mingguan"
menikmati kepiawaian 10 group band lokal sekaligus memperoleh tips
dan pesan kesehatan yang digelar secara interaktif disela-sela
hiburan.
Menurut Koordinator Yayasan Pelita
Ilmu Indramayu, Aminatu Rofiah, kegiatan ini merupakan agenda
Yayasan Pelita Ilmu dalam memberikan informasi tentang bahaya
HIV/AIDS bagi kalangan generasi muda dan pelajar agar mereka dapat
memahami dan mewaspadai ancaman "penyakit maut" ini.
Kita sengaja melakukan pola
penyebaran informasi dengan bentuk sajian hiburan dan kita secara
pelan menyampaikan beberapa pesan kesehatan tentang bahaya HIV/AIDS
serta Narkoba, sehingga mereka tertarik dulu datang dan kemudian
mereka mendengarkan" ujarnya. Interaktif sosial bahaya narkoba
dan HIV/AIDS, jelas Aminatu Rofiah, juga dilakukan dengan mendatangi
SLTP dan SMU yang ada di Indramayu. Kegiatan ini
pun dilakukan juga bagi kelompok Pekerja Seks Komersial (PSK) dengan
bantuan
Dinsosnaker setempat.
"Kita terus berupaya agar
masyarakat khususnya kelompok rentan tertular HIV/AIDS seperti PSK
dan kelompok pemuda dan pelajar yang secara karakter masing-masing
sangat rentan tergoda dengan berbagai hal yang baru dan terkesan
bergengsi seperti narkoba. Padahal narkoba adalah jembatan "kehancuran"
untuk mudah tertular HIV/AIDS" ujarnya.
Yayasan Pelita Ilmu (YPI) kini
memiliki puluhan sukarelawan yang membantu melakukan berbagai bentuk
kemanusiaan khususnya dalam penyebaran informasi tentang bahaya
narkoba dan pencegahan penyakit HIV/AIDS bagi masyarakat. Bahkan
dari sekian puluh sukarelawan yang ada, diakui Aminatu Rofiah, ada
tiga orang merupakan penderita HIV/AIDS. "Kita sangat terharu
atas keinginan dari mereka. Selama ini diakui penderita HIV/AIDS (Odha)
memperoleh diskriminasi masyarakat. Bahkan bila terlalu terbuka bisa
saja mereka akhirnya diasingkan. Kita rangkul mereka untuk bisa
berkiprah termasuk
keterlibatannya dalam kampanye bahaya AIDS dan Narkoba seperti ini",
ujarnya
Sampai saat ini, penderita HIV/AIDS masih merupakan kelompok
masyarakat yang
dikucilkan dari komunitas kita. Hal ini disebabkan tidak dipahaminya
oleh
masyarakat tentang apa itu AIDS dan bagaiamana saja penularannya.
Padahala
kalau masyarakat sudah paham maka mereka tidak terlalu berlebihan
menyikapi
masalah ini.
Lebih lanjut Aminatu menjelaskan,
penularan virus HIV (Immunodeficiency Virus) berpindah melalui
cairan tubuh penderita seperti darah, air mani, cairan vagina dan
air susu ibu, seseorang dapat tertular HIV akibat hubungan seks
dengan pasangan yang positif HIV dan tanpa pelindung (kondom).
Penularan juga juga bisa melalui, alat suntik/ tindik/ tato yang
bekas dipakai orang yang positif HIV, "HIV tidak menular hanya
karena berjabat tangan, minum dan makan bersama bahkan tukar menukar
baju. Jadi sebenarnya perlakuan terhadap Odha jelas jangan terlalu
berlebihan," Aminatu.
Pada Festival Band Peduli AIDS di
Indramayu ini, Yayasan Pelita Ilmu (YPI) juga membagi-bagikan brosur
tentang informasi bahaya HIV/AIDS dan Narkoba dan membuka konsultasi
melalui Pos Desa (YPI) peduli Tlp. (0234) 272470 disamping dapat
berkonsultasi langsung disekretariat Jl. Letjen Sutejo Indramayu . (Ic/job)
sumber: Berita
di "Mingguan MITRA DIALOG" Indramayu
kembali
ke atas
kembali
ke index informasi |