|
Depan
> Kesehatan Reproduksi Remaja
> Informasi
Hubungan Seks Usia Muda Berisiko Kanker
Hubungan atau kontak seksual pada usia di bawah 17 tahun merangsang tumbuhnya
sel kanker pada alat kandungan perempuan, karena pada rentang usia 12 hingga 17
tahun, perubahan sel dalam mulut rahim sedang aktif sekali. Demikian diungkapkan
seorang ahli kebidanan.
"Saat sel sedang membelah secara aktif (metaplasi) idealnya tidak terjadi
kontaks atau rangsangan apa pun dari luar, termasuk injus (masuknya)
benda asing dalam tubuh perempuan," kata dr Teti Ernawati dari Rumah Sakit
Cipto Mangunkusumo di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, adanya benda asing, termasuk alat kelamin laki-laki dan sel sperma,
akan mengakibatkan perkembangan sel ke arah abnormal. Apalagi kalau sampai
terjadi luka yang mengakibatkan infeksi dalam rahim.
Sel abnormal dalam mulut rahim itu dapat mengakibatkan kanker mulut rahim
(serviks). Kanker serviks menyerang alat kandungan perempuan, berawal dari mulut
rahim dan berisiko menyebar ke vagina hingga keluar di permukaan, katanya.
Selain itu, kanker serviks juga berisiko menyebar ke organ lain di dalam tubuh,
misalnya uterus, ovarium, tuba fallopi, ginjal, paru-paru, lever, tulang hingga
otak, katanya.
"Jika telah mencapai stadium lanjut dan menyebar ke organ tubuh lain, maka
kanker serviks dapat mengakibatkan kematian," ujarnya.
"Penderita stadium lanjut umumnya harus mengangkat organ alat kandungan dan
kemungkinan mempunyai anak menjadi tidak mungkin," katanya.
Di dunia, terdapat sekitar 100 jenis strain virus penyebab kanker serviks, yaitu
virus HPV (Human Papilloma Virus). Dan strain terganas adalah tipe 16 dan 18.
Gejala yang sering muncul pada penderita biasanya timbulnya keputihan yang
berbau dan berulang-ulang serta terjadi pendarahan di bagian kemaluan saat tidak
sedang haid.
Karena itu, Teti menganjurkan bagi perempuan untuk menikah setelah berusia 17
tahun lebih dan menerapkan perilaku seksual yang sehat.
"Hindari seks bebas dan gonta-ganti pasangan," katanya.
Selain itu, perlu dilakukan deteksi dini untuk mencegah terjadinya kanker
serviks stadium lanjut, salah satunya dengan melakukan tes pap (pap smear). [TMA,
Ant]
kembali
ke atas
kembali
ke index kesehatan reproduksi remaja
|