|
Depan
> Keluarga Berencana
Pria dihimbau
agar ikut KB
Kesadaran kaum laki-laki
di Bengkulu mengikuti program KB masih sangat rendah,
baru sebesar 0,84 peserta (1.882 akseptor) dari total
peserta KB aktif sampai Mei 2002 sebanyak 225.297
akseptor, padahal dalam Propenas dinyatakan pada 2004,
peserta KB pria jumlahnya sudah 8%.
Kakanwil BKKBN Propinsi
Bengkulu, Drs. Poerwijanto Djaenuri, Jumat (26/7),
mengatakan, peran pria dalam kesadaran bereproduksi
harus semakin besar. Dalam kondisi tertentu pria sudah
seharusnya menggantikan istrinya dalam ber-KB seperti
istri yang mendapat pendarahan ketika ikut KB suntik,
sakit jantung, hepatitis atau tidak memungkinkan secara
medis mendapatkan hormonal.
Peserta KB pria di
Bengkulu yang menggunakan dua macam alat kontrasepsi
yaitu kondom 0,48% dan sterilisasi 0,36%.
Masih rendahnya kesadaran
pria ber-KB itu terkait dengan kurangnya pemahaman kaum
pria tentang kontrasepsi pria, rendahnya minat suami
dalam mengakses informasi tentang KB dan kesehatan
reproduksi, peran tokoh agama yang masih kurang, sarana
pelayanan KB bagi pria yang masih perlu ditingkatkan dan
terbatasnya pilihan alat kontrasepsi yang tersedia.
Di masyarakat juga masih
ada pandangan negatif yang muncul terhadap pria ber-KB
berupa penyamaan KB pria dengan pengebirian,
disalahgunakan oleh pria untuk penyimpangan seksual,
mempengaruhi kenikmatan berhubungan dan anggapan sulit
untuk ereksi.
Dimasa datang, prioritas
program KB di Bengkulu diarahkan untuk meningkatkan
partisipasi pria dalam pelaksanaan program KB melalui
kerjasama dengan instansi terkait, LSM serta organisasi
profesi. "Perlu dilakukan upaya pengembangan
program peningkatan partisipasi pria melalui peningkatan
pengetahuan, sikap dan prilaku pria dalam pelayanan KB,
karena partisipasi pria dalam ber-KB merupakan ujud
keadilan dan pengarustamaan jender," ujarnya. [Ant]
sumber:
satumed
kembali
ke atas
kembali
ke index keluarga berencana
|