|
Depan
> Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS
> Informasi
Kurangnya
Pendidikan Seks Menambah Krisis HIV di INDIA
Pemerintah
India tidak mempunyai rencana memperkenalkan pendidikan seks
bagi usia 12-14 tahun, meskipun pada usia tersebut (sekarang
ini jumlah populasinya sekitar 300 juta) menurut penelitian
bahwa mereka sangat tertarik dengan seks pra nikah. Hal ini
menambah penyebaran dari AIDS, seperti yang dikatakan oleh
para aktivis sosial.
Penelitian
terbaru dilakukan kepada remaja di Bombay oleh organisasi Hak
Kesehatan Reproduksi dan Seksual Remaja menyimpulkan bahwa 64%
dari usia 14-19 tahun sudah tidak perawan dan 43% dari mereka
telah mengunjungi daerah lokalisasi.
Dalam
penelitian yang berbeda dari remaja India belum menikah yang
dilakukan oleh Majalah “The Week” sebanyak 69%
remaja pria telah melakukan seks pra nikah dan remaja putri
sebanyak 38%.
45%
dari orang India melakukan seks pra nikah diantara usia 16 dan
19 tahun, 27% dibawah 15 tahun dan 28% usia 20 tahun atau
diatasnya.
Adat
istiadat yang kaku menghalangi penggunaan kondom. Para aktivis
menginginkan pemerintah untuk menargetkan dan mendidik remaja
yang mempunyai resiko paling tinggi terhadap seks tidak aman.
Bagaimanapun juga hal ini bukanlah prioritas pemerintah.
“Lingkungan
kami memang bukan lingkungan yang terbuka. Pencantuman
pendidikan seks dalam silabus juga dapat menimbulkan efek yang
merugikan,” kata Ram Chandra Purbey, Menteri Negara bidang
Pendidikan untuk negara bagian Utara Bihar.
Rakesh
Kumar, Direktur dari Pusat Kesehatan dan Pembangunan, sebuah
lembaga swadaya masyarakat, di India Utara menunjukkan bahwa
hampir 4 juta warga India terkena HIV-virus yang menyebabkan
AIDS, dan membuat India menjadi populasi terbesar HIV positif
di dunia setelah Afrika Selatan. Data tidak resmi menunjukkan
angka mendekati 5 juta. ¾ dari mereka yang terinfeksi tinggal
di Tamil Nadu, Maharashtra, Karnataka, Andhra Pradesh dan
Manipur.
Pemerintah
India mengatakan akan bekerjasama dengan Afrika Selatan dan
Cina untuk melakukan penelitian dalam mengembangkan vaksin
anti AIDS khusus untuk India. Tahun lalu, Departemen Kesehatan
India telah menandatangi perjanjian dengan Amerika diwakili
oleh International AIDS Vaccine (IAVI) untuk mengembangkan
sebuah vaksin anti AIDS yang cocok digunakan di India. Tahap
pertama dari percobaan klinik akan dimulai di New Delhi akhir
tahun 2003. (dette)
Sumber:
IPPF NewsNewsNews di News@ippf.org
30 Oktober 2002. Diambil dari Agence France Presse, 29 Oktober
2002.
kembali
ke atas
kembali
ke index pms & hiv/aids |