website informasi kesehatan reproduksi

OZZY

Fokus:

X


Halaman Depan
Informasi BukuSitus Lain yang Berhubungan

Kirim Kritik dan Saran Anda

 

Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Informasi

Laporan Kunjungan Penguatan Daerah oleh Yayasan Spiritia
Ringkasan Eksekutif 11 September 2003


Mengikuti permintaan dari orang yang hidup dengan HIV/AIDS (odha) di
Indonesia pada Pertemuan Nasional Odha (PNO) kedua pada September 2001,
Spiritia memulai program kunjungan daerah ke seluruh pelosok Indonesia.
Tujuan utama adalah: mendapatkan gambaran jelas tentang keadaan yang
sedang dihadapi oleh odha di sekitar Indonesia; memfasilitasikan
tersedianya dukungan untuk odha; menghubungi para pembuat keputusan dan
penyedia layanan di daerah-daerah; serta merangsang terbentuknya
kelompok dukungan sebaya di daerah. Selama hampir dua tahun sejak
kunjungan pertama pada November 2001, tim Spiritia, selalu terdiri dari
odha dan orang yang tidak terinfeksi tetapi terpengaruh oleh HIV/AIDS
yang sudah siap mengungkapkan status HIV-nya, telah mengunjungi 36 kota
di 20 provinsi. Ford Foundation bersama dengan IHPCP dan program ASA
mendanai kunjungan ini.

Di setiap tempat, selain pertemuan dengan odha di daerah, jika
memungkinkan tim juga berusaha untuk bertemu dengan Komisi
Penanggulangan AIDS di provinsi dan/atau daerah/kota, serta perwakilan
pemerintah daerah, anggota DPRD, rumah sakit, dokter dan LSM terkait.
Tim juga bertemu dengan kelompok orang yang berisiko, termasuk pekerja
seks, pengguna narkoba dan waria. Laporan dibuat dan disebarkan sesudah
setiap kunjungan berakhir.

Gambaran umum yang dapat dilihat dari program kunjungan selama dua
tahun ini adalah peningkatan epidemi AIDS dengan cepat di sebagian
daerah dan di antara beberapa kelompok, dengan tanggapan yang
terlambat, dan di banyak tempat justru sangat terlambat. Di beberapa
provinsi dan daerah, tindakan darurat sangat diperlukan jika epidemi
seperti yang terjadi di Afrika ingin dihindari.

Mustahil merangkum dan mengambil kesimpulan umum dari ratusan pertemuan
di 36 kota. Bagaimana pun, beberapa benang merah terlihat, dan hal ini
telah digambarkan di dalam 14 judul di laporan serta hampir 50
rekomendasi. Memang ini angka yang sangat besar dan mungkin tidak masuk
akal untuk mengharapkan semuanya akan mendapatkan perhatian yang sama.
Sementara sulit untuk mengidentifikasi hal yang paling mendesak dari
rekomendasi yang ada, beberapa hal berikut mungkin patut diberikan
prioritas utama:

1.  KPAD harus diberdayakan untuk berperan jauh lebih aktif, dengan
    keanggotaan berdasarkan nama dan sekretariat penuh waktu.

2.  Strategi harus dikembangkan untuk meyakinkan para anggota DPRD
    bahwa ancaman memang nyata dan mendorong mereka untuk mengambil
    peranan dalam penanggulangannya.

3.  LSM harus didorong untuk berperan lebih aktif, terutama di luar ibu
    kota provinsi.

4.  Pelatihan para petugas kesehatan, terutama tentang terapi
    antiretroviral, harus diberikan prioritas utama, bersamaan dengan
    tindakan untuk mencegah penyebaran infeksi melalui intervensi medis
    termasuk transfusi darah yang tidak aman.

5.  Ketersediaan konseling dan tes secara sukarela (VCT) di semua
    daerah, terutama meliputi fasilitas tes fisik dan tempat tes yang
    ramah, harus dijadikan prioritas utama.

6.  Surveilans unlinked-anonymous harus diperluas lebih banyak sentinel
    di lebih banyak daerah, termasuk pengguna narkoba, wanita hamil dan
    waria, dengan VCT kemudian ditawarkan ke semua kelompok.

7.  Informasi harus tersedia lebih luas, meliputi topik yang penting ke
    kelompok tertentu dengan rincian yang lebih jelas. Ini termasuk
    penataran pengetahuan untuk para profesional layanan kesehatan dan
    anggota KPAD.

8.  Asas keterlibatan odha dan ohidha yang lebih besar (GIPA) harus
    dipromosikan lebih baik lagi. Organisasi layanan AIDS harus
    didorong agar tidak menimbulkan ketergantungan antara odha yang
    mereka dukung.

9.  Pemetaan liputan lembaga donor harus diselesaikan, agar kekosongan
    dapat diidentifikasi dan lembaga donor yang lain dapat mengisi
    kekosongan itu. Pemerintah harus didorong untuk menyediakan jauh
    lebih banyak dana.

10. Kerja sama yang lebih besar dan komunikasi yang lebih luas
    diperlukan antara pemerintah daerah/KPAD yang berdekatan untuk
    menanggulangi populasi rentan dengan mobilitas tinggi.

Program kunjungan ini telah menghabiskan biaya yang cukup besar baik
untuk sumber daya manusia maupun untuk dana, tetapi telah berhasil
dalam meningkatkan mutu hidup odha di Indonesia. Bagaimana pun,
dianggap bahwa kunjungan ini mempunyai nilai yang lebih besar dalam
mengidentifikasi dan menjelaskan epidemi AIDS serta penanggulangannya
di sekitar Indonesia. Spiritia berusaha mengumpulkan bantuan dalam
memperluas peliputan ke daerah dan tempat yang belum dikunjungi dan
dalam menindaklanjuti kunjungan ke tempat yang sudah dikunjungi.
Tambahan pula, jelas bahwa tindakan yang diusulkan membutuhkan
kepemimpinan yang aktif dari berbagai pihak, terutama dari KPA.
Diharapkan laporan ini akan merangsang kepemimpinan tersebut serta
tindakan yang penting dilakukan untuk menghadapi tantangan yang paling
mendesak.

sumber: aids-ina@yahoogroups.com

kembali ke atas

kembali ke index informasi

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan