website informasi kesehatan reproduksi

OZZY

Fokus:

X


Halaman Depan
Informasi Buku
Situs Lain yang Berhubungan

Kirim Kritik dan Saran Anda

 

Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Informasi

Perlu, pemeriksaan sukarela penyakit menular seksual

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Tengah, mulai awal April 2002, akan mengoperasionalkan klinik pemeriksaan sukarela untuk penyakit menular seksual, HIV dan Aids di Semarang.

Pengoperasian fasilitas pemeriksaan kesehatan itu bertujuan untuk mengantisipasi sejak dini berjangkitnya penyakit menular seksual, HIV maupun Aids di propinsi ini, sehingga kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya pada fasilitas klinik itu bisa mewujudkan kesehatan masyarakat yang mantap, kata Direktur Pelaksana Daerah PKBI Jateng Farid Husni SH, di Semarang, Kamis (7/3).

Ia mengatakan, realisasi pengoperasian sarana kesehatan untuk memeriksakan secara sukarela untuk penyakit menular seksual, HIV dan Aids itu bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Jawa Tengah, sedang tim yang diterjunkan untuk menangani fasilitas kesehatan itu terdiri sepuluh dokter, lima orang konselor dan sepuluh petugas lapangan.

Ditambahkannya, untuk pengoperasian fasilitas kesehatan berupa klinik pemeriksaan penyakit menular seksual, HIV dan Aids dibagi dalam dua lokasi yakni ditempatkan di sekitar lokalisasi prostitusi Sunan Kuning, sedang yang satunya lagi di kelurahan Karangayu, kecamatan Semarang Barat.

Menurutnya, secara terprogram visi dan misi dioperasionalkan klinik pemeriksaan sukarela tersebut selain akan diupayakan melalui pemeriksaan secara fisik, juga dengan pengembangan senam kebugaran khususnya bagi pekerja seks yang ada di kompleks lokalisasi Sunan Kuning.

"Untuk pelaksanaan pemeriksaan setiap klien hanya dibebani biaya Rp5.000,-, sedang untuk pemeriksaan di laboratorium gratis sekaligus dengan pemberian obat," katanya menjelaskan.

Khusus bagi klien yang berasal dari kalangan pekerja seks, upaya pembinaannya disamping dengan cara mendapatkan pemeriksaan secara fisik, sekaligus pemeriksaan di laboratorium secara rutin mendapatkan pula bimbingan senam kebugaran.

Diberikannya senam bugar bagi pekerja seks itu, ia berharap, mereka dapat membekali agar fisiknya senantiasa dalam kondisi sehat dan tegar.

Dengan dibukanya klinik pemeriksaan HIV dan Aids ini, diharapkan penyakit ini tidak berkembang. Selain itu untuk antisipasi mengingat di Jateng sampai saat ini ada indikasi terdapat sekitar 80 penderita HIV dan Aids. [Ant]

sumber: Satumed.com

kembali ke atas

kembali ke index informasi

 

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan