OZZY

Fokus:

X







 

Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Keluarga Berencana 

Pria dihimbau agar ikut KB

Kesadaran kaum laki-laki di Bengkulu mengikuti program KB masih sangat rendah, baru sebesar 0,84 peserta (1.882 akseptor) dari total peserta KB aktif sampai Mei 2002 sebanyak 225.297 akseptor, padahal dalam Propenas dinyatakan pada 2004, peserta KB pria jumlahnya sudah 8%.

Kakanwil BKKBN Propinsi Bengkulu, Drs. Poerwijanto Djaenuri, Jumat (26/7), mengatakan, peran pria dalam kesadaran bereproduksi harus semakin besar. Dalam kondisi tertentu pria sudah seharusnya menggantikan istrinya dalam ber-KB seperti istri yang mendapat pendarahan ketika ikut KB suntik, sakit jantung, hepatitis atau tidak memungkinkan secara medis mendapatkan hormonal.

Peserta KB pria di Bengkulu yang menggunakan dua macam alat kontrasepsi yaitu kondom 0,48% dan sterilisasi 0,36%.

Masih rendahnya kesadaran pria ber-KB itu terkait dengan kurangnya pemahaman kaum pria tentang kontrasepsi pria, rendahnya minat suami dalam mengakses informasi tentang KB dan kesehatan reproduksi, peran tokoh agama yang masih kurang, sarana pelayanan KB bagi pria yang masih perlu ditingkatkan dan terbatasnya pilihan alat kontrasepsi yang tersedia.

Di masyarakat juga masih ada pandangan negatif yang muncul terhadap pria ber-KB berupa penyamaan KB pria dengan pengebirian, disalahgunakan oleh pria untuk penyimpangan seksual, mempengaruhi kenikmatan berhubungan dan anggapan sulit untuk ereksi.

Dimasa datang, prioritas program KB di Bengkulu diarahkan untuk meningkatkan partisipasi pria dalam pelaksanaan program KB melalui kerjasama dengan instansi terkait, LSM serta organisasi profesi. "Perlu dilakukan upaya pengembangan program peningkatan partisipasi pria melalui peningkatan pengetahuan, sikap dan prilaku pria dalam pelayanan KB, karena partisipasi pria dalam ber-KB merupakan ujud keadilan dan pengarustamaan jender," ujarnya. [Ant]

sumber: satumed

 

kembali ke atas

kembali ke index keluarga berencana

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan