OZZY

Fokus:

X








Depan > Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS > Informasi

Penjara di Asia diidentifikasikan sebagai ‘Pabrik HIV’

Oleh: Michael Casey, The Associated Press

Para aktivis mengatakan bahwa, “hubungan seksual tanpa perlindungan dan pemakaian obat tak terawasi di penjara Asia yang penuh dengan kondisi yang memprihatinkan, menambah angka epidemi AIDS di wilayah ini. Dalam hal ini pemerintah sangat lambat mengenali ancaman tersebut.”

Penjara merupakan “Pabrik HIV”, seperti dikatakan oleh Elizabeth Pisani dari Family Health Internasional, sebuah kelompok pencegahan terhadap AIDS di Jakarta. “Kami memperkenalkan sebuah komunitas yang kami ketahui akan terinfeksi virus ke dalam satu lingkungan dimana penduduknya menyuntikkan NAPZA dan melakukan seks anal.”

Dikatakan lebih lanjut, “ketika tahanan HIV positif dibebaskan, kemungkinannya adalah mereka akan menyebarkan infeksi tersebut.”

Aktivis hak asasi telah cukup lama menyerukan perubahan kondisi penjara di Asia menjadi lebih baik, dimana mereka menyatakan bahwa tahanan secara terus menerus dipukuli, dan penyakit mematikan seperti TBC dan Tifus terjadi tanpa pengawasan. Pelayanan Medis di banyak penjara dibawah standar atau tidak ada; serta korupsi --- dari obat sampai seks --- dapat dibeli.

Beberapa pemerintah di Negara Asia yang ekonominya sedang berkembang secara rahasia menutup angka infeksi HIV di kalangan tahanan. Namum kelompok independen mengatakan mereka berada di tingkat yang membahayakan.

Di Indonesia, dikatakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, pada tahun 1999, dipenjara dilaporkan hampir tidak ada kasus HIV dikalangan tahanan, namun pada tahun 2003, sebanyak 25% dari populasi mereka terinfeksi virus HIV.

Para aktivis mengatakan, di Thailand, ¼ dari tahanan di penjara Klong Prem yang terletak di daerah pinggiran telah dites dan hasilnya HIV positif. Penyakit AIDS juga telah menjadi pembunuh utama di penjara Kamboja.

Peningkatan angka HIV di penjara Asia merefleksikan trend secara umum yang juga menyerang Negara Afrika, Amerika Selatan dan Rusia, seperti yang dikatakan oleh PBB.
Penjara di Afrika Selatan menemukan peningkatan sebesar 500% di tahun-tahun terakhir karena AIDS.

Anindya Chatterjee, penasihat senior di UNAIDS, Jenewa mengatakan, “Kemungkinan lebih buruk dari yang kita harapkan karena penjara mewakili tingkatan terendah di lingkungan.” “Tahanan ini merupakan kelas terendah dan sangat rentan terhadap HIV. Kami telah melihat ini di Rusia. Kami juga melihat ini di Cina dan kami pasti akan melihatnya juga di Indonesia.”

Beberapa penjara di Indonesia telah mulai mendistribusikan informasi kepada tahanan baru tentang bahaya dari hubungan seksual tanpa perlindungan dan penggunaan obat secara intravena, dan berencana mengenalkan methadone – pengganti heroin yang diresepkan kepada pecandu – di penjara Jakarta dan Bali telah memulainya bulan ini.

Namun petugas penjara mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai uang untuk melakukan pemeriksaan HIV terhadap tahanan atau membayar pengobatan tersebut.

“Kami tahu bahwa hal ini merupakan masalah besar tapi kami tidak mempunyai uang,” seperti dikatakan oleh Wahid Hussein, pegawai di penjara Narkotika di Cipinang. “Ketika kami menemukan tahanan sakit akibat AIDS, kami tidak dapat berbuat apa-apa untuk mereka.”

Indonesia, Negara dengan populasi penduduk Islam terbanyak, menolak mengikuti Negara-negara Eropa yang menawarkan kondom gratis dan jarum bersih bagi pengguna narkotika suntik. Pemerintah mengatakan jika melakukan hal tersebut akan mempromosikan hubungan seksual antar jenis dan pemakaian obat.

Thailand telah mulai menawarkan kondom di beberapa penjara, namun mereka tidak menyediakan jarum bersih bagi tahanan.

Somchai Krachangsaeng dari AIDS Access Foundation mengatakan, “OK, jadi mereka tidak dapat memberikan jarum --- hal tersebut terlalu ekstrim untuk mereka terima. Tapi mungkin mereka dapat mengatakan kepada para tahanan bahaya penggunaan narkotika.” (diterjemahkan oleh Dette)

sumber: http://www.outinamerica.com/home/news.asp?articleid=7512


kembali ke atas

kembali ke index pms & hiv/aids

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan