|
Depan
> Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS
> Informasi
Apa Arti Kondom Untuk Masyarakat China?
sebuah produk keluarga berencana (KB) yang telah ada selama ini atau sesuatu
untuk melakukan seks yang aman?
Tiga pak kondom terlihat banyak dan lebih sering di vending machines di
jalan-jalan kota China, Beijing, dimana sebagian besar pasangan yang telah
menikan tidak perlu membelinya sebagaimana mereka menerima gratis dari
pemerintah untuk membatasi jumlah kelahiran.
Selama ini kondom telah dijual pada "adult shops" yang kecil
maupun yang besar, dan banyak orang telah merasa "marah" ketika
pemerintah memutuskan untuk menempatkan kondom dalam vending machines di
universitas beberapa tahun yang lalu.
Masyarakat umumnya dan dokumen administrasi rutin KB merujuk kondom sebagai "biyuntao"
yang berarti alat kontrasepsi dalam bahasia China.
Tetapi kata "biyuntao" sangat bertentangan oleh tenaga
medis dan pekerja sosial dalam melawan AIDS.
"Masyarakat harus menyadari bahwa penggunaan kondom lebih dari sekedar
pencegah kehamilan, tetapi untuk melindungi mereka juga dengan
pasangannya dari penyakit menular seksual," kata Yu
Xiuhua seorang relawan Palang Merah China di provinsi Yunnan.
Sekarang, masyarakat lebih sering menggunakan kata baru bagi kondom, yaitu "anquantao"
yang menunjukan safe sex di masyarakat China. Kondom disadari
lebih efektif untuk melindungi masyarakat dari infeksi HIV
melalui hubungan seks. China dilaporkan tiap tahunnya
terjadi peningkatan 16.7 persen orang terinfeksi HIV yang
tercatat dalam pertengahan tahun ini. Menurut Menteri
Kesehatan China diestimasikan bahwa total yang telah
terinfeksi di China adalah 1 juta orang, 7,2 persennya
terinfeksi melalui hubungan seks.
Tahun lalu World Health Organization (WHO)
dan Menteri Kesehatan China telah menentukan empat kota di
China untuk percontohan promosi penggunaan kondom di
daerah-daerah hiburan.
Pemerintah China telah teratur
membeli 1,2 miliyar kondom untuk program KB. "Kondom
gratis tidak akan bertahan lama," menurut Tim Manchester,
Social Marketing Manager di Futures Group Europe, yang
bertanggung jawab terhadap program social marketing
kondom dibawah pengawasan Proyek Pencegahan dan Pelayanan
HIV/AIDS China-Inggris. Karena karyawan swasta dan pekerja
asing umumnya tidak menyukai pemberian kondom gratis.
Kini lebih banyak pasangan muda membeli kondom sebelum
menikah, yang menjadikan seks pra-nikah menjadi biasa diantara
masyarakat China.
Paling mahal yang berisi 12 pak dijual lebih dari 20 yuan
(2.4 US$), tetapi yang termurah hanya dijual 2 yuan (20 US
cents), menurut Yu Zuoxun, seorang sales manager di Futures Group Europe
di Provinsi Sichuan.
Dengan perubahan dari gratis ke
produk jual, kini program ini menemui kendala dengan masalah
kualitas. "Masalahnya, orang biasanya malu untuk
mengadukan ke Assosiasi Perlindungan Hak Konsumen di China,
jika membeli produk kondom yang berkualitas buruk."
katanya, masyarakat umumnya malu membicarakan masalah yang
berhubungan dengan seks.
"Kita jamin masyarakat akan memperoleh produk yang
berkualitas dengan harga yang terjangkau dengan cara yang
mudah" kata Manchester.
Proyek China/UK merupakan program untuk
mempromosikan penggunaan kondom di dua provinsi di baratdaya
Yunan dan Sichuan, yang lebih berfokus ke penyelesaian masalah
AIDS/HIV.
Program ini telah bekerjasama
dengan Perusahaan Qingdao Double-Butterfly, dimana
merupakan perusahaan
joint venture dengan Durex, untuk mengembangkan kondom produk baru
"Double-Butterfly."
Kini di China banyak kondom dijual di vending machines
dan jaringan toko obat, juga terdapat program pelatihan bagi
salesmen lokal tentang pencegahan AIDS
sumber: HIV/AIDS Regional Press - No 228 (2 December 2002)
kembali
ke atas
kembali
ke index pms & hiv/aids |