|
Depan
> Keluarga Berencana
Pria di Sulut Tidak Aktif BerKB
Keikutsertaan pria
menggunakan alat kontrasepsi Keluarga Berancana (KB) di
Sulawesi Utara (Sulut), masih sangat rendah dibandingkan
dengan pria di Pulau Jawa atau daerah lain di Indonesia.
"Pria Sulut sangat enggan menggunakan alat
kontrasepsi seperti kondom dan vasektomi, kata Kepala
Seksi Peningkatan Partisipasi Pria Dinas BKKBN Sulut,
Yoppy Kalesaran, Jumat (8/11), di Manado.
Kalesaran mengatakan, tingkat partisipasi pria terhadap
program KB hanya sekitar 0,18% pada alat kontrasepsi
kondom dan 0,02% pada teknik operasi vasektomi dari
sekitar 284.089 Pasangan Usia Subur (PUS) di Sulut.
Kondisi tersebut menggambarkan pria di daerah ini kurang
memahami pentingnya menggunakan alat kontrasepsi, karena
perilaku serta pemahaman tentang sejumlah alat-alat
kontrasepsi dapat mengurangi kejantanan.
Padahal, rasa percaya diri pria akan memberikan hasil
lebih baik dan maksimal saat menggunakan alat
kontrasepsi, disamping untuk memberikan keluasan
pasangannya untuk lebih sehat, kata Yoppy.
"Pria-pria di Sulut masih kurang bertanggungjawab
ketika dihadapkan pada masalah-masalah kesehatan
pasangannya, baik ketika memilih menjadi partisipan
pemula maupun partisipan penerus ber-KB, "kata
Yoppy.
Rendahnya keikutsertaan pria menggunakan kontrasepsi
tersebut akan berpotensi memberikan kontribusi lebih
besar terhadap laju pertumbuhan penduduk di daerah
"Nyiur melambai" ini.
Bila saja partisipasi pria dalam penggunaan alat
kontrasepsi itu naik sebesar 50%, akan mampu menekan
laju pertumbuhan penduduk dari 1,35% menjadi lebih kecil
lagi, kata Yoppy.
Faktor lain, jika pria juga akan membantu mencegah
tingkat kematian ibu saat melahirkan, kata Yoppy sambil
menambahkan, angka kematian ibu saat ini di Indonesia
masih sangat tinggi mencapai 220 orang per 10 ribu
penduduk.[Ant]
sumber:
Astaga.com
kembali
ke atas
kembali
ke index keluarga berencana
|