OZZY

Fokus:

X








Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS > Informasi

Apa Arti Kondom Untuk Masyarakat China?

sebuah produk keluarga berencana (KB) yang telah ada selama ini atau sesuatu untuk melakukan seks yang aman?

Tiga pak kondom terlihat banyak dan lebih sering di vending machines di jalan-jalan kota China, Beijing, dimana sebagian besar pasangan yang telah menikan tidak perlu membelinya sebagaimana mereka menerima gratis dari pemerintah untuk membatasi jumlah kelahiran.

Selama ini kondom telah dijual pada "adult shops" yang kecil maupun yang besar, dan banyak orang telah merasa "marah" ketika pemerintah memutuskan untuk menempatkan kondom dalam vending machines di universitas beberapa tahun yang lalu.

Masyarakat umumnya dan dokumen administrasi rutin KB merujuk kondom sebagai "biyuntao" yang berarti alat kontrasepsi dalam bahasia China.
Tetapi kata "biyuntao" sangat bertentangan oleh tenaga medis dan pekerja sosial dalam melawan AIDS.

"Masyarakat harus menyadari bahwa penggunaan kondom lebih dari sekedar pencegah kehamilan, tetapi untuk melindungi mereka juga dengan pasangannya dari penyakit menular seksual," kata Yu Xiuhua seorang relawan Palang Merah China di provinsi Yunnan.

Sekarang, masyarakat lebih sering menggunakan kata baru bagi kondom, yaitu "anquantao" yang menunjukan safe sex di masyarakat China.  Kondom disadari lebih efektif untuk melindungi masyarakat dari infeksi HIV melalui hubungan seks.  China dilaporkan tiap tahunnya terjadi peningkatan 16.7 persen orang terinfeksi HIV yang tercatat dalam pertengahan tahun ini. Menurut Menteri Kesehatan China diestimasikan bahwa total yang telah terinfeksi di China adalah 1 juta orang, 7,2 persennya terinfeksi melalui hubungan seks.

Tahun lalu World Health Organization (WHO) dan Menteri Kesehatan China telah menentukan empat kota di China untuk percontohan promosi penggunaan kondom di daerah-daerah hiburan.

Pemerintah China telah teratur membeli 1,2 miliyar kondom untuk program KB. "Kondom gratis tidak akan bertahan lama," menurut Tim Manchester, Social Marketing Manager di Futures Group Europe, yang bertanggung jawab terhadap program social marketing kondom dibawah pengawasan Proyek Pencegahan dan Pelayanan HIV/AIDS China-Inggris. Karena karyawan swasta dan pekerja asing umumnya tidak menyukai pemberian kondom gratis. 

Kini lebih banyak pasangan muda membeli kondom sebelum menikah, yang menjadikan seks pra-nikah menjadi biasa diantara masyarakat China.

Paling mahal yang berisi 12 pak dijual lebih dari 20 yuan (2.4 US$), tetapi yang termurah hanya dijual 2 yuan (20 US cents), menurut Yu Zuoxun, seorang sales manager di Futures Group Europe di Provinsi Sichuan.

Dengan perubahan dari gratis ke produk jual, kini program ini menemui kendala dengan masalah kualitas. "Masalahnya, orang biasanya malu untuk mengadukan ke Assosiasi Perlindungan Hak Konsumen di China, jika membeli produk kondom yang berkualitas buruk." katanya, masyarakat umumnya malu membicarakan masalah yang berhubungan dengan seks.

"Kita jamin masyarakat akan memperoleh produk yang berkualitas dengan harga yang terjangkau dengan cara yang mudah" kata Manchester.

Proyek China/UK merupakan program untuk mempromosikan penggunaan kondom di dua provinsi di baratdaya Yunan dan Sichuan, yang lebih berfokus ke penyelesaian masalah AIDS/HIV.

Program ini telah bekerjasama dengan Perusahaan Qingdao Double-Butterfly, dimana merupakan perusahaan joint venture dengan Durex, untuk mengembangkan kondom produk baru "Double-Butterfly." 

Kini di China banyak kondom dijual di vending machines dan jaringan toko obat, juga terdapat program pelatihan bagi salesmen lokal tentang pencegahan AIDS 



sumber: HIV/AIDS Regional Press - No 228 (2 December 2002)

 

kembali ke atas

kembali ke index pms & hiv/aids

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan