|
Perlu, pemeriksaan sukarela
penyakit menular seksual
Perkumpulan Keluarga Berencana
Indonesia (PKBI) Jawa Tengah, mulai awal April 2002, akan
mengoperasionalkan klinik pemeriksaan sukarela untuk penyakit
menular seksual, HIV dan Aids di Semarang.
Pengoperasian fasilitas pemeriksaan
kesehatan itu bertujuan untuk mengantisipasi sejak dini
berjangkitnya penyakit menular seksual, HIV maupun Aids di propinsi
ini, sehingga kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya
pada fasilitas klinik itu bisa mewujudkan kesehatan masyarakat yang
mantap, kata Direktur Pelaksana Daerah PKBI Jateng Farid Husni SH,
di Semarang, Kamis (7/3).
Ia mengatakan, realisasi
pengoperasian sarana kesehatan untuk memeriksakan secara sukarela
untuk penyakit menular seksual, HIV dan Aids itu bekerjasama dengan
Dinas Kesehatan Jawa Tengah, sedang tim yang diterjunkan untuk
menangani fasilitas kesehatan itu terdiri sepuluh dokter, lima orang
konselor dan sepuluh petugas lapangan.
Ditambahkannya, untuk pengoperasian
fasilitas kesehatan berupa klinik pemeriksaan penyakit menular
seksual, HIV dan Aids dibagi dalam dua lokasi yakni ditempatkan di
sekitar lokalisasi prostitusi Sunan Kuning, sedang yang satunya lagi
di kelurahan Karangayu, kecamatan Semarang Barat.
Menurutnya, secara terprogram visi
dan misi dioperasionalkan klinik pemeriksaan sukarela tersebut
selain akan diupayakan melalui pemeriksaan secara fisik, juga dengan
pengembangan senam kebugaran khususnya bagi pekerja seks yang ada di
kompleks lokalisasi Sunan Kuning.
"Untuk pelaksanaan pemeriksaan
setiap klien hanya dibebani biaya Rp5.000,-, sedang untuk
pemeriksaan di laboratorium gratis sekaligus dengan pemberian obat,"
katanya menjelaskan.
Khusus bagi klien yang berasal dari
kalangan pekerja seks, upaya pembinaannya disamping dengan cara
mendapatkan pemeriksaan secara fisik, sekaligus pemeriksaan di
laboratorium secara rutin mendapatkan pula bimbingan senam kebugaran.
Diberikannya senam bugar bagi pekerja
seks itu, ia berharap, mereka dapat membekali agar fisiknya
senantiasa dalam kondisi sehat dan tegar.
Dengan dibukanya klinik pemeriksaan
HIV dan Aids ini, diharapkan penyakit ini tidak berkembang. Selain
itu untuk antisipasi mengingat di Jateng sampai saat ini ada
indikasi terdapat sekitar 80 penderita HIV dan Aids. [Ant]
sumber:
Satumed.com
kembali
ke atas
kembali
ke index informasi
|