OZZY

Fokus:

X







 

Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Keluarga Berencana 

Pemasangan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim/AKDR (IUD) Sebagai Kontrasepsi Darurat

Selain dengan memakai pil (baik dedicated pills atau pil KB biasa), metode kontrasepsi darurat lain yang juga bisa dilakukan adalah dengan pemasangan AKDR jenis copper-T dalam waktu lima hari setelah terjadinya hubungan seksual tanpa perlindungan.

Mekanisme Kerja

Sebagai metode biasa (yang dipasang sebelum hubungan seksual terjadi), AKDR mengubah transporatsi tubal dan rahim dan mempengaruhi sel telur dan sperma sehingga pembuahan tidak terjadi.  Sebagai kontrasepsi darurat (dipasang setelah hubungan seksual tertjadi) dalam beberapa kasus mungkin memiliki mekanisme kerja yang sama dengan mekanisme kerja AKDR sebagai alat kontrasepsi biasa di atas, namun pada kontrasepsi darurat ini, mekanisme yang lebih mungkin adalah dengan mencegah terjadinya implantasi (penyarangan sel telur yang telah dibuahi ke dinding rahim).

Kemanjuran

Lebih dari 8400 AKDR jenis copper-T telah dipasangkan setelah terjadinya hubungan seksual sejak 1976, dengan hanya 8 kehamilan terjadi: berarti angka kehamilan di bawah satu dalam 1000, sehingga pemasangan AKDR sebagai kontrasepsi darurat menurunkan risiko kehamilan sampai lebih dari 99%.

Efek Samping

Efek samping pemasangan AKDR termasuk diantaranya: rasa tidak enak di perut, perdarahan per vaginam atau spotting, dan infeksi.  Sedangkan efek samping dari penggunaan AKDR termasuk: perdarahan yang banyak, kram, infeksi, kemandulan dan kebocoran rahim. 

Pemasangan AKDR dan Infeksi Menular Seksual termasuk HIV

Untuk mereka yang berisiko tinggi untuk tertular IMS, pemakaian pil lebih aman daripada pemasangan AKDR, sebab pada saat pemasangan, bakteri dapat ikut masuk ke dalam rongga rahim yang steril.  Jika tidak diobati dapat menyebabkan infeksi yang kemudian bisa berakibat terjadinya Penyakit Radang Panggul (PRP).  Infeksi HIV juga dapat meningkatkan risiko PRP sehubungan dengan pemasangan AKDR.

Diterjemahkan dan disusun  oleh Siti Nurul Qomariah

Sumber:

http://www.plannedparenthood.org/library/BIRTHCONTROL/EC.html.  Diakses pada 5 Maret 2002

 


Artikel yg Berhubungan:

Saatnya Menyebarluaskan Informasi Kontrasepsi Darurat (Emergency Contraception, EC)
Setelah sekian tahun tidak terdengar, wacana tentang kontrasepsi darurat (EC) kembali dibicarakan dalam "Round Table Discussion Strategi untuk meningkatkan akses perempuan terhadap informasi dan pelayanan EC" pada tanggal 1 Maret 2002 yang diadakan oleh the Ford Foundation di Jakarta.  selengkapnya...

Kontrasepsi Darurat atau Emergency Contraception (EC)
Sampai saat ini sebetulnya belum ada kesepakatan tentang istilah untuk “Kontrasepsi Darurat” ini.  Ada yang mengusulkan istilah kontrasepsi pasca sanggama, selain istilah kontrasepsi darurat.  Namun, secara umum istilah ini merujuk kepada berbagai metode kontrasepsi yang bisa digunakan untuk mencegah kehamilan setelah terjadinya hubungan seksual tanpa kontrasepsi.  selengkapnya...

Pil Khusus Pencegah Kehamilan/PKPK (Emergency Contraceptive Pills/ECPs)
Sebagaimana halnya dengan istilah kontrasepsi darurat, sampai saat ini belum ada kesepakatan istilah dalam bahasa Indonesia untuk Emergency Contraceptive Pills.  Kebanyakan istilah yang dipakai adalah Pil Khusus Pencegah Kehamilan/PKPK.  selengkapnya...


Informasi tentang EC dapat dibuka di  berbagai situs berikut:

  1. www.opr.princeton.edu/ec/ atau www.not-2-late.com
  2. www.path.org/programs/p-wom/emergency_contraception.htm
  3. www.popcouncil.org/rhfp/ec.html
  4. http://www.fhi.org
  5. http://www.arhp.org/ec/
  6. www.path.org/cec/
  7. http://www.fda.gov/
  8. http://www.path.org/resources/ec_resources.htm
  9. http://www.ngonetworks.org
  10. http://www.plannedparenthood.org/library/BIRTHCONTROL/EC.html

 

kembali ke atas

kembali ke index keluarga berencana

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan