|
Depan
> Kesehatan Ibu & Anak >
Informasi
Formalin
Sebabkan Gangguan Menstruasi & Infertilitas Wanita
Masyarakat
yang mengkonsumsi makanan mengandung formalin, menurut Dra Erna Suryati
Apt MKes dari Dinas Kesehatan DIY, bisa menyebabkan gangguan persarafan
berupa susah tidur, sensitif, mudah lupa, sulit berkonsentrasi. Dan pada
wanita akan menyebabkan gangguan menstruasi dan infertilitas.
''Gangguan formalin untuk jangka panjang dapat menyebabkan kanker
mulut dan tenggorokan. Pada penelitian binatang menyebabkan kanker kulit
dan kanker paru.''
Hal itu dikatakan oleh Erna ketika tampil berbicara pada Workshop
tentang formalin, yang diadakan oleh Majalah Agribisnis Peternakan
Populer Gallusia Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta, Selasa (17/1).
Menurut Erna, formalin tidak hanya dapat masuk ke dalam tubuh lewat
makanan yang dikonsumsi, tetapi juga dapat diserap oleh kulit dan dapat
juga terhirup melalui pernapasan. Oleh karena itu, kontak langsung
dengan bahan tersebut tanpa menelannya juga dapat berdampak buruk bagi
kesehatan.
''Sampai sejauh ini, informasi menurut sistem keamanan pangan terpadu
menyebutkan bahwa jika formalin terminum minimal 30 ml (sekitar 2 sendok
makan) dapat menyebabkan kematian,'' tambahnya.
Dikatakan lebih lanjut, ciri-ciri umum pada beberapam makanan yang
diduga mengandung formalin untuk jenis mie basah adalah tidak rusak
sampai dua hari pada suhu kamar (25 derajat celcius) dan bertahan lebih
dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat celcius). Bau mie agak
menyengat yakni bau khas formalin, dan mie basah tersebut tidak lengket
serta lebih mengkilap dibanding mie tanpa formalin.
Sedangkan tahu yang mengandung formalin tidak rusak hingga 3 hari
pada suhu kamar dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es.
Tahu keras namun tidak padat dan bau agak menyengat khas formalin.
Bakso yang mengandung formalin tidak rusak sampai 5 hari pada suhu
kamar dan memiliki tekstur sangat kenyal. Sedangkan ikan segar
berformalin tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar, warna ingsang
merah tua dan tidak cemerlang, serta bau menyengat khas formalin.
Sementara ikan asin mengandung formalin dengan ciri-ciri tidak rusak
sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar, warna ikan asin bersih cerah
namun tidak berbau khas ikan asin.
''Ciri-ciri itu memang hanya bersifat umum, namun setidaknya dapat
memberikan sedikit gambaran kepada kita tentang ciri makanan yang diduga
mengandung formalin. Karena kita harus tetap waspada, jangan sampai
makanan yang dikonsumsi malah menyebabkan penyakit,'' imbuhnya.
Sedangkan contoh untuk bahan pengawet yang umum digunakan pada
beberapa jenis makanan adalah benzoat, propionat, nitrit, sorbat, dan
juga sulfit.
Oleh karena itu, disarankan oleh Erna perlu sosialisasi penggunaan
pengawet makanan yang aman secara terus menerus dan perlu pengawasan
beredarnya makanan mengandung formalin oleh instansi terkait secara
berkelanjutan.
''Disamping itu juga perlu pengaturan hukum yang tegas untuk mengurangi
beredarnya makanan yang mengandung bahan berbahaya di pasaran.''
Demikian Dra Erna Suryati Apt MKes.
Sumber: SuaraMerdeka
kembali
ke atas
kembali
ke index kesehatan ibu & anak
|