|
Depan
> Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS
> Informasi
Banyak
RS Belum Siap Merawat Pasien Penderita HIV/AIDS
Banyak
pengelola rumah sakit pemerintah dan swasta di Indonesia belum
siap atau tidak memiliki pengetahuan dalam merawat pasien yang
menderita Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune
Deficiency Syndrome-HIV/AIDS.
"Seharusnya pihak rumah
sakit tetap memberikan perawatan sesuai gejala penyakit yang
muncul, namun tetap mengutamakan kehati-hatian dengan
menggunakan sarung tangan," kata Ketua Pokja
Penanggulangan HIV/AIDS RSUP Denpasar, dr Tuti Parwati, Selasa.
Hal itu dikemukakan menanggapi
kejadian yang dialami Joy Lee Ernsting Sadler (57), seorang
warga negara Amerika Serikat yang mendekam di Lapas Banda Aceh
yang memerlukan perawatan kesehatan akibat mogok makan. Namun,
ditolak pihak rumah sakit setempat, dengan alasan yang
bersangkutan mengindap virus HIV serta Hepatitis B dan C
"Seharusnya tidak terjadi jika rumah sakit mempunyai
pengetahuan yang memadai untuk itu," katanya.
Ia mengakui, beberapa pengelola
rumah sakit belum memiliki pengetahuan dalam merawat pasien
yang menderita HIV/AIDS, sehingga beranggapan memberikan
perawatan akan sangat membahayakan perawat, dokter atau mereka
yang melayani pasien tersebut.
Oleh sebab itu, setiap dokter
maupun tenaga medis perlu memiliki pengetahuan tentang
cara-cara merawat pasien yang tercemar virus HIV/AIDS,
sehingga tidak terulang kejadian seperti yang menimpa warga AS
di Banda Aceh tersebut.
"Saya siap merawat pasien
penderita HIV/AIDS dari mana pun asalnya," ujar dr Tuti
yang juga pengurus Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD)
Bali, berpengalaman merawat penderita Aids di di Bali.
Dr Tuti yang juga Ketua Yayasan
Citra Usada, LSM peduli HIV/AIDS yang pernah mengikuti
pelatihan khusus hilangnya kekebalan daya tubuh ke Australia,
Thailand, India dan Jepang sanggup merawat pasien kiriman dari
berbagai daerah di Indonesia, termasuk Banda Aceh. (Ant/Ol-01)
sumber:
Media Indonesia
kembali
ke atas
kembali
ke index pms & hiv/aids |