|
Jaringan
Kesehatan Reproduksi Perempuan:
Antara Kebutuhan dan Eksistensinya.
Setelah
hampir 8 tahun berkoalisi, jaringan yang awalnya bernama Forum
Kesehatan Perempuan yang diprakarsai oleh beberapa LSM di bawah
naungan Ford Foundation, kini mulai mencoba aktif kembali walaupun
tanpa dukungan dana dan fasilitator yang mewadahi kegiatan mereka (jaringan.
red).
Setelah
pertemuan awal di Yogyakarta dan meluncurkan kembali Berita berkala
Jender & Kesehatan dalam bentuk tabloid.
Pada tanggal 20 – 22 Maret 2002 kembali jaringan ini
bertemu di Malang dan dihadiri oleh beberapa anggota jaringan
seperti Perkumpulan Keluarga Berencana (PKBI) Jambi, PKBI Yogyakarta,
PKBI Jawa Tengah, Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sulawesi Selatan,
Pusat Informasi Kesehatan dan Perlindungan Keluarga (PIK-PK) Mataram,
Yayasan Keluarga Sehat Sejahtera Indonesia (YKSSI) Mataram, Hotline
Surabaya, Yayasan Galang Yogyakarta, Yayasan Kesejahteraan Fatayat
Yogyakarta, Rifka Annisa, YASANTI, Yayasan Pelita Ilmu, Mitra INTI
Jakarta, Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW), Bina Insani
Pematang Siantar, Kespromatra, dan Yayasan Pengembangan Pedesaan (YPP)
Malang sebagai fasilitator pertemuan.
Pada
pertemuan ini dibicarakan tentang visi dan misi juga kegiatan
jaringan selama 1 tahun. Memang,
pada awal terbentuknya jaringan, visi dan misi memang tidak jelas
dan hal inilah yang dirasakan oleh peserta pertemuan untuk segera
dibicarakan untuk keberlangsungan jaringan ini. Setelah beberapa
saat peserta mencoba mengenang kegiatan yang telah lalu, maka
didapat kesimpulan dari beberapa kekurangan pada saat itu, dan hal
inilah yang menjadi rumusan visi, misi dan tujuan jaringan ini.
Akhirnya
disepakati bahwa jaringan ini mempunyai visi yaitu: “Terwujudnya
hak kesehatan perempuan dalam tatanan sosial yang berkeadilan jender”,
dan misinya adalah:
1.
Membangun sinergi antar anggota jaringan
2.
Meningkatkan akses & kontrol terhadap kebijakan publik
untuk kesehatan hak perempuan
3.
Memberikan dukungan anggota jaringan yang menghadapi tekanan
dalam memperjuangkan hak-hak kesehatan perempuan
4.
Menjadi presure group terhadap kebijakan publik yang
tidak memihak pada kesehatan perempuan.
Di
tengah situasi seperti ini memang dirasakan tidak mudah untuk
melaksanakan misi ini, melihat kegiatan dimasing-masing lembaga yg
sudah banyak menyita waktu dan perhatian masing-masing anggota
jaringan. Namun dari
pertemuan ini mungkin menjadi tolak ukur bahwa jaringan ini mencoba
mulai menapak kembali dan mencoba meraih apa yang dicita-citakan
dulu.
Jaringan
yang kini bermarkas di Yogyakarta dengan fasilitasi Yayasan Galang,
berinisiatif berbenah diri, dengan menyusun struktur organisasi dari
perwakilan-perwakilan organisasi yang sementara ini dipilih dari
peserta yang hadir, dan mencoba mengkaji ulang anggota-anggota yang
akan ikut bekerjasama dalam jaringan ini.
Tercatat semenjak di fasilitasi oleh Pusat Komunikasi
Kesehatan Berperspektif Jender (Puskomkes Jender) tahun 1998-2001,
jumlah anggota jaringan membludak dari sekitar 15 lembaga pada awal
transisi hingga 70 lembaga pada akhir tahun 1999.
Jumlah keanggotaan yang begitu besar inilah yang dirasakan
justru tidak efisien, karena banyak anggota yang masuk tidak
memiliki kepentingan yang sama.
Telah
banyak bermunculan jaringan-jaringan yang merangkul lembaga dan
individu yang bekerjasama dalam hal kesehatan reproduksi, contohnya
saja Jaringan Kesehatan Reproduksi Sumatera (Kespromatra) dan
Jaringan Kesehatan Perempuan Indonesia Timur (JKPIT) yang dirasakan
lebih eksisten. Untuk
itu jaringan ini memang memiliki tantangan lebih karena mencoba
merangkul lebih luas lembaga yang ada di persada nusantara ini, guna
mewujudkan visi dan misinya. Karena
tantangan terberatnya adalah mencoba membangun sinergi antar anggota
jaringan yang mana harus mensejajarkan kepentingan lembaga dan
kepentingan jaringan.
Harus
diakui dengan diadakannya pertemuan di Malang ini, telah membuat
jaringan ini menjadi suatu wadah yang eksis di bidang kesehatan
reproduksi perempuan, dimana anggotanya dituntut untuk dapat
bekerjasama dalam mewujudkan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang
telah direncanakan untuk menunjang misi jaringan, dengan segala
halangan dan rintangan yang akan menghambat perjalanan jaringan ini.
Semoga berhasil !. (ozzy)
kembali
ke atas
kembali
ke index informasi |