|
Depan
> Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS
> Informasi
Tes
HIV melalui urin berguna untuk kelompok berisiko tinggi
NEW YORK
– Tes urin dapat menjadi cara yang sederhana dan efektif
untuk mengidentifikasi infeksi HIV, terutama pada kelompok
berisiko tinggi, demikian laporan para peneliti di Jurnal
“Acquired Immune Deficiency Syndromes” terbitan bulan
Desember 2002.
Kami
menganggap bahwa tes urin paling tidak berguna untuk
identifikasi Orang dengan HIV/AIDS (Odha) yang tidak mau dites
darah, demikian Dr. Joseph B. Margolick dari The Johns Hopkins
University, Baltimore menyatakannya pada Reuters Health.
Margolick
dan koleganya memberikan hipotesis bahwa metode skrining yang
nyaman dan tidak melukai yang diadakan di daerah berisiko
tinggi dapat mendeteksi Odha yang tidak mau dites selain
dengan cara itu.
Untuk
menyelidiki kegunaan tes urin, selama periode waktu 3 tahun,
peneliti melakukan skrining lebih dari 1700 orang pada 1
sampai 2 sesi yang diadakan di gereja, dapur restoran, balai
pertemuan masyarakat serta tempat berlangsungnya tes.
Secara
keseluruhan, 210 orang (12%) positif HIV. Dari mereka, 169
(80%) pernah dites sebelumnya atau hasil tesnya negatif. Tes
darah pada 86 orang yang menunjukkan hasil negatif pada tes
darah HIV dan tes urin untuk mengetahui antibodi HIV
menguatkan temuan pada 83 (97%) dari mereka.
Totalnya,
87% dari mereka yang hasil tesnya positif kembali untuk
mengambil hasilnya dan kebanyakan berhasil dirujuk ke
pelayanan kesehatan. Penulis menekankan bahwa orang yang dites
di pusat pelayanan kesehatan masyarakat cenderung datang
kembali untuk mengambil hasil tesnya.
Margolick
menambahkan bahwa pendekatan tersebut dapat meningkatkan
surveilans untuk infeksi HIV pada daerah di mana infeksi HIV
termasuk tinggi dan pada akhirnya akan membantu orang untuk
mempunyai akses pengobatan HIV yang dapat meningkatkan
kesehatan mereka secara bermakna. (Health
- Reuters)
Sumber:
Journal of Acquired Immune Deficiency Syndromes
2002;31:416-421.
kembali
ke atas
kembali
ke index pms & hiv/aids |