|
Depan
> Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS
> Informasi
Mengurangi
Penularan Virus
HIV pada Pengguna
Narkoba Suntik (IDUs)
Kasus
baru infeksi HIV terus meningkat diantara para pengguna
narkoba suntikan (IDUs). Di seluruh dunia penggunaan narkoba
suntik hanya berkontribusi 5 sampai 10% dari total infeksi
HIV, namun di beberapa belahan dunia, narkoba suntikan
merupakan cara penularan virus HIV yang utama.
Sebagai contoh, diperkirakan di negara-negara seperti
Cina, Malaysia dan Vietnam sedikitnya setengah dari kasus
infeksi HIV berhubungan dengan narkoba suntikan. Di beberapa
tempat di Eropa Tengah dan Selatan dan negara baru pecahan
dari Uni Soviet, laju penyebaran infeksi HIV yang cepat
melalui penggunaan alat suntik yang terkontaminasi telah
terjadi. Di beberapa kota, seperti Svetlogorsk di Belarus,
prevalensi HIV di antara IDUs meningkat menjadi lebih dari 55%
dalam jangka waktu satu tahun pencarian kasus infeksi HIV pada
populasi pengguna narkoba suntikan di kota tersebut.
Epidemi
HIV pada IDUs berbeda dengan epidemi pada populasi lainnya
dalam hal potensi kecepatan penyebaran virus dalam komunitas
IDU sendiri dan ke luar ke populasi umum. Di kota-kota seperti
Bangkok, New York dan Odessa, pengalaman menunjukkan bahwa
sekali prevalensi HIV mencapai ambang batas sekitar 10%, dalam
waktu 1 sampai 5 tahun prevalensi akan meningkat dengan cepat
menjadi 40-50%. Umumnya
infeksi ini diakibatkan oleh penggunaan bersama atau
penggunaan kembali alat-alat yang sudah terkontaminasi (biasanya
jarum suntik dan semprit) atau dari injeksi obat yang
terkontaminasi.
Strategi
menyeluruh untuk mempromosikan perubahan perilaku melalui
pengurangan bahaya (harm reduction) sangat penting
untuk dilakukan pada penyusunan program penanggulangan HIV
pada pengguna narkoba suntikan. Menggunakan
pelajaran-pelajaran yang didapat dari pengalaman internasional,
strategi ini bertujuan untuk mempertahankan prevalensi HIV
tetap rendah pada populasi IDU melalui penekanan bahwa berbagi
alat suntik yang terkontaminasi -baik pada orang yang bukan
pengguna narkoba suntikan atau pada pengguna narkoba- berisiko
tinggi untuk terjadinya penularan infeksi HIV. Suatu
pendekatan yang menyeluruh juga mempertimbangkan isu-isu yang berkaitan dengan penularan melalui kontak
seksual.
Pendekatan
tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip kesehatan masyarakat
yang sudah diakui, yang lebih melihat penggunaan atau
penyalahgunaan narkoba sebagai suatu isu kesehatan masyarakat
daripada hanya sekedar isu hukum dan tatatertib. Hal ini
memberikan pilihan-pilihan pada pengguna narkoba untuk
mengurangi risiko pada berbagai tingkatan dan memusatkan
perhatian pada penerapan strategi-strategi untuk memberikan
dukungan dan bukan pemberian hukuman Pendekatan tersebut didasari pada pengertian bahwa
menghentikan sama sekali penggunaan narkoba adalah kondisi
yang ideal, namun tujuan-tujuan jangka menengah (seperti
substitusi obat dan tehnik penyuntikan yang aman) merupakan
langkah yang justru efektif dalam memerangi penyebaran HIV.
Lima
langkah di bawah ini dapat membantu pelaksanaan pendekatan
menyeluruh:
-
Dapatkan dukungan dari para pembuat kebijakan dan
stakeholder.
-
Promosikan penggunaan alat suntik steril untuk setiap
penyuntikan.
-
Bentuklah suatu tim outreach teman sebaya yang efektif
untuk masuk ke lingkungan IDUs dan mendidik mereka
-
Susun suatu program yang digerakkan oleh teman sebaya (peer)
di mana para pemimpin jaringan IDU dapat membantu merancang
program intervensi
-
Ciptakan hubungan antara program pengobatan dan program
substitusi obat, test HIV dan konseling, berbagai program dan
pelayanan kesehatan dasar.
Hal-hal yang dipelajari
Bukti
menunjukkan bahwa epidemi HIV yang berhubungan dengan
penggunaan narkoba suntikan dapat diperlambat, dihentikan atau
bahkan dibalik. Paling tidak ada tiga komponen pencegahan yang
penting sehubungan dengan upaya mencegah epidemi: melaksanakan
kegiatan pencegahan secara dini ketika prevalensi HIV masih
kurang dari 5%; menggalakkan kegiatan outreach untuk memberi
informasi pada pengguna narkoba suntikan mengenai HIV dan
membantu mereka mempercayai petugas kesehatan; dan
mendistribusikan alat-alat suntik steril secara luas.
Pelajaran
khusus yang timbul dari pengalaman dalam melakukan
langkah-langkah program untuk IDU termasuk:
Kebijakan
penguatan bidang hukum. Polisi di beberapa negara telah
merencanakan suatu pendekatan pengurangan bahaya yang dikenal
sebagai “responsible demand enforcement" dimana petugas
pelaksana perundangan bekerja dengan petugas kesehatan untuk
membantu para pemakai narkoba mengakses pelayanan daripada
menghadapi hukuman kurungan. Upaya-upaya ini -dimana IDUs
tidak didakwa atas pemilikan jarum suntik yang dipakai
bergantian- telah membantu mengarahkan pengguna narkoba dari
kemungkinan kejahatan dan hukuman penjara. Kebijakan ini
merancang suatu lingkungan di mana individu pengguna narkoba
dapat mengurangi perilaku beresiko mereka dalam jangka waktu
yang lama.
Penggantian
dan Ketersediaan Suntikan.
Alasan yang masuk akal untuk diadakannya kegiatan penggantian
jarum suntik adalah karena banyak IDUs tidak dapat atau tidak
mau menghentikan penyuntikan, strategi intervensi harus
digunakan untuk mengurangi resiko infeksi dan penyebaran HIV.
Menyediakan jarum dan semprit yang steril merupakan kegiatan
yang sederhana, cara yang murah untuk mencapai tujuan ini, dan
juga membantu membina hubungan dengan pengguna narkoba melalui
kegiatan outreach.
Program
pendidikan dan outreach. Materi-materi pendidikan tentang
narkoba yang difokuskan pada pengurangan bahaya (Harm
Reduction) sudah tersedia di beberapa negara.
Materi-materi ini memberitahukan cara-cara menyuntik yang
lebih aman dan bagaimana mengurangi resiko yang berhubungan
dengan penyuntikan. Materi-materi
ini tidak menganjurkan penggunaan obat/narkoba.
Program
Methadone. Methadone adalah bahan substitusi dari opiate
sintetik yang mempunyai efek lama sehingga mengurangi
kebutuhan pemakai narkoba untuk memakai narkoba jalanan.
Beberapa studi menunjukkan
bahwa methadone dapat mengurangi kematian, mengurangi
keterlibatan pemakai narkoba dalam tindak kriminal, mengurangi
penyebaran HIV dan Hepatitis serta membantu pemakai narkoba
untuk mampu mengontrol kembali kehidupan mereka.
diterjemahkan
oleh Widiastuti Dewi
Sumber
Family Health International
kembali
ke atas
kembali
ke index pms & hiv/aids |