Kanker mulut rahim masih menjadi momok
yang menakutkan bagi kaum perempuan di Indonesia, karena selain
belum ada obatnya, kanker jenis ini masih menjadi pembunuh nomor
satu perempuan pengidap kanker tersebut.
"Kanker mulut rahim di Indonesia masih menjadi pembunuh
nomor satu di antara kanker lainnya, padahal di Amerika Serikat
kasus penyakit ini sudah menurun," kata spesialis kandungan
Prof dr Noor Pramono, SpOG, di Semarang, Kamis (20/7).
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang
itu mengatakan, pencegahan dini melalui pendektesian yang
dilakukan secara berkala bisa mengurangi risiko terkena kanker
mulut rahim stadium tinggi.
Kanker mulut rahim hingga sekarang memang belum ada obatnya dan
sangat ditakuti kaum perempuan, tapi menurut Pramono, hal ini bisa
dihindari dengan menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat,
misalnya tidak melakukan hubungan seks berganti-ganti pasangan.
Mengingat penyakit ganas ini masih banyak ditemui di kalangan
perempuan Indonesia, Noor Pramono dalam kapasitasnya sebagai Ketua
Umum Panitia Dies Natalis ke-49 Undip Semarang, berniat melakukan
pemeriksaan dini kanker mulut rahim pada kaum wanita di Kecamatan
Mlonggo, Kabupaten, Jepara pada 22 Juli mendatang.
Hal itu dilakukan sebagai bagian dari Tridarama Perguruan
Tinggi, yaitu melakukan pengabdian masyarakat, apalagi selama ini
masyarakat Jepara banyak mendukung kegiatan yang dilakukan oleh
Undip, katanya.
Kanker mulut rahim paling banyak ditemukan di antara penyakit
kanker ginekologik, dan menjadi penyebab kematian utama perempuan
penderita kanker di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Pada stadium awal, kanker ini cenderung sulit terdeteksi. Pada
tahap prakanker atau displasia sampai stadium 1, praktis tidak ada
keluhan yang dirasakan oleh penderita, namun menginjak stadium
1A-3B muncul keluhan, misalnya keluar darah sewaktu berhubungan seks.
Yang lebih parah lagi, pada stadium 4B, sel kanker biasanya
sudah menjalar ke otak dan paru, sehingga nyawa penderita semakin
sulit untuk diselamatkan.
Pemicu kanker rahim adalah virus human papilloma, yang
muncul
antara lain akibat perilaku sering berganti-ganti pasangan
seks, sehingga menimbulkan penyakit kelamin.