OZZY

Fokus:

X








Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS > Informasi

Tes HIV melalui urin berguna untuk kelompok berisiko tinggi

NEW YORK – Tes urin dapat menjadi cara yang sederhana dan efektif untuk mengidentifikasi infeksi HIV, terutama pada kelompok berisiko tinggi, demikian laporan para peneliti di Jurnal “Acquired Immune Deficiency Syndromes” terbitan bulan Desember 2002.

Kami menganggap bahwa tes urin paling tidak berguna untuk identifikasi Orang dengan HIV/AIDS (Odha) yang tidak mau dites darah, demikian Dr. Joseph B. Margolick dari The Johns Hopkins University, Baltimore menyatakannya pada Reuters Health.

Margolick dan koleganya memberikan hipotesis bahwa metode skrining yang nyaman dan tidak melukai yang diadakan di daerah berisiko tinggi dapat mendeteksi Odha yang tidak mau dites selain dengan cara itu.

Untuk menyelidiki kegunaan tes urin, selama periode waktu 3 tahun, peneliti melakukan skrining lebih dari 1700 orang pada 1 sampai 2 sesi yang diadakan di gereja, dapur restoran, balai pertemuan masyarakat serta tempat berlangsungnya tes.

Secara keseluruhan, 210 orang (12%) positif HIV. Dari mereka, 169 (80%) pernah dites sebelumnya atau hasil tesnya negatif. Tes darah pada 86 orang yang menunjukkan hasil negatif pada tes darah HIV dan tes urin untuk mengetahui antibodi HIV menguatkan temuan pada 83 (97%) dari mereka.

Totalnya, 87% dari mereka yang hasil tesnya positif kembali untuk mengambil hasilnya dan kebanyakan berhasil dirujuk ke pelayanan kesehatan. Penulis menekankan bahwa orang yang dites di pusat pelayanan kesehatan masyarakat cenderung datang kembali untuk mengambil hasil tesnya.

Margolick menambahkan bahwa pendekatan tersebut dapat meningkatkan surveilans untuk infeksi HIV pada daerah di mana infeksi HIV termasuk tinggi dan pada akhirnya akan membantu orang untuk mempunyai akses pengobatan HIV yang dapat meningkatkan kesehatan mereka secara bermakna. (Health - Reuters)

Sumber: Journal of Acquired Immune Deficiency Syndromes 2002;31:416-421.

 

kembali ke atas

kembali ke index pms & hiv/aids

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan