|




|
Website ini diterbitkan
dalam
rangka menyebarluaskan
informasi mengenai
kesehatan reproduksi dan
seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang
mempunyai
kepedulian
terhadap kesehatan
reproduksi dan jender.
Redaksi
menerima sumbangan
pemikiran, opini, hasil
kajian
lapangan serta pengalaman
yang berkaitan
dengan
maksud penerbitan
website ini.
Tim
Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette
Kritik
& Saran:
Mitra INTI
Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id |
|
|
Depan
> Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS
> Informasi
Membangun
Kemandirian Dalam Upaya Penanggulangan AIDS
Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra patut mendapat
tepukan meriah peserta kongres AIDS sedunia ke lima belas di
Bangkok yang berlangsung pada tanggal 11 sampai 16 Juli
2004 . Pada kata sambutannya Thaksin menguraikan
perjuangan Thailand melawan AIDS. Negara ini mengalami epidemi
AIDS terparah di ASEAN. Sekitar satu juta warga Thailand
diperkirakan terinfeksi HIV. Daerah terparah
adalah di bagian utara Thailand yang dihuni petani
yang berpenghasilan rendah. Di daerah ini AIDS
melanda desa-desa. Banyak anak yang kehilangan
kedua orang tuanya karena AIDS. Epidemi ini juga mengguncang
perekonomian Thailand
Keberhasilan Thailand dalam menanggulangi AIDS ditunjukkan
dengan menurunnya angka penularan berkat keberhasilan
kebijakan penggunaan kondom 100 %. Selain itu
sekitar 33 ribu penduduk Thailand yang memerlukan obat
AIDS (ARV) sekarang ini sudah dapat dilayani dan jumlah
ini akan terus ditingkatkan. Diperkirakan pada akhir
tahun 2004 ini
sekitar 50.000 orang akan mendapat obat ARV. Bahkan pada
pembukaan kongres ini Thaksin berjanji akan
melaksanakan kebijakan akses untuk semua yang merupakan tema
kongres AIDS sedunia kali ini. Ini berarti semua warga
Thailand yang memerlukan obat ARV akan mendapatkan obat
tersebut.
Memang saat ini Thailand masih menerima bantuan Global Fund
dalam layanan obat ARV tapi porsi bantuan tersebut hanya 20 %
saja dari kebutuhan Thailand, sedangkan 80% merupakan
upaya pemerintah Thailand sendiri. Thailand tidak hanya
berhasil menunjukkan keberhasilan untuk mulai mandiri
dalam bidang dana namun juga dalam kebijakan. Thailand
tidaklah begitu saja meniru kebijakan negara maju
namun juga mengembangkan kebijakan sendiri sesuai dengan
kebutuhan masyarakatnya. Sebagai contoh upaya pencegahan
penularan HIV dari ibu hamil ke bayi yang dikembangkan di
Thailand berdasarkan penelitian yang dilakukan di
Thailand sendiri. Melalui program ini 2000 bayi dapat
dicegah terinfeksi HIV setiap tahun.
Pada tahun 2002 Thaksin memerintah perusahaan industri farmasi
Thailand untuk memproduksi ARV di Thailand sehingga tidak
bergantung lagi pada suplai dari luar. Produksi ini
mendukung akses untuk semua dan sekarang produksi obat
ARV Thailand tidak saja mencukupi untuk kebutuhan masyarakat
Thailand namun juga sudah dapat membantu negara ASEAN
lainnya termasuk Indonesia . Bahkan pada pembukaan
kongres ini Thaksin mengungkapkan niatnya selain
membantu negara tetangga Thailand juga akan
menyumbang dana sebesar 1 juta dolar setiap tahun ke
Global Fund.
Jadi terlihat perkembangan kemandirian Thailand, semula
Thailand merupakan negara ASEAN yang mengalami dampak terparah
epidemi AIDS, sekarang Thailand telah bangkit sehingga
berhasil mengendalikan infeksi serta menolong warganya
yang memerlukan obat ARV.Thailand sekarang dapat menegakkan
kepala dalam upaya penanggulangan AIDS. Thailand tidak
lagi mengadahkan tangan meinta bantuan , sekarang
Thailand sudah dapat
membantu negara lain .Tidak hanya negara berkembang yang
mengagumi keberhailan Thailand tapi juga negara maju
mulai memperhatikan Thailand.
Indonesia juga perlu belajar untuk meningkatkan
kapasitas nasionalnya dalam upaya penanggulangan AIDS.
Memang kita tetap perlu bekerjasama baik pada tingkat
regional maupun global dalam penangulangan AIDS namun
hendaknya Indonesia tidak terlena sehingga terjebak pada
keadaan yang terlalu bergantung pada bantuan luar
Konstribusi kita sendiri baik dalam dana mapun pemikiran dalam
upaya penaggulangan AIDS perlu ditingkatkan. Pada akhir tahun
2003 lalu kita telah berhasil memproduksi obat ARV sendiri dan
pada tahun 2004 ini pemerintah telah mengalokasikan dana 10
milyar untuk terapi
ARV. Kedua langlah ini dapat merupakan langkah awal
menuju kemandirian. Langkah ini akan semakin kuat jika kita
mempunyai niat yang kuat untuk mandiri serta percaya kita
mampu mencapainya.
(Samsuridjal Djauzi dan
Kurniawan Rachmadi, Bangkok)
sumber:
aids-ina
kembali
ke atas
kembali
ke index pms & hiv/aids |
|
|