website informasi kesehatan reproduksi

OZZY

Fokus:

X


Halaman Depan
Informasi Buku
Situs Lain yang Berhubungan

Kirim Kritik dan Saran Anda

 

Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Informasi

Yayasan Pelita Ilmu Tuntut Obat AIDS Murah

Yayasan Pelita Ilmu menggelar aksi simpatik obat AIDS murah di Bundaran Hotel Indonesia, Sabtu (17/5) pagi. Aksi yang dimulai pukul 10.00 WIB ini menuntut realisasi janji
pemerintah mensubsidi obat AIDS sebesar Rp 200 ribu per orang setiap bulannya.

"Aksi ini merupakan salah satu upaya advokasi kepada pemerintah dan masyarakat dengan target memproduksi obat terapi antiretroviral (ARV) generik di dalam negeri, pada akhir 2003," kata Husein Habsyi, ketua panitia aksi. Menurutnya, dalam berbagai kesempatan
Menteri Kesehatan Achmad Sujudi berjanji memberikan subsidi sebesar Rp 200 ribu. Diharapkan obat yang akan diproduksi PT Indopharma dapat dijual sebesar Rp 300
ribu untuk konsumsi penderita AIDS selama satu bulan.

Dr. Toha Muhaimin, Ketua Yayasan Pelita Ilmu mengatakan saat ini baru ada obat ARV generik impor dari India dan Thailand seharga Rp 600 ribu. Harga itu termasuk murah bila dibandingkan obat dari Amerika yang masih mahal karena dipatenkan. Meski begitu tidak
semua orang dapat mengakses ARV dari India atau Thailand karena masih tergolong mahal. "Padahal obat ini harus dikonsumsi seumur hidup," katanya.

Dalam aksinya itu, mereka membawa sejumlah spanduk bertuliskan, 'Jangan Biarkan Remaja Indonesia Meninggal Karena Obat!', 'Sediakan Obat AIDS Murah!', 'Obat AIDS Generik Buatan Indonesia Dibutuhkan Segera', 'Realisasi Subsidi Obat AIDS Rp 200 Ribu per Bulan'.

Dr. Jane Wilson, Manager Official UNAIDS tampak hadir untuk melihat jalannya unjuk rasa. "Aksi ini bagus. Sebenarnya pemerintah Indonesia sudah memiliki political will dalam menangani kasus ini. Hanya perlu sosialisasi lebih lanjut agar mendapat dukungan dari
berbagai pihak," katanya pada Tempo News Room. Prof. Peter Piot, Direktur Eksekutif UNAIDS, menurutnya sudah berkunjung ke Indonesia minggu lalu untuk melihat bagaimana penanganan AIDS di Indonesia. Peter menegaskan janji pemerintah Indonesia dalam sidang
kabinet sekitar Februari tahun lalu untuk memudahkan Odha mengakses ARV. (Anastasya - Tempo News Room)

sumber: aids-ina

kembali ke atas

kembali ke index informasi

 

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan