OZZY

Fokus:

X







 

Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Keluarga Berencana 

Ketersediaan Alat Kontrasepsi Masih Bergantung Luar Negeri

GATRA.com - Ketersediaan alat kontrasepsi Keluarga Berencana (KB) di Indonesia hingga kini masih bergantung pada bantuan luar negeri, kata Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Pusat, Drs Imam Haryadi. 

Kepada wartawan di Mataram, Selasa dia menjelaskan, sebab sebagian besar alat kontrasepsi tersebut masih diproduksi di luar negeri. "Kita tidak bisa menyebutkan satu persatu negara mana saja yang membantu Indonesia dalam penyediaan alat kontrasepsi, karena negara-negara tersebut telah tergabung pada Bank Dunia," katanya. 

Luar negeri dalam memberikan bantuan alat kontrasepsi ada kalanya berbentuk barang dan ada juga yang berbentuk dana. Alat kontrasepsi yang masih diproduksi di luar nergi antara lain implan, IUD dan steril. 

Pemerintah dalam menunjang program KB di Indonesia hanya sedikit sekali yang diarahkan untuk pengadaan alat kontrasepsi, namun untuk tahun 2002 dari anggaran yang ada di BKKBN sekitar 80 persen untuk pembelian alat kontrasepsi. "Dalam menyediakan alat kontrasepsi, tidak bisa terbatas, karena masa sekarang ini calon peserta KB
tidak boleh dipaksa untuk memakai alat kontrasepsi tertentu," katanya. 

Calon akseptor bebas memilih alat kontrasepsi apa saja yang diinginkan serta cocok bagi mereka, sehingga mereka merasa tidak dipaksa untuk ber-KB. Dia mengakui, kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi masih rendah, sehingga kegagalan dan komplikasi masih cukup tinggi. "Peningkatan kualitas pelayanan kontrasepsi semakin disadari baik oleh pemberi maupun penerima pelayanan," katanya. 

sumber: Gatra.com (http://www.gatra.co.id/index2.php3?id=2002010722253798&rubrik=Kesehatan&mid=2)

kembali ke atas

kembali ke index keluarga berencana

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan