OZZY

Fokus:

X








Depan > Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS > Informasi

Perkembangan Epidemi AIDS di Indonesia

Sejak 1985 sampai tahun 1996 kasus AIDS di Indonesia masih amat jarang sebagian besar berasal dari kelompok homoseksual.  Sejak pertengahan tahun 1999 mulai terlihat peningkatan tajam terutama akibat penularan melalui narkotika suntik. Hingga dengan Maret 2005 tercatat 6.789 kasus HIV/AIDS.  Jumlah itu diperkirakan belum menunjukkan angka sebenarnya.  Departemen Kesehatan RI pada tahun 2002 memperkirakan jumlah penduduk Indonesia yang terinfeksi HIV adalah antara 90.000 sampai 130.000 orang.  Estimasi terbaru jumlah yang terinfeksi HIV lebih dari 500.000 orang.

Data yang ada menunjukkan kesimpulan bahwa epidemi HIV/AIDS di Indonesia sudah berada dalam tahap lanjut. Penularan terjadi melalui berbagai cara, baik melalui hubungan homoseksual, heteroseksual, jarum suntik pada pengguna narkotika, transfusi komponen darah, hingga dan dari ibu yang terinfeksi HIV ke bayi yang dilahirkannya. Infeksi HIV/AIDS juga telah mengenai semua golongan masyarakat, baik kelompok risiko tinggi maupun masyarakat umum. Jika pada awalnya, sebagian besar odha berasal dari kelompok homoseksual maka kini telah terjadi pergeseran dimana persentase penularan secara heteroseksual dan pengguna narkotika semakin meningkat. Beberapa bayi yang terbukti tertular HIV dari ibunya menunjukkan tahap yang lebih lanjut dari tahap penularan heteroseksual. 

Gambar 1. Jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia, 1987-2005 (sumber:Ditjen PPM & PLP Depkes RI. Statistik Kasus HIV AIDS di Indonesia: Maret 2005)

Sebuah survei yang dilakukan di Tanjung Balai Karimun menunjukkan peningkatan jumlah pekerja seks komersil (PSK) yang terinfeksi HIV yaitu dari 1% pada tahun 1995/1996 menjadi lebih dari 8,38% pada tahun 2000.  Sementara itu survei yang dilakukan pada tahun 2000 menunjukkan angka infeksi HIV yang cukup tinggi di lingkungan PSK di Merauke yaitu 26,5%.  Data UNAIDS menunjukkan, di Indonesia lebih dari 90% laki-laki pelanggan pekerja seks tidak menggunakan kondom ketika berhubungan seks.  Ini menjadi salah satu penyebab mengapa perempuan yang setia dengan satu pasangan punt tetap berisiko tertular virus HIV (UNAIDS, 2004).

Survei sentinel yang dilakukan di RS Ketergantungan Obat di Jakarta menunjukkan peningkatan kasus infeksi HIV pada pengguna narkotika yang sedang menjalani rehabilitasi yaitu 15% pada  tahun 1999, meningkat cepat menjadi 40,8% pada tahun 2000, dan 47,9% pada tahun 2001. Pengguna narkotika yang mengikuti tes HIV gratis yang diadakan Pokdisus AIDS FKUI/RSUPNCM ternyata 33% terinfeksi HIV. Bahkan suatu survei di sebuah kelurahan di Jakarta Pusat yang dilakukan oleh Yayasan Pelita Ilmu menunjukkan 93% pengguna narkotika terinfeksi HIV.

Surveilens pada donor darah dan ibu hamil biasanya digunakan sebagai indikator untuk menggambarkan infeksi HIV/AIDS pada masyarakat umum.  Jika pada tahun 1990 belum ditemukan darah donor di Palang Merah Indonesia (PMI) yang tercemar HIV, maka pada periode selanjutnya ditemukan infeksi HIV yang jumlahnya makin lama makin meningkat.  Persentase kantung darah yang dinyatakan tercemar HIV adalah 0,002% pada periode 1992/1993,  0,003% pada periode 1994/1995, 0,004% pada periode 1998/1999 dan 0,016% pada tahun 2000.   Prevalensi ini tentu perlu ditafsirkan dengan hati-hati, karena sebagian donor darah berasal  tahanan di lembaga pemasyarakatan, dan dari pasien yang tersangka AIDS di rumah sakit yang belum mempunyai fasilitas laboratorium untuk tes HIV. Sejak beberapa bulan yang lalu, tidaki ada lagi darah donor yang berasal dari penjara.

Referensi:

Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (PPM & PLP) Departemen Kesehatan RI. Statistik Kasus HIV/AIDS di Indonesia sampai Maret 2005

Djoerban, Zubairi. Pidato Pengukuhan Menjadi Guru Besar pada tanggal 15 Desember 2003

UNAIDS. AIDS Epidemic Update. Geneva: December 2004

sumber: Factsheet HIV/AIDS seri 2, Yayasan Mitra INTI, 2005

 

kembali ke atas

kembali ke index pms & hiv/aids

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan