|
Depan
> Kesehatan Reproduksi Remaja
> Informasi
Remaja
dan Aspek Psikososial
Banyak yang bilang masa remaja adalah masa yang
paling indah (duh... seperti di dalam lagi ya) karena di
masa remaja banyak perubahan yang kita alami, mulai dari
perubahan fisik sampai psikologi. Dan ini
dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk masyarakat.
Segala macam aspek hubungan sosial dengan kawan,
orangtua, ataupun guru bisa disebut dengan aspek
psikososial.
Masa remaja yang kita alami ini merupakan suatu
periode dalam rentang kehidupan manusia, mau atau tidak
mau pasti kita mengalaminya. Pada masa ini, berlangsung
proses-proses perubahan secara biologis juga perubahan
psikologis yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk
oleh masyarakat, teman sebaya, dan juga media massa.
Kita yang berada di masa remaja ini juga belajar
meninggalkan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan dan
pada saat yang bersamaan kita mempelajari perubahan pola
perilaku dan sikap baru orang dewasa. Selain itu, kita
yang remaja ini juga dihadapkan pada tuntutan yang
terkadang bertentangan, baik dari orangtua, guru, teman
sebaya, maupun masyarakat di sekitar. Kita bisa-bisa
menjadi bingung karena masing-masing memberikan tuntutan
yang berbeda-beda tergantung pada nilai, norma, atau
standar yang digunakan.
Intinya aspek psikososial bisa didefinisikan sebagai
aspek yang ada hubungannya dengan kejiwaan kita dan
sosial. Kejiwaan tentu saja berasal dari dalam diri
kita, sedangkan aspek sosial berasal dari luar
(eksternal). Kedua aspek ini sangat berpengaruh kala
masa pertumbuhan kita.
Kadang yang lebih berpengaruh justru bukan aspek
kejiwaan, melainkan aspek eksternal. Misalnya, media
massa membangun imej remaja putri yang oke adalah yang
berkulit putih, bertubuh langsing, dan berpayudara
besar. Demi mengejar body image seperti itu, banyak yang
termakan dan berusaha menjadi imej seperti yang
dikatakan di media massa.
Sudah saatnya perubahan diri terjadi bukan dari luar,
melainkan dari dalam diri kita sendiri karena seharusnya
aspek psikososial berlangsung secara seimbang. Pengaruh
dari luar harusnya mampu mengubah kita menjadi manusia
yang lebih baik. Dengan kondisi ini, diharapkan
interaksi aspek psikologi dan sosial dapat menjadi
positif, yang pada akhirnya dapat berdampak positif pada
pembentukan identitas diri kita.
YAHYA MA’SHUM PKBI Pusat
sumber:
Harian Kompas, Jumat, 17 November 2006
kembali
ke atas
kembali
ke index kesehatan reproduksi remaja
|