|
Kampanye Advokasi HIV/AIDS
di Papua: "Cinta Papua, Kitorang Perangi HIV/AIDS"
Dari 23 - 27 Oktober di
Jayapura, Papua, serangkaian kegiatan advokasi dan
edukasi diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Papua guna
memberikan dorongan untuk terjadinya peningkatan respon terhadap
HIV/AIDS.
Didukung oleh ASA/FHI, IHPCP/AusAID, UNICEF, BP, MSF, ILO dan DKT,
inisiatif
"Cinta Papua, Kitorang Perangi HIV/AIDS" diselenggarakan
untuk memusatkan
perhatian masyarakat dari berbagai sektor terhadap adanya ancaman
mendesak
dari epidemi HIV/AIDS yang dapat bergerak menjadi epidemi berskala
besar
seperti yang dialami oleh wilayah sub-Sahara di Afrika, serta untuk
menghindari terjadinya bahaya tersebut di Papua Barat.
Propinsi Papua Barat memiliki prevalensi HIV tertinggi dan
pertumbuhan
epidemi tercepat di Indonesia. Hingga akhir 2002, diperkirakan
terdapat
paling sedikit 10.000 orang Papua yang hidup dengan HIV.
660.000 orang
diperkirakan berada pada risiko terinfeksi HIV di Papua Barat karena
prilaku
berisiko tinggi yang dimilikinya. 94% infeksi ditularkan melalui
hubungan
seksual yang tidak aman.
Orang-orang dari berbagai penjuru di Papua dan Indonesia berkumpul
di
Jayapura, di mana kemudian sejumlah diskusi dan perencanaan berhasil
mencapai berbagai kemajuan-kemajuan penting.
Kepemimpinan yang kuat
ditunjukkan oleh Wakil Gubernur Constant Karma, ketua Komisi
Penanggulangan
AIDS Propinsi, mewakili Gubernur Papua yang tidak bisa hadir dalam
pertemuan. Pusat perhatian tertuju pada pameran foto Tegak Tegar di
Gelanggang Olah Raga (GOR) Jayapura. Untuk pertama kalinya
masyarakat Papua
dapat menyaksikan pameran foto ini.
Jumlah pengunjung yang hadir di GOR Jayapura kadangkala
rendah, namun ini
bukan karena kurangnya promosi namun karena kuatnya lekatan stigma
yang
menyebabkan orang-orang Papua menganggap HIV sebagai masalah
orang lain.
Meskipun demikian, sehari menjelang berakhirnya pameran, GOR menjadi
penuh
sesak oleh kunjungan para anggota militer, sebuah bukti bahwa
semakin banyak
orang yang bergabung dalam perang melawan epidemi.
Kemajuan-kemajuan yang signifikan telah dibuat, termasuk
keterlibatan
tokoh-tokoh keagamaan, adat dan swasta serta para petinggi
militer dari
seluruh Papua. Sebuah peristiwa penting yang terjadi adalah
pertemuan
pertama jaringan Odha se-Papua, yang dikenal sebagai Jaringan Odha
Papua
(JOP). Hasil-hasil penting lainnya termasuk pertemuan sektor swasta
Papua
pertama mengenai HIV/AIDS yang diadakan oleh Kamar Dagang dan
Industri
Indonesia- KADIN, sebuah pentas drama yang mengesankan oleh para
mahasiswa ,
program radio interaktif mengenai berbagai topik yang berkaitan
dengan HIV,
dan partisipasi media yang signifikan.
Pertemuan-pertemuan perencanaan berhasil menyusun sebuah draft/rancangan
awal mengenai prinsip-prinsip dasar serta wilayah-wilayah prioritas
bagi
kegiatan penanggulangan epidemi yang akan dilakukan. Draft tersebut
akan
ditandatangani oleh para pembuat keputusan kunci di Papua. Silahkan
menghubungi Mr. Yen Rusalam, ASA/FHI - Phone: +62 21 4223463 -
Email:
yrusalam@fhi.or.id
sumber:
Aids-ina
kembali
ke atas
kembali
ke index informasi |