OZZY

Fokus:

X








Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS > Informasi

Kurangnya Pendidikan Seks Menambah Krisis HIV di INDIA

Pemerintah India tidak mempunyai rencana memperkenalkan pendidikan seks bagi usia 12-14 tahun, meskipun pada usia tersebut (sekarang ini jumlah populasinya sekitar 300 juta) menurut penelitian bahwa mereka sangat tertarik dengan seks pra nikah. Hal ini menambah penyebaran dari AIDS, seperti yang dikatakan oleh para aktivis sosial.

Penelitian terbaru dilakukan kepada remaja di Bombay oleh organisasi Hak Kesehatan Reproduksi dan Seksual Remaja menyimpulkan bahwa 64% dari usia 14-19 tahun sudah tidak perawan dan 43% dari mereka telah mengunjungi daerah lokalisasi.

Dalam penelitian yang berbeda dari remaja India belum menikah yang dilakukan oleh Majalah “The Week” sebanyak 69% remaja pria telah melakukan seks pra nikah dan remaja putri sebanyak 38%.

45% dari orang India melakukan seks pra nikah diantara usia 16 dan 19 tahun, 27% dibawah 15 tahun dan 28% usia 20 tahun atau diatasnya.

Adat istiadat yang kaku menghalangi penggunaan kondom. Para aktivis menginginkan pemerintah untuk menargetkan dan mendidik remaja yang mempunyai resiko paling tinggi terhadap seks tidak aman. Bagaimanapun juga hal ini bukanlah prioritas pemerintah.

“Lingkungan kami memang bukan lingkungan yang terbuka. Pencantuman pendidikan seks dalam silabus juga dapat menimbulkan efek yang merugikan,” kata Ram Chandra Purbey, Menteri Negara bidang Pendidikan untuk negara bagian Utara Bihar.

Rakesh Kumar, Direktur dari Pusat Kesehatan dan Pembangunan, sebuah lembaga swadaya masyarakat, di India Utara menunjukkan bahwa hampir 4 juta warga India terkena HIV-virus yang menyebabkan AIDS, dan membuat India menjadi populasi terbesar HIV positif di dunia setelah Afrika Selatan. Data tidak resmi menunjukkan angka mendekati 5 juta. ¾ dari mereka yang terinfeksi tinggal di Tamil Nadu, Maharashtra, Karnataka, Andhra Pradesh dan Manipur.

Pemerintah India mengatakan akan bekerjasama dengan Afrika Selatan dan Cina untuk melakukan penelitian dalam mengembangkan vaksin anti AIDS khusus untuk India. Tahun lalu, Departemen Kesehatan India telah menandatangi perjanjian dengan Amerika diwakili oleh International AIDS Vaccine (IAVI) untuk mengembangkan sebuah vaksin anti AIDS yang cocok digunakan di India. Tahap pertama dari percobaan klinik akan dimulai di New Delhi akhir tahun 2003. (dette)

Sumber: IPPF NewsNewsNews di News@ippf.org 30 Oktober 2002. Diambil dari Agence France Presse, 29 Oktober 2002.

 

kembali ke atas

kembali ke index pms & hiv/aids

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan