|
Depan
> Keluarga Berencana
Konseling
Keluarga Berencana
Merupakan
hal yang amat penting, karena dapat membantu klien
keluar dari berbagai pilihan dan alternative masalah
kesehatan reproduksi dan keluarga berencana (KB).
Konseling yang baik membuat klien puas (satisfied).
Juga membantunya dalam menggunakan metoda KB secara
konsisten dan sukses.
Lalu,
apa yang dibutuhkan dalam konseling yang baik? Terutama
untuk klien yang baru pertama kali mengunakan alat KB,
ada 6 prinsip yang perlu diperhatikan. Konseling yang baik
tidak banyak menyita waktu, yang penting informasi yang
diberikan sesuai dengan apa yang dibutuhkan klien.
-
Kenali
klien dengan baikà
dengan sikap ramah, respek, tumbuhkan rasa saling
percaya. Konselor dapat menunjukkan bahwa klien
dapat berbicara terbuka sekalipun hal yang
sensitive. Jawablah pertanyaan yang diajukannya
secara lengkap dan terbuka. Jaga kerahasiaan dan
jangan membicarakannya kepada orang lain.
-
Interaksià
dengarkan, pelajari, dan respon klien. Karena tiap
klien itu berbeda, mengerti benar apa yang
dibutuhkannya, penuh perhatian, dan mengerti
keadaannya. Oleh karena itu, dorong klien untuk
bicara dan menjawab tiap pertanyaan yang diajukan
secara terbuka.
-
Sesuaikan
informasià
pelajari informasi yang dibutuhkan klien, sesuaikan
dengan tahap kehidupan yang dilaluinya. Contoh,
pasangan muda tentunya ingin mengetahui lebih banyak
tentang metoda sementara guna menunda kehamilan;
wanita usia tua dengan informasi kontap/sterilisasi
(MOW/vasektomi); lain hal dengan anak muda yang
belum menikah, mereka butuh pengetahuan tentang
bagaimana mengindari IMS termasuk HIV/AIDS. Oleh
karenanya, onselor memberikan informasi yang akurat
dengan bahasa yang dimengerti klien.
-
Hindari
informasi berlebihà
klien tidak dapat menggunakan semua informasi
tentang tiap metoda KB. Informasi berlebih membuat
klien sulit mengingat informasi pentingnya. Kita
sebut ini dengan istilah, “overload
information”. Jangan menyita banyak waktu
dalam menyampaikan pesan/ informasi.
-
Metoda
konselor, diharapkan klienà
membantu klien menentukan pilihan, dan mengahrgai
pilihannya. Konseling yang baik di mulai dari apa
yang dipikirkan dan diajukan klien. kemudian
mengamati apakah klien memahami metoda tersebut.
Termasuk untung dan ruginya, bagaimana cara
menggunakannya, Bantu klien memikirkan metoda lain
juga dan bandingkanlah. Dengan cara ini memberi
keyakinan atas metoda pilihannya. Jika tida ada
pertimbangan medis, klien dapat menggunakan
metodanya. Yang penting ialah klien menggunakan
dalam waktu lama (konsisten) dan efektif.
-
Bantu
klien untuk mengingat dan mengertià
menunjukkan sampel/contoh alat KB, dorong ia
menggunakannya. perlihatkan dan jelaskan dengan
plifchart, poster, pamplet bergambar. Tiap saat
amati klien, jika ia pulang, ingatkan untuk membagi
informasi kepada orang lain.
6 TOPIK
-
Efektifitasà
bagaimana kemampuan metoda KB mencegah kehamilan
tergantung kepada penggunanya (akseptor). Banyaknya
angka kehamilan karena kegagalan KB, tergantung dari
konsistensi dan ketepatan penggunaannya. Konselor
membantu klien mempertimbangkan apa dan bagaimana
mereka menggunakannya, cocok dan tepatnya.
Efektifitas merupakan pertimbangan penting dalam
memilih metoda KB. Tetapi, banyak klien mempunyai
pertimbangan lain.
-
Untung
dan rugià
ini penting, mengingat kerugian bagi kebanyakan
orang, justru keuntungan bagi yang lainnya. Contoh,
seorang wanita cenderung memilih injeksi, sebaliknya
yang lain justru menghindarinya dengan alasan takut
diinjeksi.
-
Efek
samping dan komplikasià
beritahu klien mengenai efek samping dari metoda KB
tersebut. Kebanyakan metoda mempunyai efek samping
yang hampir sama. Ingat, “efek samping dan
komplikasi dapat dikatakan sebagai suatu kerugian”.
Jadi bagaimana cara kita meminimalisasinya.
-
Bagaimana
cara penggunaannyaà
guna menghindari kegagalan. Apalagi metoa pil yang
notabene perlu diingat dengan baik, bagaimana pula
membicarakan kondom dengan partner seksualnya.
-
Mencegah
IMSà
termasuk HIV/AIDS telah merebak di berbagai Negara.
Konselor harus membantu klien memahami dan mampu
mengukur tingkat resiko untuk terkena IMS. Jelaskan
tentang metoda A,B, C, dan D untuk mencegah IMS dan
HIV/AIDS.
-
Kapan
kemabalià
banyak metoda yang mengharuskan klien kembali ke
klinik. Seperti IUD, MOW/MOP yang mengharuskannya
secara rutin kembali ke tempat konseling. Konselor
selalu memberikan anjuran kepada klien untuk kembali
kapanpun dan untuk pertimbangan apapun.
6 LANGKAH KONSELING
Dalam
bahasa Inggris kita mengenal istilah GATHER,
yakni:
|
G |
reet client sambut klien secara terbuka dan ramah, tanamkan
keyakinan penuh, katakana juga bahwa tempat
tersebut sangat pribadi. Sehingga hal yang
didiskusikan akan menjadi rahasia. |
|
A |
sk client about themselves tanyakan klien tentang
permasalahannya, pengalamannya dengan alat KB dan
kesehatan reproduksinya. Tanyakan pula apakah
telah ada metoda yang dipikirkan. Kita menyikapi
dan mencoba menempatkan kita pada posisi klien.
Dengan begitu akan memudahkan kita memahami apa
sebenarnya permasalahan klien. Dengan perkataan
lain, klien sebagai subjek sekaligus objek. |
| T |
ell client about choices
tanyakan tentang pilihannya, fokuskan perhatian
kepada metoda yang dipilih klien. Tetapi ajukan
pula metoda lain. |
| H |
elp client make an informed choices
Bantu membuat pilihan yang tepat, dorong ia
mengemukakan pendapatnya dan ajukan beberapa
pertanyaan! Apakah metoda KB tersebut memenuhi
criteria medik. Juga apakah partner seksualnya
mendukung keputusannya. Jika mungkin bicarakan
dengan keduanya. Tanyakan metoda apa yang klien
putuskan untuk digunakan. |
| E |
xplain fully how to use the choosen method
jelaskan cara menggunakan metoda pilihannya,
dorong ia berbicara secara terbuka, jawab pula
secara terbuka dan lengkap. Berilah kondom kepada
klien yang beresiko IMS. Selain menggunakan kondom,
apakah juga menggunakan metoda KB lainnya. |
| R |
eturn visits should be welcomed
kunjungan kembali, bicarakan dan sepakati kapan
klien kembali untuk follow-up. Dan selalu mempersilakan klien kembali kapan saja. |
Siswandi,
terjemahan bebas, dari Robert A. Hatcher, M.D, M.P.H,
et.al. 1997. The Essentials of Contraceptive Technology, A handbook for Clinical
Staff. The John Hopkins School of Public Health.
kembali
ke atas
kembali
ke index keluarga berencana
|