OZZY

Fokus:

X







 

Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Keluarga Berencana 

Thailand Larang Penggunaan Jus Lemon Sebagai Alat Kontrasepsi

Menteri Kesehatan Thailand Sudarat Keyuraphan mengingatkan kepada semua pasangan suami istri untuk tetap menggunakan kondom dan tidak menggantinya dengan jus lemon yang dipercaya bisa mencegah kehamilan ataupun penyebaran virus HIV. Hal ini dikatakannya kepada pers Sabtu (10/8).

Peringatan Sudarat dikeluarkan setelah sebuah lembaga non pemerintah yang sangat berpengaruh di Thailand mengatakan bahwa jus lemon yang dimasukkan ke dalam alat kelamin wanita bisa bertindak sebagai alat kontrasepsi yang efektif dan pembunuh virus. ,p>Dalam sebuah surat kabar, Perkumpulan Perkembangan Penduduk yang dijalankan oleh Mechai Viravaidya menyatakan bahwa memasukkan potongan lemon atau jeruk nipis ke dalam alat kelamin wanita dipercaya mampu mematikan sperma dan mencegah kehamilan. Pernyataan pri ayang dijuluki yang dijuluki "condom king" ini didukung oleh teori dari sebuah universitas di Australia.

"Aku ingin mengingatkan kepada semua orang bahwa laporan yang menganjurkan penggunaan jeruk nipis sebagai alat kontrasepsi belumlah sempurna,” ujar Sudarat. "Hal itu tidak bisa mencegah kehamilan, jadi aku tidak ingin masayarakat mencoba cara kontrasepsi baru yang menggunakan jus jeruk nipis ini."

Thaweesap Siraprapasiri, Ketua Divisi Pengendalian AIDS di Thailand, mengatakan di sebuah surat kabar bahwa tidak ada penelitian yang menunjukkan buah-buahan bisa mematikan sperma ataupun virus HIV, yang menyebabkan AIDS.

Minggu lalu menteri kesehatan Thailand telah mengumumkan rencana untuk mulai menjual pil kontrasepsi dengan "morning-after" dengan harga rendah sebagai cara untuk mengurangi kehamilan yang tidak diinginkan. (AFP /dewi retno)

sumber: Kliniknet

 

kembali ke atas

kembali ke index keluarga berencana

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan