|
Depan
> Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS
> Informasi
India Memulai Ujicoba
Vaksin HIV
India telah memulai proyek pertama yang mengujicobakan vaksin
AIDS langsung
kepada manusia, demikian kata menteri kesehatan India. Ujicoba
yang
dilaksanakan di kota sebelah barat Pune ini akan melibatkan 30
relawan bebas
HIV -baik wanita dan laki-laki, dan berumur antara 18 hingga
45 tahun.
Populasi HIV/AIDS di India yang berjumlah lebih dari lima juta
orang
merupakan jumlah yang terbesar di dunia kedua setelah Afrika
Selatan.
Ujicoba terhadap manusia juga telah dilaksanakan di AS, Eropa
dan Afrika,
namun mutasi virus ini telah menghambat penemuan vaksin yang
berhasil.
Para pejabat India mengatakan bahwa fase pertama dari ujicoba
ini akan
berakhir dalam satu dan dua tahun, namum demikian mereka
menambahkan;
ujicoba vaksin yang berhasil membutuhkan delapan sampai 10
tahun kemudian.
Perdana menteri Anbumani Ramadoss mengatakan: "Kami telah
memulai fase
ujicoba klinis, namun 85% dari fokus kami masih pada
pencegahan.
"Mengembangkan suatu vaksin untuk mencegah AIDS merupakan
salah satu dari
tantangan ilmu pengetahuan yang paling sulit. Namun juga
merupakan kebutuhan
yang paling mendesak dalam bidang kesehatan."
NK Ganguly, direktur Dewan Nasional Penelitian Medis,
mengatakan bahwa
vaksin ini akan menstimulir respon sistem kekebalan yang dapat
menghasilkan
perlindungan melawan infeksi.
"Para relawan telah diberitahu mengenai risiko yang
mungkin terjadi, mereka
telah melalui konseling dan status kesehatan mereka akan
diawasi
terus-menerus" Kata Ganguly
Vaksin tgAAC09 ini dikembangkan oleh Targeted Genetics, yang
berlokasi di
Seattle, dan the Columbus Children's Research Institute.
Banyak analis mengkhawatirkan perkiraan bahwa jumlah ODHA di
India sebanyak
lima juta adalah terlalu rendah, karena orang dapat terinfeksi
tanpa menyadarinya.
"Terdapat 68 kasus baru HIV setiap jamnya," kata SY
Qureshi of India's National Aids Control Organisation.
Translated
from BBC NEWS: http://news.bbc.co.uk/go/pr/fr/-/2/hi/south_asia/4243209.stm
kembali
ke atas
kembali
ke index pms & hiv/aids |