|
YKPJ Canangkan Jakarta Bebas Kanker Payudara 2020
Untuk menekan meningkatnya penderita kanker payudara
di Indonesia, Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta (YKPJ) mencanangkan
Jakarta Bebas Kanker Payudara Stadium Lanjut pada 2020. Upaya tersebut
direalisasikan melalui penyelenggaraan Gerakan Pita Pink pada akhir Mei
mendatang.
Demikian disampaikan ketua panitia pelaksana gerakan tersebut, Ning
Anhar, dalam keterangan persnya kepada Media kemarin.
"Tujuan utama gerakan ini menggugah masyarakat akan perlunya
deteksi kanker payudara secara dini," ungkap Ning. Selain itu,
lanjutnya, untuk mendorong rasa saling peduli dan saling menjaga pada kaum
perempuan akan bahaya kanker payudara.
Pasalnya, kata Ning, statistik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
memperlihatkan angka penderita kanker payudara setiap tahun mencapai 7
juta jiwa. Sedangkan angka kematian akibat kanker payudara di dunia
mencapai lima juta jiwa. Kebanyakan korban kaum perempuan, meski pria pun
berisiko menderita kanker payudara.
Sedangkan kasus yang terjadi di Indonesia, kanker payudara sering
ditemukan pada stadium lanjut. Padahal, penyakit ini bisa dideteksi secara
dini melalui pemeriksaan klinis dan mamografi. Namun, kesadaran masyarakat
masih kurang akan persoalan ini.
Pita pink sendiri, sambung Ning, sebuah ikon yang juga dipakai
secara internasional dalam pencegahan dan pengobatan kanker payudara.
"Ingat pita pink, ingat bahwa kita harus memeriksakan
kesehatan payudara sedini mungkin," tandasnya
Langkah pertama yang dilakukan dalam gerakan tersebut, kata Ning lagi,
pihak yayasan akan meluncurkan mobile mammography pertama di
Indonesia pada bulan ini di Jakarta. Mobile mammography merupakan
mobil yang dilengkapi peralatan pendeteksian kanker payudara.
"Sarana ini sumbangan Bank Mandiri. Sedangkan perangkat
pendukungnya disumbang oleh beberapa donatur, seperti PT Firna Glass, New
Armada, dan Pusat Pengkajian Strategis Nasional (PPSN)," papar Ning.
Rencananya alat tersebut akan melayani masyarakat di Jakarta.
"Diharapkan mobil mamografi ini dapat menjangkau dan memberikan
kesempatan bagi banyak perempuan, memeriksakan payudaranya sedini mungkin
jika tak sempat pergi ke rumah sakit," tambah Ning lagi.
Selain itu, YKPJ juga berencana untuk mencanangkan Oktober sebagai
Bulan Pink. Pada bulan tersebut akan diisi oleh kegiatan-kegiatan yang
berhubungan dengan kanker payudara. Yayasan yang sebelumnya bernama
Jakarta Breast Cancer Foundation ini juga sedang mengembangkan situs baru.
Harapannya, situs ini bisa menjadi sarana komunikasi dan informasi tentang
bahaya dan penanganan kanker payudara. Namun, situs lamanya masih bisa
diakses melalui www.jakartabrestcancer.org. (*/H-1).
sumber: Media Indonesia
Online,
Rabu, 04 Mei 2005
kembali
ke atas
kembali
ke index informasi
|