|
Depan
> Kesehatan Ibu & Anak
Setiap Jam, 10
Bayi di Indonesia Meninggal
Setiap jam sepuluh dari
sekitar 520 bayi yang lahir di Indonesia meninggal
dunia. Hal itu diungkapkan kata Ketua Pimpinan Pusat
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sukman Tulus Putra
di Jakarta, Senin (20/11).
Jumlah itu dihitung
berdasarkan angka kematian bayi Indonesia yang saat ini
mencapai 36 per 1.000 kelahiran hidup.
"Ini sangat
memrihatinkan, dengan kondisi yang ada saat ini kita
juga akan sulit mencapai target MDGs (Millenium
Development Goals-red) untuk menurunkan angka kematian
bayi menjadi dua per tiga dari sebelumnya," kata
Sukman.
Dia menjelaskan tingginya
angka kematian bayi antara lain disebabkan oleh masih
minimnya akses layanan penanganan kesehatan pada bayi
dan anak.
Jumlah dokter anak yang
ada di seluruh Indonesia, kata dia, saat ini hanya
sekitar 1.800 orang sedangkan jumlah bayi, balita dan
anak yang harus ditangani jauh lebih banyak (lebih dari
60 juta-red).
Ia mengatakan bahwa rasio
dokter anak di Indonesia besarnya hanya 2,4 per 100 ribu
anak, jauh lebih rendah dibanding rasio dokter anak di
negara-negara maju yang bisa mencapai 42 per 100 ribu
anak.
Oleh karena itu, ia
melanjutkan, guna meningkatkan layanan penanganan
masalah kesehatan dan gizi pada bayi dan anak pihaknya
memberikan pelatihan kepada dokter-dokter umum yang
bertugas di Puskesmas.
Ia menjelaskan dokter
umum Puskesmas adalah ujung tombak pelayanan kesehatan
yang menjalankan fungsi penyuluhan (promotif),
pencegahan (preventif) dan pengobatan (kuratif) bagi
semua kalangan masyarakat, termasuk bayi dan anak.
Namun demikian tidak
semua dokter umum memiliki pengetahuan mendalam tentang
penanganan kesehatan pada bayi dan anak.
Pemberian pelatihan
tentang penanganan masalah kesehatan dan gizi pada bayi
dan anak kepada dokter umum, ia melanjutkan, diharapkan
dapat meningkatkan pengetahuan dokter umum tentang
penanganan masalah kesehatan anak dan meminimalkan
dampak akibat minimnya jumlah dokter anak. (Ant/OL-06)
Sumber:
MEdia Indonesia Online, Senin 20 November 2006
kembali
ke atas
kembali
ke index kesehatan ibu & anak
|