OZZY

Fokus:

X







 

Depan > Keluarga Berencana 

Jumlah Penduduk Indonesia Bisa Mengalami Ledakan Luar Biasa

Pemerintah terus menekan laju pertambahan jumlah penduduk melalui program keluarga berencana (KB), sebab jika tidak meningkatkan peserta KB, jumlah penduduk Indonesia akan mengalami ledakan yang luar biasa, kata Kepala BKKBN Pusat Dr Sumarjati Arjoso SKM, di Desa Hanura, Kecamatan Padang Cermin, Lampung Selatan, Selasa.

Dia menjelaskan, apabila jumlah kesetaraan ber-KB per tahun angkanya tetap sama (60,3 persen), maka jumlah penduduk Indonesia tahun 2015 menjadi sekitar 255,5 juta.

Jika kesetaraan ber-KB turun 0,5 persen saja per tahun, maka jumlah penduduk Indonesia tahun 2015 akan meningkat menjadi 264,4 juta jiwa.

Namun, apabila bisa dinaikkan persentase kesetaraan jumlah ber-KB 1 persen per tahun, maka diprediksikan jumlah penduduk Indonesia tahun 2015 sekitar 237,8 juta.

"Hal ini berarti masih di bawah angka proyeksi penduduk tahun 2015 sebesar 248 juta," kata dia, yang hadir di Lampung dalam rangka puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional XIII dan Hari Anak Nasional tahun 2006 tingkat Provinsi Lampung.

Walau upaya tersebut terealisasi dengan meningkatnya jumlah peserta KB yakni mencapai satu persen, namun masih banyak tantangan ke depan yang dihadapi mengingat jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 216 juta dan masih menduduki urutan keempat terbanyak di dunia.

Laju pertambahan penduduk 1,49 persen per tahun-artinya di Indonesia setiap tahun jumlah penduduk bertambah 3-3,5 juta jiwa, dan ini hampir sama dengan jumlah penduduk Singapura.

Demikian juga angka kematian ibu masih menempati urutan yang tertinggi dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Bahkan, tegas Kepala BKKN, dilihat dari angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Indonesia masih sangat rendah yaitu menduduki rangking 110 dari 117 negara.

Selain itu, kata Sumarjati lebih lanjut, jumlah keluarga miskin masih cukup besar. Berdasarkan hasil pendataan keluarga tahun 2004, jumlah keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera I alasan ekonomi ada sekitar 16,3 juta keluarga atau 30,62 persen dari total keluarga Indonesia.

Khusus di Lampung, jumlah keluarga pra sejahtera dan KS I alasan ekonomi masih cukup tinggi, yaitu 819.894 keluarga atau 48,01 persen dari jumlah keluarga yang ada yakni 1.707.646 keluarga.

Terkait program KB nasional, menurut Kepala BKKN Pusat itu, Lampung ternyata cukup menggembirakan yaitu kesetaraan ber-KB berdasarkan SDKI 2002 tercatat 61,4 persen dari pasangan usia subur (PUS) yang ada, naik menjadi 65,97 persen (Susenas 2005).

Demikian juga angka kelahiran total dari 2,7 (SKDI 2002) turun menjadi 2,5 (SUsenas 2004), sedangkan laju pertumbuhan penduduk menunjukkan angka penurunan dari 2,86 persen (SP 1990) menjadi 1,17 pesen (SP 2000).

sumber: Media Indonesia Online

 

kembali ke atas

kembali ke index keluarga berencana

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan