OZZY

Fokus:

X








Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS > Informasi

India Memulai Ujicoba Vaksin HIV

India telah memulai proyek pertama yang mengujicobakan vaksin AIDS langsung
kepada manusia, demikian kata menteri kesehatan India. Ujicoba yang
dilaksanakan di kota sebelah barat Pune ini akan melibatkan 30 relawan bebas
HIV -baik wanita dan laki-laki, dan berumur antara 18 hingga 45 tahun.

Populasi HIV/AIDS di India yang berjumlah lebih dari lima juta orang
merupakan jumlah yang terbesar di dunia kedua setelah Afrika Selatan.
Ujicoba terhadap manusia juga telah dilaksanakan di AS, Eropa dan Afrika,
namun mutasi virus ini telah menghambat penemuan vaksin yang berhasil. 

Para pejabat India mengatakan bahwa fase pertama dari ujicoba ini akan
berakhir dalam satu dan dua tahun, namum demikian mereka menambahkan;
ujicoba vaksin yang berhasil membutuhkan delapan sampai 10 tahun kemudian.
Perdana menteri Anbumani Ramadoss mengatakan: "Kami telah memulai fase
ujicoba klinis, namun 85% dari fokus kami masih pada pencegahan.
"Mengembangkan suatu vaksin untuk mencegah AIDS merupakan salah satu dari
tantangan ilmu pengetahuan yang paling sulit. Namun juga merupakan kebutuhan
yang paling mendesak dalam bidang kesehatan."

NK Ganguly, direktur Dewan Nasional Penelitian Medis, mengatakan bahwa
vaksin ini akan menstimulir respon sistem kekebalan yang dapat menghasilkan
perlindungan melawan infeksi.

"Para relawan telah diberitahu mengenai risiko yang mungkin terjadi, mereka
telah melalui konseling dan status kesehatan mereka akan diawasi
terus-menerus" Kata Ganguly

Vaksin tgAAC09 ini dikembangkan oleh Targeted Genetics, yang berlokasi di
Seattle, dan the Columbus Children's Research Institute.

Banyak analis mengkhawatirkan perkiraan bahwa jumlah ODHA di India sebanyak
lima juta adalah terlalu rendah, karena orang dapat terinfeksi tanpa menyadarinya.

"Terdapat 68 kasus baru HIV setiap jamnya," kata SY Qureshi of India's National Aids Control Organisation.

Translated from BBC NEWS: http://news.bbc.co.uk/go/pr/fr/-/2/hi/south_asia/4243209.stm

 

kembali ke atas

kembali ke index pms & hiv/aids

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan