|
Duta Muda UNICEF-YAKITA
UNICEF – YAKITA bersama-sama mengadakan peluncuran program kerjasama antara kedua lembaga di
Bandung dan di Makassar. Program yang ditujukan bagi kaum muda Indonesia ini
akan membina 100 orang kaum muda dari 4 daerah yakni Jawa Barat, Sulawesi
Selatan, Bali dan Jabotabek untuk melakukan program-program penjangkauan dan
pendidikan ke kelompok-kelompok kaum muda lain di wilayah mereka. Mereka akan
menjadi Duta UNICEF-YAKITA dalam membawakan program-program sebaya HIV/AIDS
dan Narkoba di wilayah mereka masing-masing.
Program pendidikan kaum muda sebaya ini akan dilakukan di Wisma Pelatihan dan
Pusat Rehabilitasi Yayasan KITA di Ciawi, Bogor selama 3 minggu, diikuti
dengan workshop perencanaan lokal di wilayah masing-masing selama 1 minggu.
Bisa dibayangkan betapa intensifnya pelatihan ini dan betapa banyak materi
yang akan mereka peroleh.
Pertemuan yang diadakan di Bandung untuk memperkenalkan Program ini dilakukan
pada tanggal 12 Februari 2004, sementara pertemuan di Makassar pada tanggal 13
Maret 2004. Pertemuan dihadiri oleh para peserta dari berbagai lembaga
pemerintah dan juga dari berbagai lembaga pendidikan dan yayasan-yayasan lokal.
Pertemuan ini dihadiri oleh Ibu Rachel Odede mewakili UNICEF Indonesia, dan di
Bandung didampingi oleh Ibu Hilda Wiranata dan di Makassar didampingi Bapak
Purwanta. Di Bandung, pertemuan ini dibuka oleh Dr. Mahmud Effendi dari Dinas
Sosial Jawa Barat dan Dr. Dadang mewakili Gubernur Jawa Barat.
Para peserta tampak antusias dengan kesempatan mengirimkan calon untuk
mengikuti pelatihan ini dan juga untuk memperoleh kesempatan pelatihan yang
sepenuhnya didanai oleh UNICEF. Para peserta juga berjanji untuk membantu para
peserta pelatihan nantinya menjangkau lebih banyak orang lagi di wilayah
masing-masing. Setiap propinsi diharapkan dapat menjangkau kelompok-kelompok
kaum muda di wilayah masing-masing sepulangnya para peserta latihan dari
pelatihan di Ciawi.
Baik Bandung maupun Makassar mengakui bahwa masalah narkoba dan HIV/AIDS sudah
merebak di kota mereka. Ketika beberapa mantan pecandu dari YAKITA
mengungkapkan bahwa mereka positif untuk HIV/AIDS, beberapa peserta dari
Bandung, yakni dari Rumah Cemara, juga dengan terbuka meminta waktu untuk
berbagi cerita, dan mengungkapkan keadaan mereka sebagai pengidap HIV/AIDS
kepada para peserta. Sebagian peserta mengaku tak pernah berjumpa muka dengan
siapapun yang HIV positif sebelumnya. Pengidap HIV/AIDS adalah advokat yang
sangat penting dalam membawakan pesan ke tengah masyarakat akan bahaya dan
realita HIV/AIDS, dan kesediaan mereka untuk berbagi dalam workshop tersebut
sudah tentu sangat dihargai peserta.
Untuk pelatihan di Bandung, sudah sekitar 72 orang yang mendaftarkan diri.
Memang tidak semua bisa diikutkan dalam pelatihan 30 hari UNICEF-YAKITA ini.
Peserta dipilih berdasarkan motivasi dan kesediaan penuh untuk mengikuti
pelatihan ini, dan kemampuan untuk meneruskan apa yang sudah dipelajarinya
kepada orang lain. Karena setelah pelatihan, hasil karya mereka juga akan
dimonitor oleh YAKITA. Pelatihan untuk Bandung akan dimulai di Wisma Bhisma
YAKITA ciawi pada tanggal 21 Maret 2004 ini
Nah, kalau anda dari Makassar, atau dari Bali dan dari Jabotabek, anda bisa
segera mendaftar ke yakita-managers@yahoogroups.com
Pelatihan di Bali dan Makassar dan juga Jabotabek baru akan dilakukan sekitar
bulan Juni atau Agustus, tapi tidak ada salahnya anda mendaftar dari sekarang
kan? Tapi inget kalau mendaftar, anda akan kompetisi dengan orang lain. Semoga
siapa yang terbaik, dia yang terpilih.
sumber: Newsletter
YAKITA 20/03/04
kembali
ke atas
kembali
ke index informasi |