OZZY

Fokus:

X








Depan > Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS > Informasi

HIV/AIDS di Merauke Tercatat 827 Kasus

Direktur Yayasan Santo Anthonius (Yasanto) Merauke, Ir. Leo Maturbongs mengakui, sejak 1992 hingga Maret 2006 di kabupaten Merauke terjadi kasus penyebaran  HIV/AIDS sebanyak 827 kasus.

Kepada wartawan di Merauke belum lama ini di Merauke, Maturbong, mengakui dari 827 kasus itu 384 berupa kasus HIV, 419 kasus AIDS, dan 197 orang di antaranya sudah meninggal dunia.

Penderita HIV/AIDS jika ditinjau dari asal sukunya adalah 357 kasus terjadi pada orang Papua, 307 kasus menimpa warga non Papua, 67 kasus menyerang warga asing dan 96 kasus lainnya tidak diketahui asal sukunya.

Apabila dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 422 kasus (51,0 persen)menimpa laki-laki dan 359 kasus (43,4 persen) adalah perempuan, dan 46 kasus (5,6 persen) tidak diketauhi.

Penderita HIV/AIDS yang terbanyak memang perempuan yang menjadi pekerja seks komersial yaitu 132 kasus (15,96 persen), menyusul kemudian petani 118 kasus (14,26 persen), nelayan tenaga kerja asing (TKA) 59 kasus (7,13 persen), buruh 63 kasus (7,61 persen), ibu rumah tangga 69 kasus (8,34 persen) siswa/mahasiswa 28 kasus (3,39 persen), lain-lain 231 kasus (27,93 persen).

Menyusul kemudian pekerja swasta 45 kasus (5,44 persen), PNS 28 kasus (3,39 persen), sopir 12 kasus (1,45 persen), nelayan/ABK 19 kasus (2,29 persen), TNI/Polri 15 kasus (1,81 persen), PSK (jalanan) 7 kasus (0,85 persen) dan mucikari 1 kasus (0,12 persen).

Menurut kelompok umur, ada yang masih di bawah 1 tahun dan 1-4 yaitu tercatat masing-masing 12 kasus, 5-9 tahun 6 kasus, 10-19 tahun 73 kasus, 20-29 tahun 296 kasus, 30-39 tahun 215 kasus, 40-49 tahun 78 kasus, 50-60 tahun terdapat 31 kasus, usia 60 tahun ke atas tercatat 5 kasus dan tidak diketahui 99 kasus.

"Merauke tercatat menduduki ranking pertama kasus HIV/AIDS di Indonesia," kata Maturbongs.

Maturbong mengaku mengalami kesulitan biaya untuk menangani pemberantasan virus yang menurunkan kekebalan tubuh manusia itu, namun terus berupaya dengan melakukan pendekatan kepada pemerintah dan penyandang dana luar negeri guna menangani penderita HIV/AIDS di Merauke.

Ibu negara Ani Yudhoyono ketika mengadakan pertemuan dengan Pemkab, Yasanto dan korban di Merauke, Rabu (5/4) menyerahkan bantuan dana sebesar Rp100 juta ditambah sejumlah mesin jahit dan mesin bordir kepada pengelola Yasanto Merauke.

Pada kesempatan itu, Ibu Negara mengatakan telah instruksikan kepala pemerintah daerah di perbatasan untuk mewaspadai penyebaran berbagai penyakit terutama Narkoba dan HIV/AIDS, seperti Merauke yang berbatasan dengan PNG, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, NTT, Sumatera Utara dan Maluku Tenggara.

sumber:  MEdia Indonesia Online, Sabtu, 08 April 2006

 

kembali ke atas

kembali ke index pms & hiv/aids

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan