|
Memetakan
Kegiatan Life Skills Education (LSE) di Indonesia
oleh.
Prof. Dr. Charles Surjadi, MPH
Menurut WHO, Life Skill adalah kemampuan
perilaku positif dan adaptif yang mendukung seseorang untuk secara
efektif mengatasi tuntutan dan tantangan, selama hidupnya.
Dalam UU Pendidikan Nasional No. 20/2003 pasal 26 ayat
3 disebutkan bahwa LSE digolongkan sebagai pendidikan non formal,
yang memberikan keterampilan personal, sosial, intelektual/akademis
dan vokasional untuk bekerja secara mandiri.
UNICEF mendefinisikan Life Skill sebagai
sesuatu yang lebih detail lagi dengan menggunakan tambahan based
education. Life Skill-based Education adalah pendekatan
pengembangan perilaku atau perubahan perilaku antara pengetahuan,
sikap dan keterampilan. Keterampilan
yang dimaksud menurut WHO, terdiri dari :
ü
Keterampilan memecahkan masalah
ü
Keterampilan berpikir kritis
ü
Keterampilan mengambil keputusan
ü
Keterampilan berpikir kreatif
ü
Keterampilan berhubungan interpersonal
ü
Keterampilan bernegosiasi
ü
Keterampilan mengembangkan kesadaran diri
ü
Keterampilan berempati
ü
Keterampilan mengatasi stress dan emosi
Jika keterampilan - keterampilan tersebut di atas
telah dilatih sejak dini, maka semua permasalahan yang ada saat ini
seperti penyalahgunaan narkoba, seks bebas hingga HIV/AIDS,
diharapkan dapat ditemukan jalan keluarnya.
Oleh karena itu dilakukanlah suatu kegiatan pemetaan
yang bertujuan untuk :
ü
Melakukan kajian kritis atas kebijakan dan panduan
yang berkaitan dengan LSE
ü
Menganalisis tujuan, program dan kegiatan yang
berkaitan dengan LSE
ü
Mengidentifikasi, mengkaji, dan menganalisis pelaku
dan institusi yang melakukan kegiatan LSE
ü
Mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat
ü
Memberikan rekomendasi kemungkinan peran dan aksi yang
dapat dilakukan
Kegiatan pemetaan LSE tersebut dilakukan dengan me-review
dokumen dan materi yang
didapat dari lembaga-lembaga yang telah dihubungi berkaitan dengan
pengumpulan bahan, kebijakan dan pelaksanaan; serta mewawancarai
informan-informan kunci pada tingkat nasional mengenai pengalaman,
target dan kegiatan yang telah mereka lakukan, termasuk tempat
pelaksanaan dan mitra kerjanya.
Adapun hasil kegiatan ini adalah :
·
Tidak ditemukan adanya dokumen kebijakan yang
berkaitan dengan LSE for Healthy Living (Pendidikan
Keterampilan Hidup Sehat/PKHS), yang ada berupa kebijakan yang
terkait dengan Broad Based Education of Life Skill (Pendidikan
Berorientasi Kecakapan Hidup melalui Pendekatan Berbasis Luas)
·
Ada kebijakan yang terkait dengan pencegahan HIV/AIDS
melalui pendidikan
·
Pada strategi nasional HIV/AIDS 2003-2007, LSE for
HIV/AIDS tidak ditemukan
Dari hasil pemetaan tersebut dibuatlah rekomendasi
jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, sebagai berikut :
·
Rekomendasi Jangka Pendek :
1.
Membuat studi kasus keberhasilan penerapan LSE, yang juga
menjelaskan tentang konsep LSE. Dengan demikian hasilnya dapt
digunakan sebagai alat untuk mengembangkan networking (jejaring)
antar wakil sekolah, guru dan para ahli yang tertarik pada penerapan
LSE.
2.
Mengembangkan jejaring dan saluran komunikasi sehingga dapat
memfasilitasi hubungan antar guru, sekolah dan kepala sekolah yang
melaksanakan LSE.
·
Rekomendasi Jangka Menengah :
1.
Advokasi pada KPA agar memasukkan rencana penerapan LSE for
HIV/AIDS sebagai bagian dari program nasional.
2.
Advokasi pada rektorat pendidikan dasar dan menengah agar
menindaklanjuti SK Mendiknas dalam kaitan pencegahan HIV/AIDS di
lembaga pendidikan dan memasukkan kebutuhan dan pentingnya penerapan
LSE for healthy living atau HIV/AIDS Prevention dan
panduan pelaksanaannya di tingkat kabupaten/kota.
3.
Mengkoordinasi kaitan antara pelbagai pendekatan LSE agar
terjadi sinergi dan menghindari terjadinya duplikasi.
4.
Melakukan workshop dan pertemuan agar LSE for Healthy
Living dapat menjadi salah satu bagian/keterampilan dari Broad-Based
Education for Life Skill.
·
Rekomendasi Jangka Panjang :
1.
Advokasi penerapan LSE for Healthy Living atau
HIV/AIDS pada sekolah khusus seperti sekolah perawat dan sekolah
keterampilan/kejuruan misalnya STM.
2.
Advokasi agar LSE for Healthy Living menjadi salah
satu topik pembelajaran dan penelitian di fakultas kedokteran,
fakultas pendidikan dan fakultas psikologi.
Laporan dari
Pertemuan Forum Kesehatan Reproduksi DKI Jakarta IV,
21 September 2004, Gd. TIFA Lt. 5 Jakarta Selatan
oleh Maria Zulfah
kembali
ke atas
kembali
ke index informasi |