|
Depan
> Keluarga Berencana
Keluarga Berencana
Keluarga Berencana (KB) adalah istilah yang mungkin sudah
lama anda kenal. KB artinya mengatur jumlah anak
sesuai kehendak Anda, dan menentukan sendiri kapan Anda
ingin hamil. Bila Anda memutuskan untuk tidak segera
hamil sesudah menikah, Anda bisa ber-KB.Layanan KB di
seluruh Indonesia sudah cukup mudah diperoleh. Ada
beberapa metoda pencegahan kehamilan, atau penjarangan
kehamilan, atau kontrasepsi, bisa Anda pilih
sendiri.
Tak seorang pun boleh memaksa Anda mengikuti program KB. tak
seorang pun bisa menggunakan alat KB tertentu bila itu
bukan pilihan Anda. Tetapi kalau alat yang Anda pilih
bisa membahayakan diri Anda sendiri atau, memperparah
penyakit yang sudah anda derita, pekerja kesehatan
mungkin menyarankan alat lain yang mungkin lebih aman.
Meskipun tidak ada paksaan, bila Anda telah mengerti
risiko-risiko yang mengancam kesehatan atau bahkan
keselamatan Anda sendiri sehubungan dengan kehamilan dan
persalinan, selayaknya Anda mengikuti program KB atas
kesadaran sendiri. Bacalah penjelasan di bawah ini.
Manfaat-manfaat KB
Setiap tahun, ada 500.000 perempuan meninggal akibat
berbagai masalah yang melingkupi kehamilan, persalinan,
dan pengguguran kandungan (aborsi) yang tak aman. KB
bisa mencegah sebagian besar kematian itu. Di masa
kehamilan umpamanya, KB dapat mencegah munculnya
bahaya-bahaya akibat :
Kehamilan terlalu dini
Perempuan yang sudah hamil tatkala umurnya belum mencapai 17
tahun sangat terancam oleh kematian sewaktu persalinan.
Mengapa? karena tubuhnya belum sepenihnya tumbuh; belum
cukup matang dan siap untuk dilewati oleh bayi. Lagipula,
bayinya pun dihadang oleh risiko kematian sebelum
usianya mencapai 1 tahun.
Kehamilan terlalu “telat”
Perempuan yang usianya sudah terlalu tua untuk mengandung dan
melahirkan terancam banyak bahaya. Khususnya bila ia
mempunyai problema-problema kesehatan lain, atau sudah
terlalu sering hamil dan melahirkan.
Kehamilan-kehamilan terlalu berdesakan jaraknya
Kehamilan dan persalinan menuntut banyak energi dan kekuatan
tubuh perempuan. Kalau ia belum pulih dari satu
persalinan tapi sudah hamil lagi, tubuhnya tak sempat
memulihkan kebugaran, dan berbagai masalah bahkan juga
bahaya kematian, menghadang.
Terlalu sering hamil dan melahirkan
Perempuan yang sudah punya lebih dari 4 anak dihadang bahaya
kematian akibat pendarahan hebat dan macam-macam
kelainan lain, bila ia terus saja hamil dan bersalin
lagi.
Jutaan perempuan di seluruh dunia selama ini sudah
menggunakan metoda-metoda KB yang kami paparkan dalam
halaman-halaman berikutnya. Malahan metoda-metoda itu
lebih aman ketimbang hamil dan bersalin.
Bila Anda memilih untuk tetap ber-KB
Sebagian perempuan menginginkan banyak anak – khususnya di
tengah-tengah masyarakat-masyarakat yang miskin, tak
memperoleh pembagian tanah yang adil, sumberdaya kurang,
dan keuntungan social tipis. anak-anak membantu
pekerjaan orangtua sehari-hari, dan merawat mereka di
usia lanjut. di banyak tempat, jumlah anak yang sedikit
dianggap sebagai kemewahan (hanya orangtua yang
berkecukupan saja yang mampu mengurangi jumlah anak).
Tetapi sebagin perempuan lain menganggap bahwa anyaknya anak
justru makin memiskinkan keluarga, dan mempersualit
pengentasan nasib mereka. banyak orangtua yang sedih dan
menyesal karena kebanyakan anak; tidak mampu memberi
mereka penghidupan yang layak; tak mampu menyekolahkan
mereka sampai jenjang yang tinggi, dan akibatnya
anak-anak mereka itu tak mendapat peluang memperbaiki
generasi mereka.
Umumnya perempuan yang menghendaki pembatasan jumlah anak
adalah perempuan yang sudah punya kesempatan belajar dan
mencari nafkah sendiri, serta statusnya cukup setara
dengan laki-laki dalam masyarakatnya.
Yang jelas, tak peduli di manapun (dalam masyarakat apapun)
Anda berada, Anda akan lebih sehat, dan melahirkan
anak-anak yang jauh lebih sehat, bila Anda memegang
kendali atas penentuan berapa banyak anak yang akan
anda miliki, dan kapan akan hamil.
Mungkin Anda sudah mengalami sendiri desakan-desakan dari
segala penjuru untuk ber-KB atau sebaliknya agar jangan
ber-KB. Memang nasihat-nasihat orang lain bisa diambil
manfaatnya, tetapi mau ber-KB atau tidak, sepenuhnya
adalah keputusan Anda sendiri.
Kalau Anda sudah mengambil keputusan akan ber-KB, kini tiba
saatnya memilih metoda yang paling cocok. Agar Anda
mampu memilih dengan tepat, Anda harus mempelajari
untung-rugi tiap metoda lebih dahulu.
Ada 5 corak metoda KB:
Metoda perintang, yang bekerja dengan cara
mengahlangi sperma dari pertemuan dengan sel telur (merintangi
pembuahan).
Metoda hormonal, yang mencegah indung telur
mengeluarkan sel-sel telur, mempersulit pembuahan, dan
menjaga agar dinding-dinding rahim tak menyokong
terjadinya kehamilan yang tak dikehendaki.
Metoda yang melibatkan alat-alat yang dimasukkan ke dalam
rahim (IUD), gunanya untuk mencegah pembuahan sel telur oleh sperma.
Metoda alamiah, yang membantu Anda mengetahui
kapan masa subur Anda, sehingga Anda dapat menghindari
hubungan seks pada masa itu.
Metoda permanen, atau metoda yang menjadikan Anda
taua pasangan Anda tidak bisa lagi memiliki anak untuk
selamanya; lewat suatu operasi.
Seberapa Ampukah Masing-Masing metoda?
Di bawah ini kami berikan informasi mengenai daya
guna atau kemanjuran tiap metoda KB, kegunaannya dalam
mencegah kehamilan dan penyakit menular, dan apakah aman
bila digunakan selagi Anda menyusui.
Tiap 100 perempuan yang memakai metoda ini selama
1 tahun |
… yang tetap
hamil sejumlah |
Tingkat
perlindungan terhadap penyakit yang menular lewat
hubungan seks |
|
Kondom untuk laki-laki |
12 |
bagus |
|
kondom untuk perempuan |
20 |
bagus |
|
Diafragma |
18 |
hanya menangkal beberapa jenis penyakit saja |
|
Spermisida |
20 |
hanya menangkal beberapa jenis penyakit saja |
|
Pil terpadu |
3 |
Tidak melindungi |
|
Pil Progestin saja |
5 |
Tidak melindungi |
|
Susuk |
Kurang dari 1 |
Tidak melindungi |
|
Suntik |
Kurang dari 1 |
Tidak melindungi |
|
Spiral |
1 |
Tidak melindungi |
|
Memberi ASI sampai bayi berusia 6 bulan |
2 |
Tidak melindungi |
|
KB alamiah |
20 |
Tidak melindungi |
|
Sterilisasi lelaki dan Perempuan |
kurang dari 1 |
Tidak melindungi |
|
Tidak ber-KB |
85 |
Tidak melindungi |
Semua metoda di atas bisa Anda gunakan dengan aman selama
menyusui, kecuali pil terpadu dan suntikan yang
mengandung hormone estrogen.
sumber:
Where Women Have No Doctor: A Health Guide for Women,
1997. The Hesperian Foundation, Berkeley, California
Referensi lainnya:
|