website informasi kesehatan reproduksi

OZZY

Fokus:

X


Halaman Depan
Informasi BukuSitus Lain yang Berhubungan

Kirim Kritik dan Saran Anda

 

Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Informasi

Kampanye Advokasi HIV/AIDS di Papua: "Cinta Papua, Kitorang Perangi HIV/AIDS"

Dari 23 - 27 Oktober di Jayapura, Papua, serangkaian kegiatan advokasi dan
edukasi diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Papua guna
memberikan dorongan untuk terjadinya peningkatan respon terhadap HIV/AIDS.
Didukung oleh ASA/FHI, IHPCP/AusAID, UNICEF, BP, MSF, ILO dan DKT, inisiatif
"Cinta Papua, Kitorang Perangi HIV/AIDS" diselenggarakan untuk memusatkan
perhatian masyarakat dari berbagai sektor terhadap adanya ancaman mendesak
dari epidemi HIV/AIDS yang dapat bergerak menjadi epidemi berskala besar
seperti yang dialami oleh wilayah sub-Sahara di Afrika, serta untuk
menghindari terjadinya bahaya tersebut di Papua Barat.

Propinsi Papua Barat memiliki prevalensi HIV tertinggi dan pertumbuhan
epidemi tercepat di Indonesia. Hingga akhir 2002, diperkirakan terdapat
paling sedikit 10.000 orang Papua yang hidup dengan  HIV. 660.000 orang
diperkirakan berada pada risiko terinfeksi HIV di Papua Barat karena prilaku
berisiko tinggi yang dimilikinya. 94% infeksi ditularkan melalui hubungan
seksual yang tidak aman.

Orang-orang dari berbagai penjuru di Papua dan Indonesia berkumpul di
Jayapura, di mana kemudian sejumlah diskusi dan perencanaan berhasil
mencapai berbagai   kemajuan-kemajuan penting. Kepemimpinan yang kuat
ditunjukkan oleh Wakil Gubernur Constant Karma, ketua Komisi Penanggulangan
AIDS Propinsi, mewakili Gubernur Papua yang tidak bisa hadir dalam
pertemuan. Pusat perhatian tertuju pada pameran foto Tegak Tegar di
Gelanggang Olah Raga (GOR)  Jayapura. Untuk pertama kalinya masyarakat Papua
dapat  menyaksikan pameran foto ini.

 Jumlah pengunjung yang hadir  di GOR Jayapura kadangkala rendah, namun ini
bukan karena kurangnya promosi namun karena kuatnya lekatan stigma yang
menyebabkan  orang-orang Papua menganggap HIV sebagai masalah orang lain.
Meskipun demikian, sehari menjelang berakhirnya pameran, GOR menjadi penuh
sesak oleh kunjungan para anggota militer, sebuah bukti bahwa semakin banyak
orang yang bergabung dalam perang melawan epidemi.

Kemajuan-kemajuan yang signifikan telah dibuat, termasuk keterlibatan
tokoh-tokoh keagamaan, adat dan swasta serta para petinggi  militer dari
seluruh Papua. Sebuah peristiwa penting yang terjadi adalah pertemuan
pertama jaringan Odha se-Papua, yang dikenal sebagai Jaringan Odha Papua
(JOP). Hasil-hasil penting lainnya termasuk pertemuan sektor swasta Papua
pertama mengenai HIV/AIDS yang diadakan oleh Kamar Dagang dan Industri
Indonesia- KADIN, sebuah pentas drama yang mengesankan oleh para mahasiswa ,
program radio interaktif mengenai berbagai topik yang berkaitan dengan HIV,
dan partisipasi media yang signifikan.

Pertemuan-pertemuan perencanaan berhasil menyusun sebuah draft/rancangan
awal mengenai prinsip-prinsip dasar serta wilayah-wilayah prioritas bagi
kegiatan penanggulangan epidemi yang akan dilakukan. Draft tersebut akan
ditandatangani oleh para pembuat keputusan kunci di Papua. Silahkan
menghubungi Mr. Yen Rusalam, ASA/FHI - Phone: +62 21 4223463 - Email:
yrusalam@fhi.or.id

sumber: Aids-ina    

kembali ke atas

kembali ke index informasi

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan