OZZY

Fokus:

X








Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS > Informasi

Banyak RS Belum Siap Merawat Pasien Penderita HIV/AIDS

Banyak pengelola rumah sakit pemerintah dan swasta di Indonesia belum siap atau tidak memiliki pengetahuan dalam merawat pasien yang menderita Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome-HIV/AIDS.

"Seharusnya pihak rumah sakit tetap memberikan perawatan sesuai gejala penyakit yang muncul, namun tetap mengutamakan kehati-hatian dengan menggunakan sarung tangan," kata Ketua Pokja Penanggulangan HIV/AIDS RSUP Denpasar, dr Tuti Parwati, Selasa.

Hal itu dikemukakan menanggapi kejadian yang dialami Joy Lee Ernsting Sadler (57), seorang warga negara Amerika Serikat yang mendekam di Lapas Banda Aceh yang memerlukan perawatan kesehatan akibat mogok makan. Namun, ditolak pihak rumah sakit setempat, dengan alasan yang bersangkutan mengindap virus HIV serta Hepatitis B dan C "Seharusnya tidak terjadi jika rumah sakit mempunyai pengetahuan yang memadai untuk itu," katanya.

Ia mengakui, beberapa pengelola rumah sakit belum memiliki pengetahuan dalam merawat pasien yang menderita HIV/AIDS, sehingga beranggapan memberikan perawatan akan sangat membahayakan perawat, dokter atau mereka yang melayani pasien tersebut.

Oleh sebab itu, setiap dokter maupun tenaga medis perlu memiliki pengetahuan tentang cara-cara merawat pasien yang tercemar virus HIV/AIDS, sehingga tidak terulang kejadian seperti yang menimpa warga AS di Banda Aceh tersebut.

"Saya siap merawat pasien penderita HIV/AIDS dari mana pun asalnya," ujar dr Tuti yang juga pengurus Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Bali, berpengalaman merawat penderita Aids di di Bali.

Dr Tuti yang juga Ketua Yayasan Citra Usada, LSM peduli HIV/AIDS yang pernah mengikuti pelatihan khusus hilangnya kekebalan daya tubuh ke Australia, Thailand, India dan Jepang sanggup merawat pasien kiriman dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Banda Aceh. (Ant/Ol-01)

sumber: Media Indonesia 

 

kembali ke atas

kembali ke index pms & hiv/aids

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan